Tahukah Anda

No 1-5 dari 185

Mengkudu, Si Pahit Kaya Manfaat

Mengkudu merupakan buah-buahan berwarna hijau yang banyak ditemukan di Australia, India, dan Asia Tenggara, termasuk di Indonesia. Di Indonesia, buah ini memiliki banyak nama seperti keumeudee (Aceh); mengkudu (Lampung); pace, kemudu, kudu (Jawa); cangkudu (Sunda); kodhuk (Madura); tibah (Bali).

Sedangkan di luar negeri, buah ini juga memiliki nama populer seperti noni (Hawai‘i), Indian mulberry (English), lada (Guam, Northern Marianas), nono (Cook Islands, Tahiti), non (Kiri- bati), nonu, nonu atoni, gogu atoni (Niue, Samoa, Tonga, Wallace, Futuna), nen, nin (Marshall Islands, Chuuk), ke- sengel, lel, ngel (Palau), kura (Fiji), canary wood (Australia).

Tanaman ini dapat tumbuh dari dataran rendah sampai dataran tinggi, iklim kering maupun iklim basah, tanah masam atau berbatu, dan tahan terhadap salinitas.

Buah ini mengandung zat Scopoletin pada mengkudu bermanfaat untuk melebarkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah; anti bakteri dan anti jamur; antiinflamasi; analgesik; penghambat histamin; kondisi rematik; alergi; gangguan tidur; sakit kepala migrain; depresi; penyakit Alzheimer.

Sedangkan Anthraquinones (damnacanthal) : antiseptic dan anti bakteri hingga anti kanker. Kandungan polysaccharides (glucuronic acid; galactose; arabinose; rhamose; glycosides; trisaccharide fatty acid ester)  juga dapat digunakan sebagai pembangkit imun (Immuno-stimulatoryimmuno-modulatory; anti-bacterial; anti-tumor hingga anti kanker.

Zat Alizarin dalam mengkudu bisa memutus darah dari pembuluh ke tumor. Sedangkan kandungan Alkaloids (xeronine) bisa mengaktifkan enzim-enzim dan mengatur pembentukan protein pada membran sel dalam tubuh, hingga memperbaiki sel rusak.

Kemudian ada zat Morindon yang digunakan sebagai pencahar di kolon, bersifat antibakteri serta dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Pemanfaatan mengkudu dalam pengobatan tradisional sebagai obat tekanan darah tinggi, antioksidant, beri-beri, radang ginjal, radang empedu, radang usus, radang amandel, menghambat pertumbuhan tumor,menghambat sel yang menyebabkan kanker, melancarkan kencing, disentri, sembelit, nyeri limpa, limpa bengkak hingga sakit lever.

Tak hanya itu, mengkudu bisa mengobati liur berdarah, kencing manis (diabetes melitus), cacingan, cacar air, kegemukan (obesitas), sakit pinggang (lumbago), sakit perut (kolik), perut mulas karena masuk angin.

Sedangkan untuk kecantikan, mengkudu bisa digunakan untuk kulit kaki yang terasa kasar (pelembut kulit), menghilangkan ketombe, antiseptik, peluruh haid, pembersih darah.

Pemanfaatan mengkudu dapat dimakan langsung dan dapat dibuat menjadi jus. Rebusan buah serta kulit batang atau akar dapat digunakan digunakan untuk mencuci luka dan ekzema (eksim).

 

Sumber: Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Kenali Delima, Salah Satu Jenis Buah Subtropika

Delima (P. granatum L.) merupakan salah satu jenis buah-buahan (edible fruit) tertua yang pernah ditemukan. Delima merupakan salah satu tanaman buah yang telah lama dikenal seiring dengan perkembangan peradaban manusia, terutama pada daerah-daerah beriklim agak kering hingga kering.

Tanaman delima diperikirakan berasal dari daratan Persia dan daerah sekitarnya. Spesies-spesies liarnya banyak tumbuh alami di daerah Transcaucasia dan Asia Tengah dari Iran, Turkmenistan hingga bagian utara India. Delima dapat tumbuh pada berbagai tipe tanah kecuali pada tanah-tanah dengan pH terlalu tinggi atau tanah salin. Tanaman delima menghendaki tanah dengan drainase baik dan tidak telalu padat untuk perkembangan akar yang optimal.

Biasanya buah delima dimakan bentuk buah segar maupun minuman dan dikenal mengandung antioksidan yang baik untuk tubuh. Buah delima mempunyai kandungan senyawa kimia yang beragam dan berguna untuk pengobatan dan kesehatan manusia. Buah yang sudah masak mengandung sejumlah asam organik seperti asam sitrat, malat, oksalat, asetat, fumarat, tartarat dan laktat dan gula seperti glukosa, fruktosa, sukrosa dan maltose.

Hingga kini belum terdapat data yang akurat perihal luasan tanam dan panen tanaman delima di Indonesia. Tanaman delima umumnya masih dibudidayakan secara sederhana dalam pekarangan dan tidak dalam skala besar, sehingga potensi pengembangan secara lebih komersial masih sangat luas.

 

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika

Kluwak Perpanjang Masa Simpan Daging

Kluwak, sebuah kata yang tidak asing lagi didengar, merupakan salah satu bahan rempah pelengkap masakan rawon dari asal Jawa Timur. Selain untuk bahan masakan, kluwak ternyata dapat memperpanjang masa simpan daging.

Kandungan alami kluwak membuatnya tidak berbahaya untuk kesehatan tubuh dan mengandung berbagai senyawa yang dapat memperpanjang masa simpan produk pangan hewani. Serbuk dan ekstrak biji kluwak mengandung senyawa minyak atsiri, sterol, asam lemak, flavonoid, tanin dan saponin.

Penelitian telah dilakukan untuk mengetahui level terbaik marinasi menggunakan kluwak fermentasi 40 hari pada masa simpan yang berbeda terhadap pH, kadar air, warna dan tekstur daging domba.

Penelitian dimulai dengan merendam daging domba dalam marinasi kluwak fermentasi dengan level berbeda 0%, 3%, 6% dan 9%. Kemudian disimpan dalam waktu yang berbeda yaitu 12 jam, 24 jam dan 36 jam. Bahan yang digunakan adalah kluwak yang telah difermentasi selama 40 hari kemudian diangin-anginkan dan dipanaskan selama 1-2 hari. Kemudian dikeringkan dengan menggunakan oven dan diblender sampai halus.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi marinasi kluwak pada masa simpan yang berbeda berpengharuh sangat nyata terhadap warna daging dan pH daging. Namun tidak mempengaruhi kadar air dan tekstur daging domba, sehingga kualitas daging tetap dapat dipertahankan. 

Penggunaan teknologi marinasi kluwak fermentasi dengan level 3-9% pada masa simpan 12 - 36 jam memberikan kualitas daging domba yang cukup baik ditinjau dari nilai pH, warna, kadar air, dan tekstur daging domba.(REP)

 

Sumber: Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan

Emposan?

Emposan berasal dari kata ‘empos’ yang bermakna tiup, hembus, atau semprot. Emposan berarti alat untuk menghembuskan. Di dunia pertanian emposan merujuk pada alat untuk mengatasi hama tikus. Bahan aktif pembunuh tikus didorong dengan emposan agar masuk ke dalam lubang tikus sehingga tikus mati di dalamnya.

Emposan dirancang berbentuk tabung seperti knalpot motor. Emposan beragam mulai dari yang sederhana dengan tenaga kipas manual, baterai, aki, gas, hingga dirancang lebih canggih dengan mesin berbahan bakar bensin atau diesel. mirip mesin pengasap nyamuk.

Bahan aktif yang digunakan untuk membunuh tikus dengan emposan manual biasanya belerang. Ia dicampur dengan jerami kering lalu dibakar sehingga menimbulkan asap. Kipas lalu diputar sehingga menghasilkan udara yang mendorong asap ke dalam liang tikus. Pada musim yang tidak terlampau kering emposan sangat efektif mengatasi tikus.

Namun, di musim kemarau rekahan tanah yang kering menjadi kendala teknik emposan. Asap yang didorong masuk ke liang tikus bocor karena keluar melalui rekahan. Tikus yang berada di ujung liang tikus dapat menghindari serbuan asap. Bila demikian, mengatasi tikus harus dipadukan dengan teknik lain misalnya dengan perangkap atau anjing pemangsa tikus. (Destika Cahyana, SP)

 

Sumber: Balai Penelitian Lahan Rawa

Sambiloto Tanaman yang Banyak Khasiatnya

Mungkin nama sambiloto sudah pernah terdengar di telinga. Ya, sambiloto dikenal sebagai tanaman obat yang cukup tenar di Indonesia. Mengapa? Tanaman yang banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan baku campuran jamu ini ternyata mengandung banyak khasiat. Seperti, dapat mengatasi beberapa penyakit yang disebabkan oleh virus, serta mengatur dan memacu daya tahan tubuh.

Tanaman yang terkenal di dunia internasional dengan nama “king of bitter” atau raja pahit ini mengandung laktone yang terdiri dari deoksi andrografolid, andrografolid, flavonoid, alkane, keton, aldehid, mineral (kalium, kalsium, natrium), asam kersik, dan dammar. Senyawa utama yang dihasilkan tanaman sambiloto adalah Andrografolid.

Senyawa Andrografolid tersebut bermanfaat dalam mengatasi berbagai penyakit antara lain terhadap sel kanker dan antitumor, antihepatoprotektif, antiinflamasi, antioksidan, antidiabetes (menurunkan gula darah), antimalaria, dan antimikrob (antibakteri, antifungi, dan antiviral).

Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak sambiloto merupakan alternatif dalam menyembuhkan infeksi bagian atas saluran pernafasan. Seperti diungkap Peneliti Balitbangtan Gusmaini, senyawa andrographolide tersebut terdapat di dalam bagian atas jaringan tanaman yaitu daun, batang, bunga, dan kandungan tertinggi terdapat pada daun.

Sambiloto juga termasuk cepat berproduksi, dari tanam hingga panen memakan waktu sekitar 2.5 – 4 bulan tergantung iklim. Lalu, perbanyakan tanaman ini dapat melalui biji atau setek dengan lingkungan tumbuh yang cukup luas yaitu dari dataran rendah hingga menengah, kisaran ketinggian tempat 1-700 m dpl.

Selama pertumbuhan tanaman sambiloto menghendaki banyak sinar matahari. Namun demikian tanaman ini masih toleran tumbuh dan berproduksi kondisi pada ternaungi maksimal 30%. Jika budidaya dilakukan dengan kondisi naungan diatas 30%, maka mutunya cenderung menurun.

Gusmaini juga menerangkan kalau sambiloto ditanam pada saat iklim kering atau musim kemarau maka tanaman akan cepat berbunga, sehingga perlu segera dipanen. Tetapi bila ditanam musim hujan akan lambat berbunga dan lebih banyak pertumbuhan daun.

Ciri tanaman sambiloto untuk siap dipanen yaitu ditandai dengan akan munculnya bunga atau sebelum bunga mekar. Budidaya sambiloto tidak memerlukan lahan yang luas, pada lahan yang sempit atau di pekarangan rumah pun bisa dilakan dengan menanam di dalam pot. (Tds/Balittro)

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat