Statistik Badan Litbang Pertanian : Tahun 2016

 
  • ORGANISASI BADAN LITBANG PERTANIAN 2016

isi dan Misi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian 2015-2019 mengacu pada Visi dan Misi Kementerian Pertanian, dengan memperhatikan dinamika lingkungan strategis, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kondisi yang diharapkan pada tahun 2019, yaitu :

VISI

“Menjadi lembaga penelitian dan pengembangan pertanian terkemuka di
dunia dalam mewujudkan sistem pertanian bioindustri tropika berkelanjutan”

MISI

  • Merakit, menguji dan mengembangkan inovasi pertanian tropika unggul berdaya saing mendukung pertanian bioindustri.
  • Mendiseminasikan inovasi pertanian tropika unggul dalam rangka peningkatan scientific recognition dan impact recognition.

Download pdf file (1.375 KB)

  • SUMBERDAYA MANUSIA BADAN LITBANG PERTANIAN 2016

Balitbangtan saat ini didukung oleh sumber daya manusia sejumlah relatif 7.037 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 3.026 orang (42,86%) adalah tenaga fungsional tertentu yang terdiri dari Peneliti, Pustakawan, Perekayasa, Pranata Komputer, Arsiparis, Teknisi Litkayasa, Statistisi, Penyuluh, Analis Kepegawaian, Perencana, Pranata Komputer, Arsiparis, Pranata Humas. Sisanya 57,14% adalah fungsional umum.

  • ANGGARAN BADAN LITBANG PERTANIAN 2016

Tahun 2015 merupakan tahun awal pelaksanaan RPJMN ketiga (2015-2019). Berlandaskan pada pelaksanaan, pencapaian, dan keberlanjutan RPJMN kedua (2009-2014), RPJMN ketiga difokuskan untuk lebih memantapkan pembangunan secara menyeluruh di berbagai bidang dengan menekankan pencapaian daya saing kompetitif perekonomian berlandaskan keunggulan sumber daya alam dan sumber
daya manusia yang berkualitas serta kemampuan ilmu dan teknologi yang terus meningkat. Sektor pertanian masih menjadi sektor penting dalam pembangunan ekonomi nasional. Peran strategis sektor pertanian salah satunya dalam penyerapan tenaga kerja, di samping sebagai penyedia bahan baku industri kecil dan menengah, penyumbang nyata PDB, penghasil devisa negara, sumber utama pendapatan rumah tangga perdesaan, penyedia bahan pakan dan bioenergi, serta berperan dalam upaya penurunan gas rumah kaca.

Download pdf file (1.632 KB)
  • SARANA DAN PRASARANA BADAN LITBANG PERTANIAN 2016

Dalam mendukung tugas dan fungsi Balitbangtan sebagai Lembaga Penelitian, Laboratorium merupakan salah satu sumberdaya yang sangat penting untuk menunjang hasil kegiatan penelitian, keberhasilan dan mutu penelitian yang dihasilkan ditunjang oleh kelengkapan laboratorium yang berstandar baik peralatan, SDM serta sistem  pengendalian mutu yang memenuhi persyaratan standar baku nasional dan internasional yaitu sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI ISO/IEC 19-17025:2005 atau ISO/IEC 19-17025:2008) yang merupakan adopsi dari ISO/IEC 17025: 1999) dan (SNI 9001: 2001 yang merupakan adopsi dari ISO 9001: 2001).
Peningkatan mutu dan kapasitas terus dilakukan hal ini bertujuan untuk
dapat menjadikan laboratorium Balitbangtan sebagai laboratorium rujukan yang andal dan absah bagi laboratorium lainnya. Selain itu juga dapat bekerjasama dengan pihak lain, tempat pelatihan, magang dan menjadi pusat penelitian dibidangnya. Pelayanan laboratorium meliputi kegiatan nasional dan internasional. kegiatan yang dilaksanakan untuk memenuhi standar yaitu dari aspek dokumentasi sistem mutu dalam bentuk apresiasi dan penyusunan dokumen mutu, dari aspek teknis pengujian dilakukan persiapan berupa kalibrasi peralatan, persiapan personel kalibrator internal, validasi metoda dan uji banding dan atau uji profisiensi serta persiapan SDM serta penilaian (assesment) dan pembinaan dari Komite Akreditasi Nasional terus dilakukan dalam rangka melengkapi SNI ISO/IEC 19-17025:2005 atau ISO/IEC 19-17025:2008.

Download pdf file(1.798 KB)

  • KEGIATAN PENELITIAN BADAN LITBANG PERTANIAN 2016

Kegiatan penelitian dan pengembangan pertanian pada TA. 2016 merefleksikan kegiatan tahunan yang berkesinambungan dengan mengacu kepada RPJMN ke-3 (2015-2019) yang dituangkan ke dalam Renstra Balitbangtan untuk program dan kegiatan 2015-2019. Peran Balitbangtan sebagai penggerak utama pembangunan pertanian menuju pertanian modern di Indonesia, menuntut penyediaan inovasi yang responsif terhadap dinamika iklim berbasis biosains, bioenginering, dan aplikasi teknologi informasi (TI) dengan memanfaatkan advanced techonology (teknologi nano, bioteknologi, iradiasi, bioinformatika, dan bioprosesing). Dengan demikian, posisi Balitbangtan akan semakin strategis mengingat pertanian akan maju apabila kebijakan pembangunan pertanian didasarkan pada hasil penelitian.

Kegiatan penelitian dan pengembangan di Balitbangtan merupakan rangkaian kegiatan terstruktur yang mengacu kepada alur penyiapan inovasi teknologi pertanian sesuai Permentan Nomor 03/Kpts/OT.060/1/2005 tentang Pedoman Penyiapan dan Penerapan Teknologi Pertanian. Sesuai Permentan tersebut, penciptaan inovasi teknologi dilakukan melalui serangkaian tahapan kegiatan yang dilaksanakan di UK/UPT. Balitbangtan sangat berperan dalam mendukung pencapaian sasaran strategis Kementan terutama untuk swasembada berkelanjutan tujuh komoditas strategis dan peningkatan produksi komoditas strategis lainnya lmelalui penciptaan inovasi teknologi. Peran Balitbangtan menjadi semakin penting dan strategis sejalan dengan agenda NAWA CITA (agenda prioritas Kabinet kerja) yang secara tegas mengamanatkan bahwa pembangunan pertanian lima tahun ke depan diarahkan untuk mewujudkan kedaulatan pangan.

Download pdf file(2.071 KB)
  • KERJA SAMA PENELITIAN BADAN LITBANG PERTANIAN 2016

Mandat Balitbangtan dalam era pembangunan yang makin kompetitif adalah penciptaan teknologi pertanian terapan (applied technologies), teknologi pertanian yang memiliki nilai tambah ekonomi tinggi (advanced technologies), dan juga inovasi lainnya. Di samping itu, Balitbangtan juga mewujudkan perannya dalam pembangunan pertanian (impact recognition) dan nilai ilmiah tinggi (scientific recognition) untuk pencapaian status sebagai lembaga penelitian berkelas dunia (a world class research institution). Eksistensi Balitbangtan, tentunya tidak terlepas dari perubahan lingkungan strategis baik internal maupun eksternal, yang harus dijawab dengan meningkatkan prioritas dan kualitas hasil litbang dengan berorientasi pasar baik domestik maupun internasional dan berdaya saing tinggi. Guna menjawab kesemuanya itu, ke depan Badan Litbang Pertanian perlu meningkatkan kerja sama/networking baik dengan pemerintah daerah, lembaga penelitian, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, dan pelaku usaha nasional maupun internasional (Renstra Balitbangtan 2010 - 2014).

Kerja sama penelitian diperlukan oleh Balitbangtan karena bermanfaat untuk optimalisasi penggunaan sumber daya, menghindari tumpah-tindih penelitian, meningkatkan kualitas penelitian, mengefektifkan diseminasi hasil penelitian, menghasilkan output yang nyata seperti: HKI, jurnal/publikasi ilmiah, dan paten serta manfaat yang dihasilkan dapat dirasakan oleh stakeholders khususnya para petani. Ketahanan pangan, perubahan iklim, dan keanekaragaman hayati merupakan isu penting yang harus disikapi dalam menjalin kerja sama penelitian.

Download pdf file (1.382 KB)

  • HASIL PENELITIAN BADAN LITBANG PERTANIAN 2016

Balitbangtan telah menghasilkan berbagai inovasi teknologi untuk mendukung sistem usaha pertanian yang efisien, dengan memanfaatkan sumber daya pertanian secara optimal guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dinamika lingkungan strategis domestik dan global sektor pertanian memotivasi Balitbangtan untuk meningkatkan hasil-hasil penelitian, pengkajian, dan pengembangan pertanian. Balitbangtan setiap tahunnya dapat menghasilkan varietas unggul, galur benih/bibit, teknologi, rekomendasi kebijakan, publikasi atau Karya Tulis Ilmiah (KTI). Capaian kinerja Balitbangtan selama kurun waktu 2010-2015 telah melampaui target yang telah ditetapkan. Bahkan target renstra yang dicanangkan dalam periode 2010-2016 untuk beberapa output dapat terealisasi pada tahun 2015. Capaian hasil penelitian Balitbangtan dapat diklasifikasikan menjadi beberapa output yaitu varietas/galur yang dilepas dengan unggulan baru, teknologi budidaya, panen, pascapanen, sumberdaya lahan dan penyediaan benih sumber. Secara detail capaian Balitbangtan dapat dilihat pada Tabel 7.1 sampai dengan Tabel 7.38. Jumlah varietas yang dilepas oleh Balitbangtan tahun 2016 ada 24 varietas. Sedangkan perkembangan jumlah rekapitulasi varietas yang dilepas oleh Balitbangtan dari tahun 2012 s/d 2016 dapat dilihat pada tabel 7.1. Untuk mengetahui diskripsi varietas yang dilepas oleh Balitbangtan tahun 2016 secara detail dapat dilihat pada tabel 7.2. Pada tabel 7.3 memuat tentang perkembangan jumlah pendaftaran dan sertifikat HKI Balitbangtan dari tahun < 2006 s/d 2016. Tabel 7.4 sampai dengan tabel 7.38 menyampaikan informasi tentang daftar invensi Balitbangtan yang telah dimohonkan perlindungan paten dan yang telah bersertifikat maupun yang belum, daftar hak cipta Balitbangtan yang dimohonkan perlindungan hak cipta dan telah bersertifikat maupun yang belum, daftar merk Balitbangtan yang telah dimohonkan perlindungan merk dan telah bersrtifikat maupun yang belum, kerjasama lisensi, rekomendasikebijakan, paket teknologi, paket diseminasi, produksi dan distribusi benih sumber UPBS, aksesi plasma nutfah, jumlah KTI nasional maupun Internasional yang dihasilkan oleh Balitbangtan tahun 2012 s/d 2016.

Download pdf file(2.468 KB)