» Info Aktual » Susu Sapi Perah Berkadar Protein Tinggi dengan Gen Kasein Susu
05 Agu 2021

Bogor - Susu sapi merupakan sumber protein hewani yang mudah ditemui dan umum dikonsumsi oleh masyarakat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat konsumsi susu sapi masyarakat Indonesia di tahun 2020 adalah 16,27 kg/kapita/tahun, meningkat 0,25 persen dari tahun 2019. Untuk memenuhi peningkatan kebutuhan masyarakat akan susu sapi, Kementerian Pertanian terus mengupayakan perbaikan industri persusuan dalam negeri secara hulu maupun hilir.

Strategi kebijakan dari sisi hulu salah satunya dilakukan melalui perbaikan kualitas susu sapi segar yang dihasilkan. Berbagai riset dikembangkan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) untuk menghasilkan inovasi teknologi sapi unggul dengan kualitas dan produktivitas tinggi.

Peneliti Balitbangtan Dr. Santiananda Arta Asmarasari, S.Pt, M.Si. menjelaskan salah satu inovasi teknologi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kualitas susu sapi adalah melalui perbaikan gen penyusun protein susu sapi. Hal ini disampaikan Santiananda dalam Seminar Virtual Inovasi Teknologi Peternakan dan Veteriner yang diadakan Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak), Rabu (28/07/2021) lalu.

Protein dalam susu sapi merupakan salah satu senyawa yang berperan penting dalam menentukan kualitas susu sapi. Selain meningkatkan sumber nutrisi, susu dengan kadar protein tinggi dapat mendukung industri persusuan nasional melalui peningkatan kualitas produk olahan yang dihasilkan.

“Susu dengan kadar protein tinggi dapat meningkatkan nilai ekonomi produk olahan susu dan mendukung industri persusuan nasional, dimana protein merupakan faktor utama penentu kualitas produk olahan susu, seperti keju dan milk designer untuk terapi kesehatan dan pangan sehat asal ternak,” ujar Santiananda yang bertugas di Balai Penelitian Ternak ini.

Santiananda menjelaskan terdapat empat gen utama pengontrol kadar protein dalam susu sapi. Secara kimia susu sapi mengandung 3,5% protein, yang terbagi atas 78-82% kasein dan 18-22% whey. Kasein susu terdiri dari empat jenis gen kasein yang meliputi αs1-casein (CSN1S1), β-casein (CSN2), αs2-casein (CSN1S2), dan ΔΈ-casein (CSN3).

“Keempat gen tersebut digunakan sebagai kandidat dalam proses seleksi untuk mengetahui sapi mana yang memiliki genotipe pengontrol utama protein susu. Sapi jantan dan betina yang terpilih kemudian dikembangkan dengan cara dikawinkan untuk menghasilkan bibit sapi perah unggul yang mampu menghasilkan susu dengan kadar protein tinggi,” jelasnya.

Pada kesempatan lain Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Djufry mengatakan pihaknya terus mengupayakan akselerasi pemanfaatan inovasi teknologi untuk mendukung program Kementerian Pertanian.

“Berbagai riset dilakukan untuk menghasilkan bibit sapi unggul yang lebih banyak dan berkualitas. Dengan dukungan riset yang ada, kita berharap dapat menghasilkan bibit unggul dari segi susu dan daging yang diperoleh sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat peternak di Indonesia,” ujarnya. (HMS/AS)

Lampiran