» Info Aktual » Dengan Teknologi BPRL, Petani Cirebon Tingkatkan Produktivitas Dua Kali Lipat
05 Okt 2021

Cirebon – Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Barat menyelenggarakan panen perdana dan temu lapang kegiatan perbenihan padi di Kelompok Tani (Poktan) Ampel Jaya, Desa Karanganyar, Kabupaten Cirebon, Senin (4/10/2021). Pada lahan kegiatan perbenihan seluas 10 hektar, BPTP Jabar mengajak Poktan Ampel Jaya untuk mengaplikaksikan teknologi budidaya padi ramah lingkungan (BPRL) dan varietas unggul Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) yakni varietas Inpari 32.

Teknologi BPRL memiliki ciri yaitu adanya aplikasi bio produk yaitu agrimeth, agrodeco, dan bio protector serta penggunaan lebih banyak bahan organik dimulai dari perlakuan benih, pengolahan lahan, pemupukan sampai dengan pengendalian OPT. 

Keunggulan dari penerapan BPRL ini yaitu dapat memperbaiki kualitas tanah, meningkatkan produktivitas, menghemat penggunaan pupuk kimia, yang akan berdampak kepada penurunan biaya produksi dan penambahan pendapatan petani.

Berdasarkan hasil percobaan di kelompok tani Ampel Jaya, teknologi BPRL yang diaplikasikan dapat menekan penggunaan pupuk an organik sebesar 49,21 %  atau setara dengan 50 %. Sebagai contoh penggunaan pupuk urea dari yang biasa sebanyak 225 kg/ha dengan teknologi BPRL dapat ditekan menjadi , 100 kg/ha.

Penggunaan pupuk majemuk (phonska) biasanya 175 kg/ha dengan BPRL dihemat menjadi 100kg/ha. Ada penghematan biaya produksi per hektar untuk pupuk an organik sebanyak Rp. 475.000/ha.

Berdasarkan hasil ubinan, rata-rata produktivitas sebesar 10,25 ton/ha (GKP) dengan hasil ubinan tertinggi 11,36 ton/ha, sedangkan sebagai pembanding hasil ubinan dari petak lahan petani yang menggunakan varietas yang sama tetapi tidak menerapkan budidaya padi ramah lingkungan rata-rata sebesar 6,79 ton/ha.  

Dalam beberapa kesempatan, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Dr. Fadjry Djufry mengatakan bahwa BPTP sangat berperan dalam upaya mengenalkan varietas, teknologi budidaya dan alat mesin hasil riset para peneliti kepada petani di daerah.

"BPTP adalah ujung tombak diseminasi dan transfer teknologi hasil-hasil penelitian dan pengembangan pertanian," tutur Dr. Fadjry.

Kepala BPTP Jawa Barat Dr. Yiyi Sulaeman mengharapkan kegiatan panen Kelompok tani Ampel Jaya Desa Karanganyar ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat petani di Kabupaten Cirebon terutama untuk peningkatan produksi padi.

"Pada kesempatan ini saya juga menganjurkan pada petani agar senantiasa meningkatkan produksi padi melalui penerapatan teknologi tepat guna melalui bimbingan para penyuluh," tutur Yiyi.

Kegiatan panen perdana ini turut disaksikan anggota Komisi IV DPR RI Dapil VIII, H. Ono Surono,S.T., Kepala BPTP Jabar Dr. Yiyi Sulaeman, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Drs.  H. Asdullah, SA., MM., Camat Panguragan, Kepala Desa Karanganyar, Koordinator Penyuluh serta Penyuluh Panguragan serta para petani Karanganyar. (BBP2TP/Niken)