» Info Aktual » Balitbangtan Tingkatkan Kualitas Krisan Sesuai Standar Ekspor di Tomohon
31 Mei 2021

Sulut – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Utara melakukan Riset Pengembangan Inovasi Kemitraan (RPIK) produksi benih dan bunga krisan berbasis kawasan dan berorientasi ekspor di Kota Tomohon. Kegiatan itu untuk meningkatkan kualitas produk krisan bunga potong agar dapat memenuhi standar ekspor.

Tomohon merupakan daerah sentra pengembangan komoditas krisan yang dihasilkan Balitbangtan serta telah memiliki pasar yang cukup tinggi baik untuk konsumen di Tomohon sendiri maupun konsumen daerah lainnya di Sulawesi Utara. Produk krisan bunga potong dari Kota Tomohon juga telah diserap pasar di luar provinsi Sulawesi Utara seperti Gorontalo, Sulawesi Selatan dan beberapa provinsi lainnya.

Koordinasi awal dan survey lapangan sebagai bentuk persiapan kegiatan RPIK dilakukan  Kepala Balithi Dr. Muhammad Thamrin beserta Kepala BPTP Sulawesi Utara Dr. Stevie Karow dan jajaran lainnya pada Kamis-Jumat, 27-28 Mei dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Tomohon untuk memperoleh data akurat tentang kesiapan pelaku usaha tani krisan di Kota Tomohon.

Menurut keterangan Thamrin, Program RPIK Krisan tahun ini (2021) rencananya akan dilaksanakan di dua daerah yakni Tomohon (Sulawesi Utara) dan Denpasar (Bali). “Tujuannya untuk memperkenalkan berbagai inovasi teknologi budidaya krisan yang telah dihasilkan Balitbangtan,” ujarnya, Kamis (27/5/2021).

“Hal pertama dan paling mendasar yang akan kita benahi adalah teknologi perbenihannya, dengan adanya program RPIK ini kita harapkan dapat membentuk penangkar benih krisan di daerah dengan kualitas benih yang baik sehingga pemenuhan kebutuhan benih (benih sumber dan benih sebar) dapat dipenuhi di daerah itu sendiri,” lanjut Thamrin.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Tomohon Steven Waworuntu, SSTP. mengatakan Pemerintah Kota Tomohon dan masyarakat khususnya para petani budidaya krisan di kota Tomohon sangat menyambut program RPIK ini.

“Program RPIK ini merupakan hal yang sangat positif bagi kami pemerintah Kota Tomohon, kami berterimakasih karena Kementerian Pertanian dalam hal ini Balitbangtan telah memberi dukungan yang sangat besar terhadap Kota Tomohon,” ucap Steven.

Steven menambahkan, “Kami berharap bentuk dukungan yang diberikan Balitbangtan (kepada petani) selama ini tidak terhenti sampai program RPIK ini saja, tetapi dapat berlanjut terutama dalam peningkatan kapasitas SDM di Kota Tomohon sehingga apa yang selama ini sangat kami harapkan yaitu dapat memproduksi krisan berkualitas ekspor dapat terwujud.”

Sebagai informasi, potensi luasan pertanian krisan di kota Tomohon tercatat mencapai hampir 20.000 meter persegi. Hal ini dihitung berdasarkan luasan screen house yang tersedia pada tahun 2020, dan produksi krisan bunga potong kota Tomohon yang diserap pasar pada sebesar 3.591.000 tangkai. Hal inilah yang melandasi penunjukan Tomohon menjadi salah satu daerah penerima kegiatan Riset Pengembangan Inovasi Kemitraan pada tahun 2021 ini. (Irm)