» Info Aktual » Balitbangtan Kembangkan Bawang Putih Produktivitas Tinggi
02 Okt 2019

Jawa Tengah – Kabupaten Tegal tepatnya di Dusun  Karang Anyar, Desa Rembul, Kecamatan Bojong merupakan tempat dimana inovasi teknologi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) bawang putih diujicobakan.

Balitbangtan melalui Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) membangun demplot dengan luas 5000 meter persegi di kaki gunung Selamet dengan ketinggian 1.500 mdpl. Varietas yang ditanam pada demplot tersebut adalah bawang putih Lumbu Hijau dan Tawangmangu Baru.

Selasa (1/10/2019) dilakukan panen bawang putih varietas Tawangmangu Baru dengan hasil mencapai 36 t/ha. Untuk varietas Lumbu Hijau yang panennya dilakukan 10 hari yang lalu, diperoleh hasil sebanyak 29 t/ha.

Berdasarkan rata rata produksi bawang putih nasional menurut Badan Pusat Statistik (BPS), Sebagai gambaran bahwa produksi rerata bawang putih secara nasional menurut BPS adalah 8,7 t/ha dan produktivitas bawang putih di China hanya 26 t/ha pada kondisi basah.

Kepala Balitsa Catur Hermanto menyampaikan bahwa demplot bawang putih yang panennya dilakukan merupakan upaya Balitbangtan dalam menyediakan dan menyiapkan teknologi untuk petani.

"Tantangan utama budidaya bawang putih adalah kualitas dan tingginya biaya produksi," ujarnya.

Unit cost produksi bawang putih di China adalah 8 ribu rupiah per kilogram sementara di Indonesia bisa mencapai di atas 15 ribu rupiah perkilogramnya. Namun, Catur optimis varietas unggul ini bisa segera tersebar ke seluruh sentra bawang putih dan diadopsi oleh petani sehingga swasembada bawang putih tidak lagi hanya menjadi wacana.

Rofik Sinung Basuki peneliti senior Balitsa mengatakan bahwa untuk bisa swasembada bawang putih, Indonesia memerlukan lahan seluas 75 ribu hektar pada ketinggian 1.500 mdpl dengan asumsi produksi -10 t/ha.

"Sementara lahan bawang putih yang tersedia selama ini baru 2 ribu hektar," tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan, penerapan teknologi Balitbangtan yang menyebabkan peningkatan produksi sangat signifikan diharapkan tidak saja memberikan keuntungan yang berlimpah bagi petani tapi juga mampu mengefisienkan penggunaan lahan yang kian menyempit.