» Info Aktual » Bimtek Dukung Pengembangan Agribisnis Talas Beneng di Banten
23 Nov 2021

Banten – Talas Beneng merupakan umbi lokal khas Banten yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan kosmetik, serta berbagai produk olahan makanan. Selain itu, Talas Beneng juga dimanfaatkan daunnya sebagai bahan baku rokok pengganti tembakau yang tidak mengandung nikotin.

Talas ini merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang termasuk ke dalam jenis umbi-umbian. Untuk budidayanya Talas Beneng ini cukup mudah dan banyak tumbuh liar di beberapa wilayah Provinsi Banten. Namun, tinggi permintaan, sehingga saat ini Talas Beneng banyak yang membudidayakannya.

Saat ini lahan efektif untuk pengembangan talas beneng tersebar dibeberapa wilayah, diantaranya  kabupaten Pandeglang. Luas pertanaman efektif  baru sekitar 200 ha dan baru mampu memasok bahan baku segar sebesar 16 ton. Kondisi ini masih sangat jauh dari permintaan yang cukup besar, seperti permintaan Australia sampai 200 ton. Kondisi demikian menjadi potensi dan peluang bagi pengembangan talas beneng baik disektor hulu maupun hilir.  

Talas dengan nama latin Xanthasoma undipes K.Kock berpotensi untuk dikembangkan dalam skala luas. Oleh karena itu, optimalisasi dan pemanfaatannya masih perlu ditingkatkan untuk mendukung peningkatan daya saing sebagai komoditas unggulan di provinsi Banten.

Pada beberapa kesempatan Menteri Pertanian Dr. Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa Kementerian Pertanian mendukung pengembangan agribisnis dan agroindustri talas beneng dengan melepas varietas beneng menjadi varietas unggul talas melalui Keputusan Menteri Pertanian No. 981 tahun 2020.

Dalam kesempatan lain, Syahrul menyampaikan bahwa semua pangan lokal yang dipunya seperti talas, ubi, sagu, sorgum dan lainnya bisa dimanfaatkan untuk menggerakan lapangan kerja dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan memperbaiki ekonomi nasional.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) menyelenggarakan Bimbingan Teknis bagi petani Talas di Provinsi Banten. Bertempat di Hotel Altama, Pandeglang, Banten, Bimtek ini mengusung tema Kelembagaan Koperasi Mendukung Pengembangan Agribisnis Talas Beneng, Selasa (16/11/2021) lalu.

Faktor penentu dalam percepatan pengembangan talas beneng sebagai komoditas strategis diperlukan aspek dukungan teknologi, ketersediaan bahan baku, peluang pasar, perluasan area tanam, serta dukungan kelembagaan. Selain itu, untuk  merancang penyusunan strategi pengembangan agribisnis Talas Beneng juga diperlukan potret kondisi sebagai basic data dalam memetakan potensi yang ada.

Upaya identifikasi dilakukan melalui baseline survey dan penggalian informasi di lapangan dengan  metode Partisipatory Rural Appraisal (PRA) dengan melibatkan petani, masyarakat dan pemangku kepentingan dalam suatu musyawarah. (Uje/HRY)

Informasi lebih lanjut: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan