Download » Panduan

Pedoman Pengendalian Hama dan Penyakit Kelapa

Kelapa merupakan tanaman perkebunan terluas kedua setelah kelapa sawit komoditas ini sebagian besar merupakan perkebunan rakyat yang diusahakan di kebun maupun di pekarangan secara monokultur dan campuran. Hama dan penyakit utama seperti Oryctes, Sexava dan beberapa cendawan dapat menurunkan produktivitas sehingga merugikan usahatani kelapa. Agar kelapa mampu menjadi sumber pendapatan utama bagi keluarga tani, perlu dipahami pengendalian hama dan penyakit kelapa sehingga produktivitas kelapa dapat optimal.

Panduan Budaya Kerja dan Etika Peneliti, Badan Litbang Pertanian

Peneliti sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) mempunyai tugas dan pekerjaan yang unik dan spesifik serta berbeda dengan tugas dan pekerjaan PNS lain yang lingkup pekerjaanya lebih ke arah pemberian pelayanan kepada masyarakat. Sebagai peneliti ditekankan untuk kreatifitas berpikir, kemampuan menemukan informasi dan teknologi baru serta pemecahan masalah yang dihadapi dalam usaha pertanian. Namun demikian sebagai PNS, peneliti dalam melaksanakan tugasnya tetap dibatasi oleh peraturan yang berlaku. Panduan Budaya Kerja dan Etika Peneliti disusun untuk melengkapi dokumen yang telah ada, dan dimaksudkan untuk memberikan acuan kepada peneliti lingkup Badan Litbang Pertanian dalam melaksanakan kegiatan penelitian agar diperoleh kinerja yang optimal.

Panduan Pengelolaan Laboratorium Diseminasi Lingkup Badan Litbang Pertanian

Pengelolaan laboratorium diseminasi yang tersedia di lingkungan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian pada umumnya meliputi pengelolaan sarana dan prasarana diseminasi hasil litkaji, serta sumber daya manusia dalam diseminasi hasil penelitian dan pengkajian sehingga sumberdaya yang ada tersebaut dapat didayagunakan secara optimal. Panduan ini sebagai acuan bagi pimpinan BPTP dan penanggung jawab laboratorium diseminasi dalam pengelolaan laboratorium untuk menunjang program diseminasi hasil penelitian dan pengkajian.

Panduan Umum Pengelolaan Kebun Percobaan Lingkup Badan Litbang Pertanian

Badan Litbang Pertanian memiliki aset berupa 118 Kebun Percobaan yang beragam dalam hal jenis tanah, luas, dll. Kebun-kebun tersebut tersebar di berbagai wilayah pada kondisi agroklimat yang berbeda-beda. Sebagai salah satu aset yang potensial dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi unit pelaksana teknis, Kebun Percobaan dapat edigunakan sebagai lokasi untuk pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengkajian teknologi, koleksi plasma nutfah atau sumberdaya genetika tanaman dan ternak, pengadaan benih su mber, kebun produksi dan pengembangan agrowidyawisata. Panduan ini disusun sebagai acuan bagi UPT dalam mengelola KP, sehingga kebun percobaan dapat berperan secara optimal dalam mendukungn pelaksanaan tugas pokok dan fungsi UPT.

Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) Kedelai

Badan Litbang Pertanian telah menghasilkan berbagai inovasi teknologi kedelai yang mampu meningkatkan produktivitas antara lain varietas unggul kedelai. Agar berdaya guna dan berhasil guna, disusunlan panduan SL-PTT Kedelai ini untuk dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan berbagai institusi yang kompeten, baik di tingkat pusat, propinsi, kabupaten/kota maupun keceamatan dan bahkan tingkat desa.

Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) Jagung

Kebutuhan terhadap komoditas jagung terus meningkat baik untuk pangan, pakan dan industri. Salah satu strategi yang ditempuh adalah meningkatkan produksi yang saat ini ditingkat petani rata-rata 3,6 t/ha, menjadi 5-10 ton/ha sesuai dengan skala penelitian. Dalam upaya peningkatan produktivitas jagung, itulah Badan Litbang Pertanian meluncurkan Panduan SLPTT jagung agar dapat dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan berbagai institusi yang kompeten, baik di tingkat pusat, propinsi, kabupaten/kota, kecamatan bahkan sampai ke desa.

Petunjuk Pelaksanaan Program Tugas Belajar Jangka Panjang Lingkup Badan Litbang Pertanian

Peningkatan mutu SDM dilingkungan Badan Litbang Pertanian dilakukan melalui pelatihan jangka panjang dan jangka pendek secara terencana, konsisten dan terus menerus dengan mempertimbangkan dinamika perubahan lingkungan strategis pembangunan nasional. Dalam rangka peningkatan mutu SDM itulah Badan Litbang Pertanian mengeluarkan petunjuk pelaksanaan yang diharapkan dapat membantu para petugas belajar dan pengelola SDM lingkup Badan Litbang Pertanian dalam melaksanakan tugasnya.

Pedoman Penyusunan Naskah Orasi Ilmiah

Peraturan tentang pemberian gelar Profesor Riset terhadap Peneliti Utama diatur dalam Keputusan Bersama Kepala LIPI dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) No. 379/D/2004 dan Nomor 60 tahun 2004. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi bagi seorang Peneliti Utama untuk mencapai jenjang itu, salah satunya adalah Orasi Ilmiah. Oleh karena itu, para kandidat dituntut untuk mempersiapkan naskah orasi yang memiliki dampak positif bagi pembangunan pertanian.

Panduan Pelaksanaan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) Jagung

SL-PTT Jagung merupakan salah satu strategi dalam upaya percepatan alih teknologi terkini Badan Litbang Pertanian. Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan program peningkatan produksi jagung. Panduan SL-PTT yang dirilis oleh Badan Litbang Pertanian dimaksudkan sebagai (1) acuan dalam pelaksanaan SL-PTT dalam upaya peningkatan produksi jagung nasional; (2) pedoman dalam koordinasi dan keterpaduan pelaksanaan program antara pusat, provinsi dan kabupaten/kota; (3) acuan penerapan komponen teknologi PTT oleh petani sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola usahataninya untuk mendukung upaya peningkatan produksi, dan (4) pedoman dalam peningkatan produktivitas, pendapatan dan kesejahteraan petani jagung.

Panduan Umum SINTA

Program Sinergi Penelitian dan Pengembangan Bidang Pertanian (SINTA) adalah suatu kerjasama yang dilaksanakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional dan Kementerian Negara Ristek dan Teknologi. Kegiatan ini mulai dilaksanakan pada tahun anggaran 2009. Agar kegiatan sinergi penelitian dapat dilaksanakan dengan tertib, transparan, akuntabel dan hasilnya berkualitas disusunlah Panduan Umumnya.