Tahukah Anda

No 11-15 dari 207

Mesin Panen Padi Indo Combine Harvester Mampu Menggantikan Tenaga Kerja Panen Sekitar 50 HOK/ha

Mesin panen padi Indo Combine Harvester telah dikembangkan oleh Badan Penelitian dan pengembangan pertanian (Balitbangtan) melalui unit kerja Balai Besar Pengembangan Mekanisasi pertanian (BBP Mektan), untuk mendukung pencapaian program swasembada beras nasional melalui usaha penurunan susut hasil panen. Kemamp[uan kerja mesin panen padi Indo combine harvester tersebut mampu menggabungkan kegiatan potong-angkut-rontok-pembersihan-sortasi-pengantongan dalam satu proses kegiatan yang terkontrol. Adanya proses kegiatan panen yang tergabung dan terkontrol menyebabkan susut hasil yang terjasi hanya sebesar 1,87% atau berada di bawah rata-rata susut hasil metode "gropyokan" (sekitar 10%). Sedangkan tingkat kebersihan gabah panen yang dihasilkan oleh mesin tersebut mencapai 99,5%. Mesin padi indo combine harvester yang dioperasikan oleh 1 orang operator dan 2 pembantu mampu menggantikan tenaga kerja panen sekitar 50 HOK/ha. Kapasitas kerja mesin mencapai 4-6 jam per hektar.

Ciri pembeda mesin panen padi indo combine harvester ini adalah pada gaya tekan mesin ke permukaan tanah sebesar 0,13 kg/cm2, sedangkan mesin-msein yang ada di pasaran sebesar 0,20 kg/cm2. Makin kecil nilai gaya tekan mesin ke permukaan tanah akan memperkecil peluang terjadinya mesin terperosok ke dalam tanah. Pertimbangan ini sangat penting karena umumnya kondisi swah di Inonesia memiliki fasilitas infrastruktur drainasenya kurang bagus sehingga tanahnya lembek. Selain itu dengan lebar kerja1,2 meter mesin indo combine harvester sangat cocok untuk petakan sawah yang sempit.

Sebagai suatu bentuk teknologi, mesin indo combine harvesterdalam penerapannya juga perlu memperhatikan kondisi sosial ekonomi budaya petani setempat. Hal ini untuk menghindari adanya proses penggusuran tenaga kerja petani karena penerapan alat dan mesin pertanian adalah sebagai suplemen, sibtitutor dan/atau faktor komplenmen dalam proses produksi dengan memperhatikan kondisi sosial budaya masyarakat setempat. Oleh karena itu pengembangan mesin indo combine harvester justru diharapkan dapat membuka peluang bisnis pada jasa sewa mesin di perdesaan.

Sumber: Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian

Tipe Kelinci Ada dua

Kelinci dapat dibagi menjadi dua berdasarkan tipenya. Tipe pertama kelinci hias dan tipe kedua kelinci pedaging. 

Sebagai pedaging, kelinci dapat diandalkan menjadi penyedia daging yang berkualitas.  Dagingnya mengandung protein tinggi dan rendah kolesterol serta rendah asam lemak jenuh. Daging kelinci biasa diolah menjadi nuget, baso, sosis, rollade, dendeng  dan abon.

Kulit bulu kelinci juga bisa diolah menjadi tas, asesoris seperti gantungan kunci, boneka, jepit rambut, tas, selendang, sepatu bayi dan sarung tangan. Bahkan kotorannya pun bisa dijadikan pupuk yang bermutu tinggi.

Sumber: Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan

Jaboticaba

Jaboticaba (Plinia cauliflora (Mart.) Kausel) atau anggur pohon, berasal dari istilah ‘Tupi term, jabotim, for turtle’ yang berarti ‘like turtle fat’, yang mungkin merujuk pada istilah bubur buah. Tanaman anggur pohon dibudidayakan oleh petani di wilayah selatan Brasil.

Buah ini biasanya panen satu hingga dua kali dalam satu tahun, memerlukan waktu 5 – 6 bulan untuk proses pertumbuhan dan satu bulan untuk proses pengerasan (hardening) sebelum tanaman cukup kuat untuk dipindahkan ke kebun.

Jaboticaba ditemukan di wilayah Barat Daya Negara Bagian Paraná (Brasil), di sebagian Hutan ‘Araucaria’. Tanaman dewasa Jaboticaba pada area ini setidaknya berjumlah 4.000 tanaman dengan rata-rata ketinggian mencapai 15 meter dan diameter 41 cm.

Tanaman jaboticaba banyak dibudidayakan di kota Casa Branca di State of São Paulo (Brasil) yang tercatat terdapat lebih dari 41.000 tanaman. Di Brasil jaboticaba bekembang mulai daerah tepi pantai sampai dengan ketinggian 3000 kaki. Di California, Jaboticaba sukses berkembang di San Diego, Spring Valley, Bostonia, Encitasm Los Angeles Selatan, San Jose dan San Fransisco.

Tren mengoleksi anggur pohon di Indonesia bermula saat terdengar kabar ada kebunnya di Taiwan. Sebanyak 50 Plinia cauliflora ditanam Pan Liang Hwa di Chou Zhou, Ping Tung, Taiwan, di lahan seluas 4,3 ha.

Sejak itu banyak penangkar berburu bibit ke berbagai negara. Kisaran tahun 2010 diketahui ada anggur pohon berumur lebih 100 tahun di Kebun Raya Cibodas, Cianjur. Tanaman itu diduga sebagai asal tanaman-tanaman bonsai Jaboticaba di Indonesia.

Anggur pohon di Indonesia dikembangkan oleh kolektor-kolektor buah sebagai bahan bonsai, landscaping, dan produksi buah hanya 1-50 tanaman dan tersebar di berbagai daerah.

Kebun Jaboticaba yang terbanyak jumlah tanamannya pada tahun 2010 ada di Blitar sebanyak 3.500 tanaman, dan di Bandung 1.000 tanama. Namun demikian, sampai dengan saat ini belum ada info lebih lanjut tentang pengembangan anggur pohon ini.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika

Mengenal Komponen Utama Combine Harvester dan Fungsinya

Combine harvester adalah salah satu tipe mesin panen yang kegiatan memotong, memegang, merontok dan membersihkan dilakukan sekaligus. Mesin combine harvester dioperasikan oleh dua orang operator, satu operator bertugas untuk mengendalikan mesin combine harvester, operator yang lain bertugas memegang karung pada saat memasukkan gabah ke dalam karung.

Tipe combine harvester berdasarkan cara perontokannya dibagi menjadi dua macam, yaitu tipe whole feeding dimana semua hasil potongan (jerami dan padi) masuk kedalam bagian perontokan (thresher). Tipe whole feeding digunakan untuk memanen gandum, kemudian berkembang dan diadopsi untuk memanen padi, serta tipe Head feed type combine harvester, mesin panen padi dimana hanya bagian malainya yang masuk ke dalam bagian perontok (thresher) sedangkan jerami dijepit oleh bagian pembawa (conveying).

Bagian-bagian dari Combine Harvester  dan fungsinya :

Header Unit, terdiri atas pengarah (reel guide) dan pisau pemotong (cutter bar). Reel guide atau pengarah batang padi berfungsi untuk mengarahkan batang padi ke sistem pemotong (cutting), selain itu memegang batang padi supaya dalam posisi tegak selama proses pemotongan. Komponen pengarah ini sangat membantu dalam keberhasilan proses pemotongan batang padi. Sedangkan pisau pemotong (cutter bar) berfungsi sebagai memotong batang padi. Pisau yang digunakan dirancang khusus agar mampu menahan gaya pantulan yang ditimbulkan oleh batang padi.

Conveyor Unit, berfungsi untuk membawa hasil pemotongan batang padi ke dalam mesin perontok (thresher unit).

Komponen perontok (Thresher Unit), berfungsi untuk memisahkan antara butir gabah dari malainya. Proses pemisahan dikarenakan adanya efek tumbukan antara malai padi dengan gigi perontok pada thresher. Pada pengoperasiannya kecepatan putar drum thresher diatur antara 600-800 rpm. Hal ini untuk meminimalkan kerusakan dan kehilangan butiran gabah pada proses perontokan. Kecepatan putaran drum thresher yang lambat dapat mengakibatkan kehilangan (loss) yang tinggi karena gabah tidak terontok, sebaliknya jika drum thresher terlalu tinggi akan mengakibatkan kualitas gabah hasil rontokan yang jelek karena banyak gabah yang pecah atau patah.

Pemisah dan Pembersih (cleaner and separator) berfungsi untuk memisahkan dan membersihkan butiran gabah dengan jerami setelah proses perontokan. Proses pemisahan dilakukan untuk memisahkan biji gabah masak (mature grain) yang diinginkan dari sekam, jerami, debu dan kotoran, memisahkan biji gabah masak (mature grain) terhadap biji gabah tidak masak (immature grain). Proses pembersihan dilakukan setelah perontokan padi oleh thresher. Dengan menggunakan hembusan udara dari blower akan membersihkan butiran gabah (mature grain) dari jerami, kotoran dan butiran gabah yang tidak matang (immature grain). Untuk mendapatkan tingkat kebersihan yang baik, kecepatan putaran kipas pada blower sebaiknya sebesar 70-300 rpm dan kecepatan angin pada outlet sebesar 4-8 m/s.

Grain Output, merupakan tempat keluarnya gabah bersih hasil pembersihan di dalam cleaner dan separator.

Main Framemerupakan kerangka utama dari combine harvester tempat terpasangnya berbagai komponen-komponen combine harvester.

Transportation Unit, merupakan bagian yang berfungsi untuk beroperasinya combine harvester di lahan.

Driving Panel, bagian kontrol pengoperasian combine harvester di lahan untuk mengendalikan kecepatan, belok dan mengatur tinggi rendahnya bagian header unit.

Engine, merupakan sumber penggerak utama untuk mengoperasikan seluruh komponen-komponen combine harvester dari mulai menggerakkan transportation unit, header unit, Conveyor unit, thresher unit serta cleaner and separator.

Kanopisebagai pelindung operator dari sinar matahari.

Sumber: Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian

Kambing Kosta

Bahwa Kambing Kosta adalah salah satu kambing asli Indonesia. Artinya kambing ini adalah plasma nutfah kekayaan sumber daya genetik ternak lokal Indonesia. Habitat aslinya di Provinsi Banten dan DKI Jakarta.

Salah satu ciri khas kambing Kosta adalah terdapat motif garis yang sejajar pada bagian kiri dan kanan muka. Selain itu terdapat bulu rewos pada bagian kaki belakang namun tidak sepanjang bulu rewos pada kambing ettawa.

Diperkirakan jumlah populasinya sudah semakin terbatas dan berada diambang kepunahan. Hal ini dibuktikan dengan sulitnya mendapatkan pejantan Kosta di daerah sentra kambing tersebut.

Koservasi in-situ merupakan alternatif paling baik karena melibatkan masyarakat peternak kambing. Untuk mengoptimalisasinya, maka pemberdayaan masyarakat peternak perlu ditingkatkan melalui penyuluhan dan sosialisasi.

Saat ini di Loka Penelitian Kambing Potong mempunyai koleksi Kambing Kosta sebanyak 72 ekor.

Sumber: Loka Penelitian Kambing Potong