Tahukah Anda?

Halaman 1 dari 32
No 1-5 dari 160

Beras Medium

Kelas mutu medium I mensyaratkan adanya kandungan beras kepala sebesar minimal 78% dan beras patah maksimal 20% dengan derajat sosoh 95% dan kadar air beras maksimal 14%. Pada kelas mutu medium ini masih diperbolehkan adanya cemaran dengan persentase yang sangat kecil berupa butir menir (2%), butir merah (2%), butir kuning/rusak (2%), butir kapur (2%), butir gabah (1%), dan benda asing lainnya (0,02%). Semakin turun kelas mutu beras ke medium II dan medium III, maka semakin turun pula persyaratan persentase beras kepala dan derajat sosoh, serta semakin tinggi persentase cemaran yang diperbolehkan.

Sumber: Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Beras Premium

Kelas mutu premium merupakan mutu terbaik dimana karakternya ditentukan oleh kandungan beras kepala sebesar minimal 95% dan beras patah maksimal 5% dengan derajat sosoh 100% dan kadar air beras maksimal 14%. Beras kepala didefinisikan sebagai butir beras yang minimal berukuran 0,8 bagian dari butir beras utuh. Sebaliknya, beras patah didefinisikan sebagai butiran beras dengan ukuran 0,2 – 0,8 bagian dari butir beras utuh. Jika butir patah itu lebih kecil dari 0,2 bagian dari butir beras utuh, maka butiran ini disebut dengan menir. Derajat sosoh didefinisikan sebagai banyaknya kulit ari (lapisan aleurone) beras yang terkelupas pada saat penyosohan.

Sumber: Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Bagaimana Menentukan Jenis Kelamin Anak Itik dari Warna Bulunya

Untuk Itik Master atau Itik MA, anak itik (DOD) umur 1 hari dapat ditentukan jantan atau betina hanya dengan melihat warna bulunya. DOD yang warna bulunya cerah betina sedangkan yang warna bulunya gelap jantan

Sumber: Puslitbangnak

Apakah itu Surjan?

Surjan adalah salah satu nmodel penataan lahan di daerah pasang surut yang berfungsi untuk mengoptimalkan penggunaan lahan dan meningkatkan diversifikasi usaha tani. Penerapan surjan dapat meningkatkan pendapatan petani serta mengurangi resiko kegagalan panen. Surjan mengadung pengertian meninggikan sebagian tanah di permukaan dari tanah yang digali di sekitarnya secara memanjang berbentuk surjan. Bagian tanah atau lahan yang ditinggikan disebut guludan/tembokan/borongan (raised bed), sedangkan bagian tanah yang digali disebut tabukan (sunken bed). Lahan tabukan ditanami padi, sedangkan guludan ditanaman tanaman palawija, hotikultura atau tanaman tahunan.

Sumber: BBSDLP, 2016

Teknologi Embung

Embung adalah kolam yang berfungsi menampung air saat musim hujan. Limpasan air saat musim hujan ditampung ke dalam Embung melalui saluran-saluran air untuk persediaan air di musim kemarau. Embung sudah lama dikembangkan di daerah lahan kering beriklim kering, dan menjadi salah satu teknologi ketidakpastian iklim pada lahan sawah tadah hujan. Melalui pasokan air dari Embung maka tanaman padi terhindar dari kekeringan dan puso. Manfaat Embung: - Menyimpan air yang berlimpah saat musim hujan, sehingga aliran permukaan, erosi tanah dan bahaya banjir di daerah hilir dapat dikurangi

- Memenuhi kebutuhan air pada lahan tadah hujan saat musim kemarau.

- Menunjang pengembangan usaha tani di lahan kering (tanaman pangan, perikanan, dan peternakan)

- Memasok kebutuhan air rumah tangga.

Sumber: BBSDLP, 2016