» Info Aktual » Penerapan IP Padi 400, Salah Satu Cara Untuk Mencapai Swasembada Beras Lestari
20 Okt 2009

Penyediaan beras bagi rakyat Indonesia, tidak akan mampu hanya di didukung dengan luasan lahan yang tetap bahkan cenderung semakin menurun. Salah satu cara untuk mencapai swasembada beras yang lestari, perlu dilakukan peningkatan Indeks Pertanaman (IP) Padi menjadi 400, dengan terobosan teknologi melalui dukungan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) serta mengedepankan Pengendalian Hama Terpadu (PHT).

Indeks Pertanaman (IP) Padi 400, merupakan pilihan yang menjanjikan guna meningkatkan produksi padi nasional tanpa memerlukan tambahan fasilitas irigasi dan pembukaan lahan baru. Konsepnya adalah dalam satu tahun di hamparan sawah yang memiliki irigasi sepanjang tahun, dapat ditanami padi selama empat kali.

Ada empat faktor pendukung sebagai keberhasilan dalam pelaksanaan IP Padi 400 tersebut, antara lain, 1) penggunaan benih varietas padi sangat genjah yang memiliki umur 90-104 hari (Dodokan, Silugonggo dan Inpari-1); 2) pengendalian hama/penyakit terpadu (PHT) dilakukan lebih operasional; 3) pengelolaan hara secara terpadu spesifik lokasi; serta 4) manajemen tanam dan panen yang efisien.

Lahan yang potensial untuk pelaksanaan program in adalah lahan irigasi dengan IP Padi 200, baik dengan irigasi teknis maupun sederhana. Untuk menjamin keberhasilan, masih ada empat syarat lagi, yaitu, 1) satu hamparan yang waktu tanamnya serempak dengan luas minimal 25 ha; 2) petak tersier yang dekat saluran sekunder; 3) air irigasi tersedia selama 11 bulan, dan 4) bukan daerah endemik hama-penyakit.

Di Indonesia ada sekitar 800.000 ha lahan potensial yang telah teridentifikasi cocok untuk penerapan program ini. Wilayah tersebut tersebar di 17 propinsi yang sukses turut serta dalam program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN). Bahkan wilayah tersebut diproyeksikan pada tahun 2011 dapat diperluas 410.000 ha lagi.

Badan Litbang Pertanian setelah sukses mendukung P2BN melalui program SL-PTT maupun penyediaan benih unggul, menginisiasikan penerapan Program IP Padi 400 dengan tujuan agar swasembada beras nasional dapat tetap lestari. Dr. Gatot Irianto, sebagai penanggung jawab memberikan penjelasan bahwa penerapan IP Padi 400 diharapkan dapat mengurangi rakyat miskin dari 16,6% pada tahun 2004 menjadi 8,2% di tahun mendatang. Penyusunannya diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Suyamto yang beranggotakan Prof. Dr. Ir. Baehaki, SE; Dr. Ir. Sarlan Abdulrachman; Dr. Hasil Sembiring; Ir. Hendarsih, M.Sc.; Ir. Muhamad Yamin Samaullah, MS dan Dr. Priatna Sasmita. Sebagai acuan bagi para pengambil kebijakan di tingkat pusat, propinsi, kabupaten/kota, kecamatan sampai ke tingkat desa maupun penyuluh ditingkat lapang, telah diterbitkan Panduan Umum IP Padi 400.

 

 

Sumber : Puslitbang Tanaman Pangan

 

Lampiran