Artikel » Kebangkitan Kembali Jeruk Siam Pontianak

Media:Sinar Tani, 18 Pebruari 2004
Ringkasan:

Jeruk siam Pontianak pernah berjaya pada tahun 1992 dengan luas pertanaman sekitar 21.000 hektar. Kemudian tahun 1994 total produksi menurun karena penurunan luas tanam. Tentunya hal tersebut patut disayangkan karena peranan jeruk dalam meyediakan lapangan kerja cukup besar.

Pemerintah Kabupaten Sambas telah menetapkan jeruk sebagai salah satu produk unggulannya. Tahun 2000-2005 direncanakan dikembangkan tanaman jeruk di lahan seluas 10.000 hektar. Hingga tahun 2002 telah terealisasi 3665 hektar dan pada tahun 2003 ditargetkan sebanyak 2000 hektar. Pengembangan agribisnis jeruk dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan pasar. Untuk itu diselenggarakan program pengelolaan kebun jeruk sehat (PPKJS) dengan melibatkan petani, swasta, LSM, pemda dan lembaga penelitian.

Untuk mengantisipasi masalah pemasaran jeruk di Kalimantan Barat, pemerintah Kabupaten Sambas merencanakan membangun kelembagaan petani berupa Terminal Agribisnis dan Rumah Prosesing. Selain itu, agar jeruk dapat memasuki pasar nasional dan internasional maka promosi harus ditingkatkan dengan mengajak pihak swasta.

Penulis: Ir. Azri, M.Si. (BPTP Kalbar)
Download:PDF (73,8 KB)