Varietas » JET 2 AGRIBUN

Komoditas:_ Jarak Pagar
Tahun:2016
Asal: Hasil persilangan provenan dari Kab. Lampung Selatan dengan aksesi plasma nutfah IDN-09-JCUR-0468 asal Takalar, Sulawesi Selatan
Batang: Lingkar: Besar (>12 cm)
Biji: bentuk: Elips
Biji: ketebalan: Sedang (8,5-9,0 mm)
Biji : lebar: Sedang (11-11.5 mm)
Biji: panjang: Pendek (<18 mm)
Biji : warna kulit: Hitam
Bunga : pewarnaan antosianin: Tidak ada
Bunga: rasio bunga betina terhadap bunga jantan: Sedang (1: 19-23)
Bunga : warna kelopak bunga: Hijau kekuningan
Bunga : warna mahkota bunga: Krem
Daun: bentuk daun: Bentuk jantung
Daun: bentuk pangkal daun: Membulat
Daun: bentuk ujung daun: Meruncing
Daun: derajat torehan: lemah
Daun: Intensitas hijau daun pada permukaan atas da: Sedang
Daun: keberadaan torehan: Ada
Daun: lebar: Sedang (13-18 cm)
Daun: panjang: Sedang (12-17 cm)
Daun: rasio panjang/lebar: membulat sedang
Daun: warna daun muda: Hijau kecoklatan
Kadar minyak: 35,80 %
Kapsul: bentuk: Bulat
Kapsul:lebar: Sedang (28-30 mm)
Kapsul:panjang: Sedang (30-34 mm)
Kapsul: rasio panjang/lebar: Sedang (0,90-0,95)
Ketahanan terhadap hama: Moderat tahan terhadap hama P latus
Keterangan: Sesuai untuk lahan kering iklim kering
Pemilik varietas: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Pemulia pengusul: Hadi Sudarmo, Rully Dyah Purwati, Hasnam, M. Machfud
Peneliti Pendukung: Djumali, Emy Sulistyowati, Tukimin S.W., Cece Suhara.
Petiol: Intensitas pewarnaan antosianin pada tangk: Tidak ada/sangat lemah
Petiol: Panjang petiol: Pendek (14 - 20 cm)
Potensi hasil: Rata-rata 1,08 ton/ha, maksimum 2,64 ton/ ha/th
Tanaman : tinggi: Tinggi (>200 cm)
Teknisi Pendukung: M. Rifai, Hariyanto, S.E. Susilowati, Karwo, Mujiono
Toleransi terhadap cekaman kekeringan: Moderat
Keterangan: Jet 2 Agribun berasal dari klon 200711/4, potensi produksi biji kering 2.636,30 kg dengan rata-rata 1.078,70 kg/ha/th (37,00% lebih tinggi dibandingkan IP-3A) berkadar minyak 35,80%, sesuai dikembangkan di wilayah beriklim kering. Dengan keunggulan minyak bijinya yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku Biofuel dan kemampuannya untuk dikembangkan di wilayah beriklim kering, maka kedua varietas unggul jarak pagar ini berpotensi untuk dikembangkan di wilayah Indonesia Timur yang beriklim kering, khususnya daerah-daerah yang masih kekurangan pasokan listrik, karena biofuelnya dapat dimanfaatkan untuk mesin pembangkit listrik.
Status: Komersial
Kontak: Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan