» Info Teknologi » Indigofera spicata: Tanaman Pakan Ternak Toleran Kekeringan dengan Kandungan Protein Tinggi
21 Apr 2014

Indigofera spicata (Indigofera Sp) adalah hijauan pakan jenis leguminosa pohon yang memiliki nutrisi dengan kualitas yang tinggi. Tanaman Indigofera Sp toleran terhadap kekeringan, sehingga dapat menjadi sumber pakan pada musim kemarau. Tanaman Indigofera spicata adalah jenis leguminosa pohon yang selama ini belum dieksplorasi potensinya sebagai hijauan pakan ternak. Tanaman ini memiliki kandungan protein yang tinggi setara dengan alfalfa, kandungan mineral yang tinggi ideal bagi ternak perah, struktur serat yang baik dan nilai kecernaan yang tinggi bagi ternak ruminansia.

Penelitian yang telah dilakukan oleh Loka Penelitian Kambing Potong (Lolit Kambing) menunjukan bahwa produktivitas tanaman ini tergolong tinggi yaitu mencapai 30 ton bahan kering per ha per tahun dengan interval pemotongan  60 hari dan intensitas pemotongan 1,5 m diatas permukaan tanah. Dengan kandungan protein yang tinggi (21-24%)  disertai kandungan serat yang relatif rendah dan tingkat kecernaan yang tinggi (77%) tanaman ini sangat baik sebagai sumber hijauan bagi ternak. Indigofera Sp baik sebagai pakan dasar maupun sebagai pakan suplemen sumber protein dan energi, terlebih untuk ternak dalam status produksi tinggi (laktasi, ternak muda pasca sapim). Karena toleran terhadap kekeringan, Indigofera Sp dapat dikembangkan di wilayah dengan iklim kering untuk mengatasi terbatasnya ketersediaan hijauan terutama selama musim kemarau. Keunggulan lain tanaman ini adalah kandungan tanninnya sangat rendah berkisar antara 0,6 – 1,4 ppm jauh dibawah taraf yang dapat menimbulkan sifat anti nutrisi. Rendahnya kandungan tannin ini  juga berdampak positif terhadap palatabilitas nya (disukai ternak), sehingga memicu konsumsi pakan.  Hasil penelitian menunjukan bahwa manajemen panen yang optimal ditinjau dari aspek produktivitas dan kualitas nutrisi  adalah  panen pertama dilakukan pada umur 8 bulan disertai dengan frekuensi panen setiap 60 hari dengan tinggi pemotongan 1,5 m diatas permukaan tanah. Produksi yang melimpah selama musim hujan dapat dipreservasi (diawetkan) dengan teknologi fermentasi (silase), sehingga lebih banyak yang dapat dimanfaatkan selama musim kemarau.

Sumber : Loka Penelitian Kambing Potong (Lolit Kambing)

Informasi Terkait :