» Info Aktual » Teknologi Bantalan Karet Tahan Gempa: Solusi Kurangi Kerusakan Bangunan Akibat Gempa
29 Mei 2006

Musibah gempa besar hampir selalu meninggalkan kerusakan infrastruktur bangunan yang tidak kecil. Untuk mengantisipasi kerusakan parah terhadap fisik bangunan di daerah rawan gempa bumi, Badan Litbang Pertanian melalui Balai Penelitian Teknologi Karet Bogor yang dikoordinasikan Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (LRPI ), telah melakukan uji coba teknologi bantalan karet tahan gempa (seismic bearing) terhadap bangunan berlantai IV di Pelabuhan Ratu. Penggunaan bantalan dari lempengan karet alam dan lempengan baja tersebut dapat mengurangi reaksi getaran horizontal sampai 70%.

Komponen getaran horizontal akibat terjadinya gempa bumi berpengaruh sangat merusak struktur bangunan. Apabila getaran horizontal tersebut lebih besar dari kekuatan struktur bangunan, maka bangunan tersebut akan hancur dan rusak parah. Getaran horizontal tersebut dapat dikurangi melalui penggunaan bantalan karet tahan gempa. Pada dasarnya cara perlindungan bangunan oleh bantalan karet tahan gempa dicapai melalui pengurangan getaran gempa bumi ke arah horizontal dan memungkinkan bangunan untuk bergerak bebas saat berlangsung gempa bumi tanpa tertahan oleh pondasi.

Bantalan yang digunakan untuk melindungi bangunan terhadap gempa bumi dibuat dari kombinasi lempengan karet alam dan lempengan baja. Bantalan tersebut dipasang di setiap kolom yaitu di antara pondasi dan bangunan. Karet alam berfungsi untuk mengurangi getaran akibat gempa bumi, sedangkan lempengan baja digunakan untuk menambah kekakuan bantalan karet sehingga penurunan bangunan saat bertumpu di atas bantalan karet tidak besar.

Bantalan karet alam tersebut dapat mengurangi daya reaksi, karena secara alami karet alam memiliki sifat fleksibilitas dan menyerap energi. Penggunaan bantalan karet alam untuk melindungi bangunan terhadap gempa bumi, nampaknya semakin luas dan berkembang di masa yang akan datang.