» Info Aktual » Pengelolaan Tanah dalam Adaptasi dan Mitigasi Pertanian Terhadap Perubahan Iklim
02 Agu 2021

Bogor – Dua kata sering terucap terkait isu perubahan iklim yakni adaptasi dan mitigasi. Peneliti Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Dr. Ai Dariah menerangkan adaptasi perubahan iklim adalah mengantisipasi dampak buruk dari perubahan iklim dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menanggulangi atau meminimalkan kerusakan yang ditimbulkan.

Adapun mitigasi perubahan iklim adalah tindakan untuk mengurangi kecepatan perubahan iklim yang dilakukan dengan tindakan mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK).

Lebih lanjut, pada Bimbingan Teknis online ‘Pengelolaan Tanah untuk Adaptasi dan Mitigasi Pertanian terhadap Perubahan Iklim’, Kamis (29/7/2021), Ai menjelaskan bahwa dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian dapat berupa meningkatnya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), meluasnya areal yang memiliki salinitas tinggi, dan meningkatnya temperatur sehingga fisiologis tanaman terganggu.

Ai menyebutkan bahwa data di tahun 2019 sektor pertanian menyumbang emisi GRK 6% terhadap emisi GRK nasional. Sumber emisi utama dari sektor pertanian adalah (1) CO2 dari perubahan penggunaan lahan yang mempunyai cadangan C tinggi; (2) CO2 dari lahan gambut; (3) CH4 dari lahan sawah; (4) N2O dari pupuk N dan kotoran ternak; (5) CH4 dari sendawa dan kotoran ternak; dan (6) CO2 bahan organik tanah mineral, CO2 dari kebakaran gambut.

Dalam pemaparannya, Peneliti bidang Fisika dan Konservasi Tanah ini juga menyampaikan teknologi pengelolaan tanah sebagai langkah adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim.

Pertama adalah penggunaan kompos, biochar, mulsa, terasering, penanaman lorong, tanaman penutup tanah, olah tanah konservasi, pemupukan berimbang, pupuk hayati. Lalu, pengelolaan air intermitten dan macak-macak pada tanaman padi merupakan teknik yang dapat diterapkan untuk adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Aktivitas sektor pertanian dalam mengatasi perubahan iklim serta tindakan adaptasi dan mitigasinya didukung penuh oleh Kepala Balitbangtan, Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si. Yang mana hal ini tercermin dalam partisipasi Balitbangtan terhadap pertemuan perubahan iklim di tingkat internasional.

Diharapkan melalui acara ini para pelaku usaha pertanian dapat memahami tata laksana pengelolaan tanah untuk adaptasi dan mitigasi pertanian terhadap perubahan iklim, sehingga Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangan tanpa terkendala perubahan iklim dan mampu mewujudkan pertanian berkelanjutan.

Informasi lebih lanjut: Balai Penelitian Tanah