Tahukah Anda

No 1-5 dari 246

Cara Membuat Arang Sekam

Arang sekam merupakan media yang saat ini sering digunakan dalam perbenihan tanaman khususnya krisan, dalam pembuatannya diperlukan alat dan bahan agar proses pembuatan sekam arang dapat memperoleh hasil maksimal.

Alat yang digunakan terdiri dari tungku pembakaran dan selang atau gembor air. Sedangkan bahan pembuatan terdiri dari Sekam mentah, kayu bakar, air (sumber air dari kran atau memakai gembor) dan sekop.

Cara membuat sekam arang diawali dengan menyalakan api di dalam tungku pembakaran kemudian timbunkan sekam mentah pada tungku. Pastikan asap keluar dari cerobong hingga pembakaran sempurna setelah itu diamkan sekam sampai berwarna hitam hingga ke tepi timbunan.

Bila sekam sudah hampir rata berwarna hitam, aduk sekam yang belum terbakar ke bagian dalam timbunan hingga sekam berwarna hitam dan bila semua sudah berwarna hitam, bongkar timbunan arang sekam yang diikuti penyiraman air pada pada timbunan arang sekam pastikan arang sekam menjadi basah dan bara api mati supaya sekam tidak menjadi abu. (Tds)

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Hias

Cara Membuat Pupuk Kompos Daun

Ada banyak sekali pilihan pupuk yang bisa digunakan dan salah satu pupuk yang dibuat secara alami dan natural adalah pupuk kompos. Pupuk kompos merupakan sebuah pupuk yang berasal dari berbagai benda-benda organik dan memiliki banyak kandungan nutrisi yang bermanfaat. Proses pembuatan pupuk kompos sendiri cukup beragam, dan salah satu cara membuat pupuk kompos Anda sendiri adalah dengan menggunakan dedaunan.

Untuk mengetahui cara mudahnya, Anda bisa mengikuti proses seperti berikut:

Pertama-tama, siapkanlah sebuah wadah yang berukuran sedikit besar seperti tong tempat sampah yang memiliki tutup. Gunakan tempat yang memiliki tutup supaya kelembaban di dalamnya bisa terjaga dan kompos bisa terbuat secara sempurna. Kumpulkanlah dedaunan yang sudah mengering dan masukkan ke dalam tempat sampah yang sudah Anda siapkan sebelumnya dalam jumlah minimal seperempat dari ukuran tempat sampah.

Tumpuklah daun-daun yang mengering tersebut dengan menggunakan serat potongan kayu, potongan daun, hingga sampah buangan makanan ke dalamnya hingga tertutup merata. Tutup kembali dengan daun-daun kering dan buatlah lapisan baru di atas serat tipis sebelumnya.

Periksa campuran kompos secara berkala, Anda bisa menambahkan air apabila campuran kompos terlihat mengering. Sebaliknya, apabila campuran kompos Anda terlalu lembab dan basah, tambahkan daun-daun dan kayu kering ke dalamnya.

Kompos yang sudah siap untuk digunakan bisa terlihat dari warnanya yang berubah menjadi hitam gelap, kering dan memiliki tekstur yang hancur apabila dipegang. Aroma yang dikeluarkannya juga seperti aroma tanah dan tidak terdapat bau busuk yang menyengat.

Kompos yang terbuat dari campuran dedaunan biasanya bisa membuat tanah mempertahankan kelembaban dan membuat Anda tidak perlu terlalu sering menyiram tanaman. Pupuk kompos daun juga bisa membuat tanaman terhindar dari serangan serangga dan hama yang berbahaya. (Tds)

Sumber: rumah.com

7 Tanaman yang Paling Cepat Berbuah yang Bisa Ditanam di Kebun

Tahukah Anda, ada beberapa jenis tanaman yang berbuah paling cepat dan bisa segera dipetik. Tanaman ini bisa ditanam di kebun atau halaman rumah.

1. Buah persik

Di Indonesia, buah persik memang jarang dijumpai, karena buah ini biasanya tumbuh di Tiongkok, Yunani, Italia atau Spanyol. Buah persik biasanya tumbuh di atas ketinggian 4800 kaki atau setara dengan 1463 meter di atas permukaan laut. Oleh karena itu, buah ini tidak cocok ditanam di tempat yang beriklim hangat dan panas.

Ketinggian tanam untuk buah persik lebih rendah dari apel yang tumbuh di ketinggian 1.500-2.700 meter di atas permukaan laut. Pohon yang baru ditanam akan menghasilkan buah dalam 4-5 tahun ke depan dan membutuhkan waktu 3-5 bulan untuk dipanen sejak bunganya diserbuki.

2. Buah pir

Dalam satu musim panen, satu pohon bisa menghasilkan sekitar 50 pound buah pir atau setara dengan 22,6 kilogram. Sejak bunga diserbuki, perlu waktu sekitar 115-165 hari untuk panen buah piratau sekitar 3-5 bulan untuk bisa memetik buahnya langsung dari pohon.

Pohon buah pir juga bisa hidup hingga usia 75 tahun atau lebih, sehingga buahnya bisa dinikmati dari generasi ke generasi. Namun, buah pir hanya cocok ditanam di ketinggian di atas 1600 kaki (487 meter di atas permukaan laut). Selain itu, suhu tanam paling ideal adalah di bawah 7°C.

3. Buah belimbing manis

Kalau yang ini, pasti cocok ditanam di Indonesia! Kita pun sering menjumpai pohon belimbing dengan buah yang lebat di mana-mana. Menurut laman University of Florida, habitat asli buah belimbing manis memang dari Asia Tenggara. Menariknya, buah belimbing manis bisa dipanen setiap 2-3 kali dalam setahun.

Pohon ini bisa menghasilkan buah setelah ditanam selama 10-14 bulan, cepat juga, ya? Dalam setahun, pohon ini bisa menghasilkan 4,5 sampai 18 kilogram buah belimbing manis. Kamu bisa menanam pohon belimbing manis di ketinggian 0-1.200 meter dari permukaan laut. Perawatannya pun mudah.

4. Buah mangga

Sama seperti buah belimbing manis, pohon mangga bisa kita jumpai dengan mudah. Pohon mangga tumbuh dengan baik di ketinggian rendah. Tetapi, mangga membutuhkan lahan yang luas karena pohon ini bisa tumbuh dengan ukuran yang besar. Menurut laman Gardening Know How, pohon ini bisa tumbuh hingga tinggi 30-100 kaki (9-30 meter).

Semenjak bunganya diserbuki, butuh waktu 3-5 bulan untuk memanen buah mangga. Dengan catatan, ini bergantung pada varietas dan kondisi cuaca, tidak bisa disamaratakan. Pohon buah mangga cocok ditanam di dataran rendah. Ketinggian maksimal yang cocok untuk pohon buah mangga adalah 1.200 meter dari permukaan laut.

5. Belimbing wuluh

Belimbing wuluh alias belimbing sayur mudah dijumpai di Indonesia. Tanaman ini sering dijadikan sayur, seperti untuk masakan garang asem, pepes ikan, asem-asem, tumis ikan asin dan sebagainya. Pohon belimbing wuluh bisa tumbuh hingga tinggi 50 kaki atau setara dengan 15,2 meter.

Setelah berbunga, pohon ini akan berbuah dalam waktu 50-60 hari atau 2 bulan saja. Pohon ini rata-rata akan berbuah sebanyak 2 kali dalam setahun. Belimbing wuluh bisa tumbuh dengan baik di ketinggian antara 300-3.500 kaki (91-1.066 meter dari permukaan laut).

6. Mentimun

Menanam mentimun jauh lebih mudah dari menanam buah lain yang telah disebutkan sebelumnya. Tak perlu lahan yang luas, bahkan bisa menanam mentimun di pot. Suhu paling baik untuk menanam mentimun adalah 15°-32°C dan bisa tumbuh dengan baik di daerah dataran rendah.

Waktu yang diperlukan 55-65 hari sejak disemai untuk memanen mentimun. Lebih baik, tanaman mentimun ditanam di bawah paparan sinar matahari langsung agar pertumbuhannya maksimal. Perlu dicatat, tanah harus selalu lembap dan disiram air secara rutin, karena 95 persen dari mentimun terdiri dari air.

7. Daun bawang

Daun bawang bisa ditanam di rumah. Daun bawang bisa dipanen dalam waktu 20-30 hari setelah ditanam. Perawatannya pun mudah, cukup menyirami dengan air secara rutin. Jangan lupa untuk memberikan pupuk juga agar pertumbuhannya lebih maksimal.

Daun bawang bisa tumbuh hingga 6-8 inci atau setara dengan 15-20 cm. Sementara, suhu terbaik untuk menanam daun bawang adalah 68-77°F (20-25°C). (Tds)

Sumber: IDN Times

Bioseburity Pada Ternak Unggas

Tahukah Anda, biosecurity pada tanaman ternak adalah usaha yang dilakukan  untuk mencegah masuknya bibit penyakit dari luar ke dalam pada peternakan. Komponen utama  biosecurity adalah isolasi, pengaturan lalulintas dan  sanitasi.

Isolasi adalah memisahkan ternak dari bibit penyakit, dari ayam sakit,  dan perlakuan pada ayam mati. Pengaturan lalu lintas adalah pemeliharaan diutamakan all in all  out. Jika tidak, sebaiknya masuk ke  kandang ayam muda baru ayam  dewasa, ayam sehat baru sakit  kemudian. Sanitasi adalah pembersihan dan desinfeksi secara  teratur,

Agen penyakit terdiri dari mikroorganisme berupa virus bakteri parasit (endo dan ekso) dan . fungi. Adanya penyakit dipengaruhi oleh tiga faktor agen yaitu: penyakit, inang dan lingkungan.

Ruang lingkup  biosecurity adalah membersihkan adanya penyakit tertentu; memberikan kondisi lingkungan yang layak bagi kehidupan ayam; mengamankan keadaan produk yang dihasilkan dan mengamankan risiko bagi konsumen dan karyawan yang terlibat dalam tata laksana peternakan ayam.

Tahapan biosecurity adalah minimalisir pengunjung atau tamu;  hindari berkunjung ke peternakan unggas lain;  hindari hewan liar kucing anjing musang masuk ke area kandang unggas;  pengendalian hama rodent dan serangga;  pemeriksaan kondisi ternak setiap hari ; kondisi kandang maksimum ventilasi liter kering suhu kandang dan menjaga kebersihan lingkungan.

Masuk nya agen penyakit dengan cara melalui masuknya DOC yang terinfeksi (transmisi vertical); masuknya ayam yang baru sembuh tapi masih carier; elalui telur dari flok pembibit yang terinfeksi; terbawa melalui  sepatu,  pakaian barang  bawaan  pekerja; terbawa melalui  debu, sayap, manure dan peralatan  kandang dan melalui vektor (rodent, serangga, burung liar.

Biosecurity pakan  adalah mengurangi atau menghilangkan dampak resiko  kesalahan formula pakan; pengawasan kualitas bahan baku (kadar air, kadar  alfatoksin, analisis proksimat); melakukan upaya pencegahan munculnya jamur  pada pakan; melakukan sanitasi truk pengangkut pakan dan memperhatikan masa penyimpanan bahan baku  atau pakan jadi

Sanitasi dan desinfeksi dilakukan dengan cara pengangkatan liter dan manure,  pencucian kandang  dan desinfeksi kandang.  Pengangkatan liter dan manure adalah mengangkat  liter atau manure jauh dari kandang atau ke tempat penampungan. Pencucian kandang adalah mencuci seluruh lantai kandang, peralatan pakan, dan minum dengan sabun dan desinfektan. Desinfeksi kandang dengan menggunakan disinfektan yang kuat dan larut dalam air. (REP)

Sumber: Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan

6 Durian Lokal Banyak Diincar

Indonesia memiliki beragam durian unggul yang kerap dicari maniak durian. Setidaknya, ada enam durian lokal yang banyak diburu oleh kalangan pehobi durian, antara lain durian keju, mbenda, ErTe, sirouf, simimang, dan mertosono.

Durian keju

Durin keju mempunyai ciri antara lain rasa dominan manis, warna daging kuning, tekstur berkrim, dan biji bernas. Durian keju berasal dari Dusun Dirun, Desa Singamerta, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Musim panen durian keju pada September, sedangkan panen raya pada Januari dan Februari. Harga durian keju Rp75.000 per kilogram.

Durian mbenda

Durian mbenda berciri-ciri rasa manis pahit, warna daging kekuningan, dan 75% biji kempis. Durian ini berasal dari Dusun Dirun, Desa Singamerta, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Musim panen durian mbenda pada September, sedangkan panen raya pada Januari dan Februari. Harga durian ini Rp115.000 per kilogram.

Durian ErTe

Durian ErTe memiliki rasa manis sedikit pahit, warna daging kuning sedang, biji bernas dan kempis. Durian ErTe berasal dari Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Musim panen pada September, sedangkan panen raya pada Januari dan Februari. Harga durian ini Rp80.000 per kilogram.

Durian sirouf

Durian sirouf bercita rasa manis pahit seimbang, warna daging kuning, dan biji bernas. Asal durian ini dari Dusun Dirun, Desa Singamerta, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Musim panen pada September, panen raya jatuh pada Januari dan Februari. Harga durian sirouf Rp150.000 per kilogram.

Durian simimang

Durian simimang mempunyai ciri rasa manis pahit seimbang, warna daging kuning pekat, dan biji kempis. Durian simamang berasal dari Dusun Mimang, Desa Pekauman, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara. Musim panen pada September, sedangkan panen raya pada Januari dan Februari. Harga durian ini Rp80.000 per kilogram.

Durian mertosono

Durian mertosono memiliki cita rasa manis pahit seimbang, warna daging kuning cerah, dan biji kempis. Asal durian ini dari Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Musim panen pada September, panen raya pada Januari dan Februari. Harga durian ini Rp200.000 per kilogram. (Tds)

Sumber: Trubus.id