» Info Aktual » Balitbangtan Bangun Korporasi Kedelai Hitam di Pasuruan
15 Okt 2021

Pasuruan – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) melaksanakan panen raya kedelai hitam seluas 35 ha di Desa Kebon Waris, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (14/10/2021).

Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan Anang Saiful Wijaya menjelaskan bahwa luas pertanaman kedelai di wilayah Kabupaten Pasuruan 1492 hektar. Khusus kedelai hitam, menurutnya masih tersedia lahan dan masih terbuka lebar potensi peluang untuk dikembangkan lebih lanjut. Oleh karena itu, ia berharap ke depannya Kabupaten Pasuruan dapat menjadi salah satu sentra produksi kedelai hitam terutama Kecamatan Pandaan.

Lebih jauh, Anang juga menjelaskan bahwa terkait pengembangan kedelai hitam tersebut terdapat beberapa hal yang perlu mendapat perhatian di wilayah Pasuruan ini. Pertama adalah ketersediaan benih unggul yang berkualitas, waktu tanam yang tepat serta stabilisas harga kedelai itu sendiri.

“Saya berharap Kabupaten Pasuruan bisa terus di-support oleh para pihak terkait dengan harapan pengembangan kedelai ini dapat berkesinambungan,” ujar Anang.

Anang pada kesempatan yang sama juga menyampaikan terima kasih bahwa wilayahnya dijadikan pengembangan kedelai hitam yang masih jarang sekali dilaksanakan oleh petani kedelai pada umumnya.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) Dr. Priatna Sasmita dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan pengembangan kedelai yang dilaksanakan oleh Balitkabi ini sebagai upaya Kementerian Pertanian untuk memulihkan ekonomi nasional.

“Kegiatan ini merupakan salah satu program pemerintah yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian untuk Pemulihan Ekonomi Nasional dengan sasaran utamanya adalah meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Priatna.

Priatna lebih lanjut mengemukakan bahwa perbenihan kedelai perlu mendapat perhatian lebih. Persentase ketersediaannya masih cukup rendah. “Ini menjadi tugas kita untuk bisa bersama mengatasi tantangan impor kedelai. Selain itu, diperlukan varietas kedelai yang spesifik lokasi agar dapat berkembang dengan baik serta strategi yang tepat untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Ia juga melihat informasi terkait kedelai yang selama ini belum terserap oleh petani, dapat disampaikan melalui media bimbingan teknis. Termasuk di dalamnya informasi mengenai potensi nilai tambah dari tanaman kedelai agar dapat meningkatkan daya saingnya, setidaknya pengembangan kedelai ini dapat menjadi subtitusi impor.

Dijelaskan lebih lanjut, hingga saat ini Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur termasuk daerah sentra kedelai. Pengalaman dan keterampilan para petaninya dalam berusaha tani kedelai sudah tidak diragukan lagi. Khususnya kedelai hitam yang akhir-akhir ini mulai banyak diminati oleh industri, sehingga menjadi penyemangat para petani untuk terus tanam kedelai hitam.

Priatna itu juga berharap petani setempat dapat menjadi pionir sekaligus agent of socialization bagi petani lainnya dalam perluasan adopsi kedelai hitam hasil penelitian Balitbangtan. Selain itu, diharapkan para petani di Kecamatan Pandaan untuk terus menggunakan kedelai varietas baru unggulan Balitbangtan yang sudah terbukti produksinya dan hasilnya sudah dinanti oleh industri. Ia menambahkan bahwa dari sisi teknologi kedelai hitam ini menjadi pilihan terbaik bagi petani wilayah ini.

“Saya berharap kepada petani agar terus menggunakan kedelai hitam varietas unggul yang sudah dikembangkan ditempat ini, karena hasil panennya akan langsung diserap oleh industry,” harapnya.

Pengembangan kedelai hitam yang dilaksanakan oleh Balitkabi ini menggunakan varietas Detam 1, Detam 2 dan varietas Detam 4. Hasil yang diperoleh varietas Detam 4 yang berumur lebih genjah yang dipanen lebih dulu pada akhir September 2021 diperoleh rata-rata hasil biji 2,61 t/ha dengan kadar air 12%. 

Dari catatan redaksi menyebutkan bahwa Varietas unggul memiliki peran strategis sebagai sarana pembawa teknologi baru berupa keunggulan yang dimiliki varietas dengan berbagai spesifikasi keunggulannya yakni: (1) daya hasil tinggi, (2) ketahanan terhadap hama dan penyakit yang mendukung sistem pola tanam dan program pengendalian hama terpadu, (3) umur genjah untuk meningkatkan indek pertanaman, dan (4) keunggulan hasil panen sehingga sesuai dengan selera konsumen.

Upaya peningkatan produksi kedelai nasional diperlukan penyediaan benih yang cukup memadai dan harus dirancang sejak awal dari program upaya peningkatan produksi kedelai. selain itu, difokuskan pada lahanJahan berpotensi mampu meningkatkan produktivitas kedelai hingga mencapai lebih dari rata-rata nasional termasuk di dalamnya peningkatan pengetahuan petani melalui pelaksanaan bimtek pascapanen dan produk olahan. (Uje/Hry)