» Info Aktual » Dorong Kentang Industri, Kementan Luncurkan Tiga Varietas Baru
04 Nov 2021

Lembang – Industri besar olahan kentang memerlukan bahan baku tidak kurang dari 100 ton/hari. Hal ini memberikan peluang bagi para petani dalam menyediakan bahan baku segar kentang industri. Saat ini, luas areal tanam kentang mencapai 160.000 Ha, yang tersebar di 12 provinsi dengan produktivitas rata-rata 15-17 ton/Ha.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Rabu (3/11/2021), meluncurkan tiga varietas unggul dan bermutu kentang industri dalam Gelar Teknologi Kentang Industri di Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), Lembang. Ketiganya yaitu varietas Medians, Ventury Agrihorti, dan Golden Agrihorti yang memiliki karakteristik sesuai untuk kebutuhan industri, khususnya keripik dan French fries.

“Harapan saya, ke depan kebutuhan bahan baku kentang industri dapat dipenuhi dari dalam negeri, dan peran Balitbangtan sangat penting dalam menghasilkan inovasi teknologi mutakhir dalam komoditas kentang industry,” ungkap Mentan.

Sementara, Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry menjelaskan berdasar penggunaannya, kentang dibagi menjadi kentang sayur dan kentang industry, dan industry besar pengolahan kentang memerlukan bahan baku tidak kurang dari 100 ton/hari. “Sehingga potensi pengembangan kentang industri sangat tinggi,” ujarnya.

Fadjry menambahkan bahwa Balitbangtan telah melepas 33 varietas kentang, 11 diantaranya adalah varietas kentang industri. “Secara nasional, kontribusi Balitbangtan terhadap luas areal kentang di Indonesia mencapai 60%, dan semuanya dimulai dari Balitsa ini,” ungkap Fadjry.

Sebagai informasi, kentang varietas Medians yang telah dirilis tahun 2013 memiliki potensi hasil sebesar 32 ton per ha dan tahan hama penyakit. Varietas ini cocok digunakan untuk olahan keripik. Kentang Varietas Golden dirilis tahun 2020, memiliki bentuk memanjang dan berwarna kuning. Potensi hasil Varietas Golden mencapai 25 ton per ha  dengan umur panen 110 hari  dan cocok dijadikan untuk kentang goreng. Sementara, kentang Ventury yang juga rilis tahun 2020 merupakan perbaikan varietas Medians dengan 33 ton per ha untuk olahan keripik kentang.

Salah satu varietas kentang yang diluncurkan, yaitu Medians telah digunakan oleh mitra, dan dibudidayakan di sentra-sentra kentang di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Bahkan, telah dimanfaatkan dan diolah menjadi keripik dan telah diekspor ke beberapa negara. (Humas/Yan)