» Info Aktual » Konsolidasi Peran BPTP dalam Penerapan Standar Instrumen Pertanian
13 Sep 2022

Bogor – Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) menyelenggarakan rapat koordinasi, Senin (12/09/2022) dalam rangka mengevaluasi kinerja kegiatan TA 2022 dan memantapkan rencana kerja TA 2023. Hal ini dilakukan untuk pencapaian sasaran program dan strategis Balitbangtan tahun anggaran 2023, dengan dukungan dari 33 Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) yang berada di seluruh Indonesia.

Rapat koordinasi BB Pengkajian TA 2023 dengan tema ‘Konsolidasi Penerapan Standar Instrumen Pertanian Antisipasi Krisis Pangan Global’ ini diharapkan dapat menjadi salah satu wahana untuk mewujudkan peran strategis BBP2TP dan BPTP dalam lembaga baru mendukung pertanian maju, mandiri, dan modern.

Kegiatan rakor diselenggarakan di Auditorium Ir. Sadikin Sumintawikarta (Pasca Panen) Bogor. Acara tersebut dihadiri Bapak Plt. Kepala Balitbangtan, Sekretaris Balitbangtan, Kepala BBP2TP, Kepala BPTP, Sub Koordinator Program dan Evaluasi BPTP, Manajemen BBP2TP, dan Koordinator Penyuluh BBP2TP. Jumlah peserta secara  keseluruhan sekitar 125 orang.

Plt. Kepala Balitbangtan Prof (R) Dr. Fadjry Djufry menyatakan bahwa seluruh pegawai Balitbangtan harus mengubah pola pikir untuk mendukung transformasi kelembagaan yang sedang berlangsung. “Seluruh kegiatan pertanian dari hulu sampai hilir harus terstandardisasi, baik produk, sistem, kelembagaan, dan SDM di bidang pertanian. Untuk komoditas spesifik lokasi, BPTP harus menyiapkan produk dengan mutu dan keamanan sesuai standar ekspor,” kata Fadjry.

Selain evaluasi kinerja tahun anggran 2022 dan penajaman rencana kerja BBP2TP dalam penerapan TA 2023, terdapat berbagai materi yang dipaparkan dalam rakor. Materi ini telah dipilah berdasarkan kebutuhan dalam mendukung transformasi lembaga dan program strategis Kementan lainnya. Antara lain strategi penguatan dan layanan penerapan produk standar pertanian, kerjasama perbanyakan benih mendukung mandiri benih nasional, dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai alternatif modal usaha tani, rencana kerja BSIP TA 2023 dan optomalisasi pemanfaatan IP2TP, serta penguatan kerja sama dan hubungan antar lembaga.

Menurut Kepala BBP2TP Dr. Fery Fahrudin Munier, rakor ini bertujuan menyempurnakan perencanaan menyambut transformasi kelembagaan. “Untuk menyempurnakan rencana dan merumuskan strategi, maka diperlukan arahan dari Kepala  Badan dan Sekretaris Badan Litbang Pertanian, serta masukan dan saran dari Kepala BPTP dan Koordinator PE selindo yang hadir hari ini,” tambahnya. (BBP2TP)