» Info Aktual » Cakrabuana Dukung IP400 Padi di Purwakarta
22 Jul 2021

Jawa Barat – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) bersama Pemerintah Kabupaten Purwakarta mendorong sektor pertanian di Purwakarta. Kolaborasi dilakukan dengan meningkatkan hasil pertanaman padi dengan menggalakkan indeks pertanaman (IP) menggunakan varietas unggul umur genjah/pendek.

Secara kumulatif Kabupaten Purwakarta memiliki lahan baku sawah seluas 17.970 hektare (ha). Tekad untuk meningkatkan IP bukan tanpa alasan, ketersediaan air yang mencukupi tidak menjadi kendala untuk pengembangan IP400 di wilayah yang punya motto Mewujudkan Purwakarta Istimewa itu.

Untuk mendukung program IP400, Balitbangtan melalui Balai Besar Penelitian Tanamna Padi (BB Padi) melaksanakan kegiatan demplot varietas Cakrabuana Agritan seluas 10 ha di Kecamatan Nagri Kidul Kabupaten Purwakarta. Demplot mulai ditanam awal Mei 2021 lalu dan Rabu (21/7/2021) dilaksanakan panen padi Cakrabuana Agritan di lokasi tersebut.

Varietas Cakrabuana Agritan merupakan Varietas Unggul Baru yang dilepas Badanlitbang Kementerian Pertanian pada tahun 2018. Dilaporkan bahwa hasil panen padi varietas Cakrabuana di lokasi demplot rata-rata mencapai 7,5 t/ha dan ditargetkan hasil panen padi tersebut akan dijadikan benih agar kebutuhan benih di wilayah setempat terpenuhi/tercukupi.

Mengutip dari buku deskripsi varietas padi disebutkan Cakrabuana Agritan memiliki umur 104 hari, cocok ditanam pada lahan sawah irigasi dataran rendah sampai menengah dengan ketinggian 600 mdpl. Potensi hasilnya 10,2 ton/ha dengan tekstur nasi pulen. Tentunya tekstur nasi yang sesuai dengan cita rasa atau selera masyarakat Jawa Barat.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Ir. Sri Jaya Midan, MP yang hadir pada acara panen tersebut merasa optimis produksi padi diwilayahnya akan terus meningkat tentunya berkat peran aktif  dinas pertanian, petani dan masyarakat.

Disisi lain Ia menghimbau kepada para petani agar padi varietas Cakrabuana yang sedang dipanen bisa terus dikembangkan dan diterapkan di wilayahnya dan berharap petani tidak hanya dapat menanam dan panen dua kali dalam setahun, namun hingga tiga bahkan empat kali.

Hal senada juga disampaikan Kepala BB Padi Dr. Yudi Sastro yang menegaskan bahwa di beberapa tempat seperti di Blora, Sukabumi, Purwakarta dan lainnya di luar jawa, Cakrabuana hasilnya sangat bagus dan varietas tersebut bisa menjadi alternatif pilihan bagi petani untuk menanam varietas padi umur genjah.

"Demplot VUB padi di beberapa lokasi seperti di Kabupaten Blora, Sukabumi dan disini di Purwakarta bahkan tempat lain diluar jawa, varietas Cakrabuana ini pas untuk dipilih jika petani ingin menanam varietas yang umurnya genjah dan produksinya cukup tinggi,” ucap Yudi.

Yudi juga menekankan bahwa dengan dirakitnya padi dengan umur genjah tersebut tujuannya adalah agar bisa meningkatkan indeks pertanaman untuk wilayah-wilayah yang kondisi airnya mencukupi. Cakrabuana yang memiliki umur genjah dan mampu berproduksi tinggi diharapkan bisa menjawab target IP 400 di Kabupaten Purwakarta.

“Ke depan diharapkan tidak hanya pada skala demplot 10 ha saja, akan tetapi bisa dikembangkan dibeberapa lokasi yang kondisi airnya mencukupi untuk bisa dijadikan model di wilayah lain,” tambah Yudi. (Shr/Adm)