» Info Aktual » Panen Benih Sumber Cakrabuana, Upaya Kementan Sejahterakan Petani dan Swasembada Beras
02 Sep 2022

Bogor – Beras adalah komoditas strategis dan pangan pokok utama rakyat Indonesia. Dorongan untuk mempertahankan swasembada beras menjadi salah satu kunci keberhasilan program Kementerian Pertanian. Salah satu strategi yang diupayakan untuk mendongkrak produksi padi adalah melalui gerakan penyediaan benih sumber padi dari Varietas Unggul Baru (VUB), diantaranya VUB Padi Genjah Cakrabuana.

Di Provinsi Lampung, tercatat penyediaan benih sumber VUB Padi Genjah Cakrabuana dilakukan di atas lahan seluas 13.928 Ha dengan Indeks Pertanaman (IP) sebesar 1,8. Benih Padi Cakrabuana merupakan padi genjah dengan hasil hasil ubinan 7,7 Ton/Ha. Varietas ini tahan hama dan penyakit, juga tahan terhadap tanah asem-aseman. Cakrabuana bermalay panjang, bulir lonjong besar, pengisian bulir mudah, anakan banyak hingga 65 anakan perumpun, batang tegak kokoh, dan aman dari serangan burung karena daun bendera tegak.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) bersama Direktorat Jenderal Tanaman Pangan (Ditjentan) panen bersama benih sumber padi Cakrabuana, Kamis (01/09/2022) di Desa Kresnomulyo Barat, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Selain varietas Cakrabuana label putih, di waktu bersamaan juga dilakukan panen varietas Inpari 47 dan Inpari 48.

Acara tersebut dihadiri Sudin, S.E. selaku Ketua Komisi IV DPR RI , Prof. (R) Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si. selaku Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Ir. Suwandi, M.Sc. selaku Kepala Ditjen TP, dan Dr. Ir. Fery Fahruddin Munir, M.Sc. IPU. selaku Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BB Pengkajian). Kegiatan ini adalah suatu capaian kinerja dalam Gerakan Panen Benih Sumber Padi yang dicanangkan Kementerian Pertanian.

Plt. Kepala Balitbangtan Prof. (R) Fadjry Djufry pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa mandiri benih itu penting khususnya di kawasan. “Mandiri benih penting di kawasan, sehingga produksi Lampung untuk Lampung sendiri. Balitabangtan selalu mendiseminasikan varietas baru untuk peningkatan produksi shg kita bisa zero import padi,” ujarnya.

Ketua Komisi IV DPR RI Sudin, S.E  mendukung sepenuhnya mandiri benih. Saat ini stok beras di bulog mencapai 10 juta ton dan ini lebih dari cukup. Ia juga mengatakan, “Wakil rakyat agar berpihak pada rakyat.”

Sudin juga menambahkan bahwa penggunaan benih VUB tersebut akan meningkatkan produksi sehingga Indonesia mencapai “zero import” untuk konsumsi beras. Beberapa petani mengakui bahwa padi cakrabuana waktu panennya relatif cepat, yaitu 85 hari setelah tanam.

Namun untuk mensejahterakan petani, tidak hanya dibutuhkan benih yang berkualitas, namun juga diperlukan teknologi alat olah tanah traktor roda empat yang dapat meningkatkan efisiensi, jaringan irigasi yang memadai, dan off taker yang dapat menjamin pemasaran.

Dengan adanya program penyebaran benih varietas unggul, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sehingga akan berkontribusi dalam menyumbang ketahanan pangan nasional. Upaya ini dilakukan untuk mensejahterakan rakyat dan mempertahankan penghargaan dari International Rice Research Institute (IRRI) atas capaian swasembada beras yang diterima Presiden Joko Widodo tanggal 14 Agustus 2022. (BBP2TP)