Download » Suplemen Sinar Tani

Jagung Provitamin-A (β-Carotene)

Jagung yang merupakan bahan makanan pokok kedua setelah padi di Indonesia tergolong makanan yang kaya akan karbohidrat.

Inovasi Gandum Adaptif Dataran Tinggi

Badan Litbang Pertanian telah berupaya meneliti dan mengembangkan tanaman gandum di Indonesia dengan mengintroduksikan galur/varietas gandum dari negara lain. Pengalaman menunjukkan, pengembangan gandum subtropis di Indonesia hanya terbatas di dataran tinggi yang luasnya juga terbatas. Salah satu kriteria keberhasilan program pemuliaan gandum di Indonesia adalah kemampuan untuk merakit varietas unggul yang adaptif pada lokasi dengan ketinggian < 400 m dpl. Hasil penelitian di Pasuruan dan Kuningan dengan ketinggian lokasi 600 m dpl menunjukkan bahwa gandum dapat berproduksi dengan baik karena pada fase pembungaan, gandum mendapat angin dingin pada bulan Juli-Agustus.

Sorgum Untuk Produksi Bioetanol

Berdasarkan hasil analisis stabilitas terhadap produksi etanol per hektar sorgum menunjukkan sejumlah galur/varietas dapat menonjol di sejumlah lokasi percobaan. Dari hasil pengujian tersebut didapatkan sejumlah galur/varietas yang memperlihatkan produksi etanol tinggi yang dapat diajukan sebagai calon varietas baru yaitu varietas lokal Watar Hammu Putih, 4183A, 15011B dan 15011B. Pada daerah pengujian curah hujan rata-rata selama pertanaman di lapangan berkisar dari 99-860 mm. Untuk tanaman sorgum, kondisi curah hujan tersebut tergolong sedang sampai tinggi

Jagung Hibrida Unggul Nasional

Dari sejumlah varietas jagung hibrida yang telah dirilis oleh Balitsereal, dua varietas tergolong berumur genjah ( Umur ≤ 90 hst) yaitu Bima 7 dan Bima 8. Jagung umur genjah merupakan program salah satu program stragis Badan Litbang Pertanian untuk menghadapi perubahan iklim global dan menjadi tugas Balitsereal untuk mewujudkannya. Hal ini penting karena pertanaman jagung di Indonesia sekitar 79% terdapat di lahan tegal dan 10% di lahan sawah tadah hujan yang memerlukan varietas umur genjah (<90 hari) toleran kekeringan.

Jagung Pro Vitamin A

Vitamin A adalah nutrisi penting yang kurang dipenuhi dalam diet masyarakat khususnya di wilayah pedesaan. Kekurangan vitamin A dapat menghambat pertumbuhan, meningkatkan risiko penyakit kurang darah/anemia, gangguan rabun senja bahkan dapat menyebabkan gangguan reproduksi. Meningkatkan kandungan nutrisi mikro makanan melalui proses bio-fortifikasi (pemuliaan untuk meningkatkan kandungan nutrisi jagung) merupakan salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi defisiensi nutrisi mikro.

Salah satu target tanaman yang dapat dimuliakan untuk meningkatkan kandungan provitamin A adalah jagung. Jagung mempunyai keanekaragaman genetik yang luar biasa, dan hasil karakterisasi sejumlah plasma nutfah menunjukkan sejumlah varietas mempunyai kandungan provitamin A yang lebih tinggi dibandingkan jagung biasa.

Cara Gampang Memproduksi Benih Jagung Berkualitas

Penggunaan benih unggul bermutu sangat diperlukan, karena benih merupakan suatu langkah awal dari keberhasilan suatu usaha pertanian. Benih memiliki dan membawa sifat-sifat genetis tanaman induknya, dan akan tampil optimal jika mutu benihnya tinggi yang diindikasikan oleh daya tumbuh dan vigor benih yang tinggi di lapangan (tumbuh cepat dan merata) dalam kondisi lingkungan yang optimal.

Inovasi Jagung Penanggulangan Gizi Buruk

Jagung protein berkualitas (Quality Protein Maize) merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada pangan pokok (beras), apalagi jagung QPM memiliki sifat unik yakni mempunyai kandungan nutrisi yang lebih tinggi dari jagung biasa. Nutrisi yang dimaksudkan adalah adanya dua asam amino yakni lisin dan triptofan mengandung dua kali lebih banyak dari jagung biasa.

IP400 Cara Cepat Meningkatkan Produksi Jagung

Peningkatan produksi jagung melalui penerapan IP400 atau 4 kali tanam selama satu tahun (365 hari) dapat dilakukan dengan cara tanam sisip (relay planting) sebelum panen pertanaman I. Varietas jagung yang ditanam dapat dari jenis komposit maupun hibrida yang berumur sekitar 100 hari, dengan cara tanam sisip dapat menghemat siklus waktu yang diperlukan yaitu hanya sekitar 340 – 355 hari.

Model ”Kampoeng Ternak Domba” Mengarah Pada Pengembangan

“Kampoeng Ternak Domba” adalah suatu model pengembangan ternak domba berbasis sumberdaya lokal potensial

Waspadai Wereng Coklat

Hama wereng coklat mengganas di Pantura Jawa Barat dan Jawa Tengah.