» Info Aktual » Gubernur Sumbar: RPIK Bantu Tingkatkan Kesejahteraan Petani
23 Sep 2021

Tanah Datar - Balitbangtan, melalui Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) bersama dengan Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi Ansharullah, S.P., dan Bupati Tanah Datar, Eka Putra, SE,  serta sejumlah pejabat terkait lainnya melaksanakan panen perdana varietas bawang merah unggul Batu Ijo, Program Riset Pengembangan Inovatif Kolaboratif (RPIK) di Pandai Sikek, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (21/9).

Panen perdana ini merupakan salah satu program RPIK yang menggabungkan sembilan UPT dalam mengelola lahan percontohan, sehingga semua hal pendukung mulai dari pengelolaan tanah, pupuk, alsintan, air, varietas dan teknologi diterapkan secara bersama-sama agar hasilnya maksimal.

Menurut Kepala BBSDLP, Dr. Husnain, pengembangan varietas ini dilakukan dengan memanfaatkan teknologi ramah lingkungan, sehingga mampu menurunkan penggunaan pupuk dan pestisida. “Varietas Batu Ijo mampu meningkatkan hasil panen bawang petani, waktu tanam varietas ini juga  lebih singkat, hanya 70 hari, provitas tinggi mencapai 18 ton per ha, ukuran umbi yang besar, serta cita rasa yang tidak jauh berbeda dengan varietas lokal.”ujar Husnain

Lebih lanjut Beliau mengutarakan bahwa “Walaupun belum banyak dikenal namun varietas ini memiliki banyak keunggulan seperti umbi yang lebih besar dan rasa yang tidak jauh berbeda dari bawang lokal, sehingga menguntungkan petani. Saya berharap dengan semakin meningkatnya teknologi pertanian, serta tingginya pendapatan petani, akan semakin menarik minat milenial Sumbar untuk melirik usaha pertanian“.

Pada kesempatan tersebut, Mahyeldi mengapresiasi pengembangan teknologi inovasi Balitbangtan, khususnya bawang merah di Sumbar yang produksinya mencapai 18 ton per ha. “Penerapan teknologi ini akan membantu meningkatan kesejahteraan petani bawang di Sumbar. Sebelumnya dengan bibit dan pola tanam biasa, produksi hanya 12 hingga 13 ton per ha” ungkap Beliau.

Mahyeldi juga menyampaikan bahwa “Lahan percontohan bawang sebesar 10 ha yang dipanen merupakan satu langkah maju dalam pemanfaatan varietas unggul. Begitu juga dengan pemanfaatan teknologi, pengelolaan air dan pemupukan yang bisa dicontoh oleh petani di Sumbar. "Jika sektor ini berkembang dan petani sejahtera maka semua sektor akan ikut mendapatkan imbas positif. Semua sektor ekonomi akan bergerak semua," imbuhnya. (LQ/AS)