» Info Aktual » Janaka, Nama Ayam KUB 2 dari Menko Perekonomian
07 Mei 2021

Ciawi – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto memberi nama ayam KUB 2 hasil inovasi baru Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Ternak (Balitnak) dengan sebutan ‘JANAKA’. Ayam tersebut memiliki keunggulan yakni standarnya di atas ayam pada umumnya sehingga sangat bagus untuk dikembangkan sebagai sumber penghasilan masyarakat.

"Kita tahu kalau ayam kampung DOC (anak ayam) nya lebih mahal daripada ayam ras atau broiler dan tentu ini bisa memberikan nilai tambah ekonomi kepada pada peternak sehingga dengan adanya ras baru yang diberi nama ‘Janaka’ dan ini ayam ini di atas standard rata rata ayam pada umumnya," ucapnya, Kamis (6/5/2021) di Balitnak Ciawi.

Menko Perekonomian, Airlangga mengatakan ayam KUB merupakan salah satu jenis ayam kampung baru yang memiliki daya tahan yang lebih besar dan kemampuan bertelurnya hingga 180 telur per ekor per tahun. Budidaya ayam petelur dapat memberikan pendapatan bagi masyarakat setiap hari.

Sebagai informasi, ayam KUB dikenal sebagai ayam yang lebih produktif menghasilkan telur. Selain satu tahun bertelur 160 hingga 180 butir, produksi telur henday juga hanya sekitar 50 persen, umur pertama bertelur 22 hingga 24 minggu dan sifat mengeram 10 persen, tidak ada pop KUB kaki kuning. Pada umur 10 minggu bobot jantan 0,9 kg sedangkan betina 0,7 kg dan umur ayam potong hanya 70 hari.

Adapun keunggulan ayam KUB-2 ‘Janaka’ yakni poduksi telurnya mencapai 200 butir/ekor/tahun, produksi telur henday 60%, umur pertama bertelur 20-21 minggu. Selanjutnya memiliki sifat mengeram lebih kecil yakni 5%, memiliki 2 varian yakni pop seleksi kaki kuning dan pop tanpa seleksi kaki kuning dan umur panen ayam pedagingnya 60 hari.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo beserta Menko Perekonomian meninjau pengembangan sapi perah dan inseminasi buatan di Balitnak.  Di sana, Menko juga memberikan nama sapi F1 ‘Pari Kesit’.

Mentan SYL terkait sapi dan ayam KUB mengatakan, “Arahan Pak Menko agar kami tingkatkan pengembangan sapi dan ayam kampung ini hingga mencapai 1 juta ekor agar bisa disebar ke masyarakat hingga pelosok. Dengan demikian, perekonomian Indonesia semakin tumbuh pesat dalam tantangan apapun.”

Berangkat dari ini, Mentan SYL langsung memerintahkan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk mengembangkan sapi F1 ‘Pari Kesit’ hingga satu juta ekor. Kemudian agar juga melakukan pengembangan pada ayam KUB ‘Janaka’ untuk dapat segera dibagikan lagi ke masyarakat.

"Peningkatan kesejahteraan masyarakat tentu menjadi prioritas kerja pemerintah dan ini harus kita kerjakan bersama yang harus diupayakan secepat mungkin," tegas SYL.