» Info Aktual » Kerja Sama Balitbangtan dan SEARCA dukung Inovasi Pertanian Indonesia
16 Apr 2021

Jakarta – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) nota kesepahaman kerja sama dengan The Southeast Asian Regional Center for Graduate Study and Research in Agriculture (SEARCA), Kamis (15/04/2021) di Kantor Pusat Balitbangtan, Pasar Minggu.

Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Djufry dalam sambutannya mengatakan kerja sama dengan SEARCA mendukung inovasi terbuka dan menjadikan inovasi pertanian sebagai program unggulannya.

“Akan memberikan peluang dan menjadi tantangan bagi Balitbangtan untuk semakin meningkatkan kiprahnya di tingkat regional. MoU ini juga merupakan bagian dari penerapan open innovation sekaligus Riset Pengembangan Inovatif Kolaboratif (RPIK), yang merupakan program strategis Balitbangtan selama pandemi dan lima tahun ke depan,” ujar Fadjry.

SEARCA dan Balitbangtan, dijelaskan Fadjry, akan bekerja sama dalam berbagai bidang seperti penelitian dan pengembangan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, veteriner, tanah, agroklimat, social ekonomi pertanian, alsintan, pascapanen, bioteknologi, serta pengkajian pertanian. Kerja sama ini diharapkan dapat membangun jejaring dengan berbagai pemangku kepentingan di Indonesia dan ASEAN.

Sementara itu, Direktur SEARCA Dr. Glenn B. Gregorio menyampaikan bahwa saat ini program utama SEARCA dalam Rencana Pengembangan Lima Tahun yang ke-11 (2020-2025) adalah Accelerating Transformation Through Agricultural Innovation (ATTAIN). Dimana, misi SEARCA adalah menampilkan berbagai inovasi pertanian, best practices, model agribisnis yang berkembang, serta berbagai solusi untuk menghadapi tantangan pertanian dan pembangunan pedesaan di masa mendatang.

Sebagai lembaga terdepan, SEARCA dan Balitbangtan juga akan bersama-sama meningkatkan kualitas sumber daya penelitian pertanian termasuk sehingga menjadi adaptif, efektif dan efisien guna pengembangan jejaring nasional dan internasional, serta meningkatkan peran Balitbangtan dalam pembangunan pertanian.

Seiring dengan perkembangan terkini dibidang pertanian seperti pertanian presisi, aspek-aspek lain dalam industri telah mengalami berbagai revolusi teknologi, termasuk revolusi teknologi peternakan. Perluasan batas-batas teknologi telah menghasilkan pertanian modern yang presisi dan berbasis data. Oleh karena itu, penerapan smart livestock farming yang aman, efisien, dan ramah lingkungan akan menjadi syarat utama dalam penyediaan produk ternak di masa depan.

Sebagai informasi, SEARCA adalah organisasi nirlaba yang memiliki mandat untuk membangun kapasitas dalam pembangunan pertanian dan pedesaan di Asia Tenggara melalui beberapa program utama seperti Education and Collective Learning, Research and Thought Leadership, and Emerging Innovation for Growth. Melalui jejaring kerja sama dengan berbagai mitra dan pemangku kepentingan, program SEARCA diarahkan untuk akselerasi transformasi yang dapat meningkatkan kualitas hidup keluarga petani melalui mata pencaharian berkelanjutan dan akses ke jejaring inovatif dan pasar modern. (TV/Ks)