» Info Teknologi » SenSi 1 Agrinak Tingkatkan Industri Ayam Lokal
20 Okt 2016

SenSi 1 Agrinak adalah singkatan dari Sentul Terseleksi, merupakan karya Balai Penelitian Ternak (Balitnak), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). Jenis ini salah satu galur murni (pure line) ayam lokal pedaging unggul. Dapat dimanfaatkan sebagai ayam niaga (final stock) atau ayam tetua (parent stock).

Ayam jenis ini memiliki dua varian berdasarkan warna bulu, yaitu abu dan pucak (putih bercak hitam) dengan karakteristik dan keunggulan masing-masing.

SenSi 1 Agrinak bulu Abu berwarna abu abu dengan keseragaman 88%, bentuk jengger kacang pada umur 70 hari. Berbobot 29.7 gram/ekor  untuk day old chick (DOC), 1000 gram/ekor untuk pejantan berumur 70 hari, dan 800 gram/ekor untuk ayam betina. Produksi telurnya sebesar 52% di umur 29 – 45 minggu dengan bobot telur 44.5 gram/butir.

Bulu Pucak pun memiliki karakteristik yang sama dengan bulu Abu antara lain berbobot 1000 gram/ekor untuk pejantan berumur 70 hari sedangkan ayam betina 800 gram/ekor. Selain itu, memproduksi telur sebanyak 52% pada umur 29 – 45 minggu. Keduanya juga relatif tahan terhadap penyakit. Adapun bobot DOC bulu Pucak lebih besar yaitu 30.5 gram/ekor serta mempunyai bobot telur 44.8 gram/butir.  

Galur ayam SenSi 1 Agrinak ini merupakan hasil seleksi fenotip dan bobot badan umur 70 hari selama enam generasi dari rumpun ayam Sentul yang merupakan sumber daya genetic ayam asli Kabupaten Ciamis Propinsi Jawa Barat.

Rumpun ini mempunyai postur tubuh dan dominasi warna bulu abu polos yang khas, meskipun di tempat habitatnya ayam Sentul ini mempunyai keragaman warna bulu dan bentuk jengger, sebagai akibat perkawinan dengan rumpun asli ayam Kampung.

Seleksi galur dilakukan melalui pemurnian dengan memilih warna dominan abu dan warna pucak serta bentuk jengger kacang, yang disertai dengan seleksi ayam jantan dengan bobot hidup 25% tertinggi pada umur 70 hari. Kriteria seleksi ini untuk mendapatkan keseragaman tampilan dan perbaikan bobot hidup.

Seleksi tidak dilakukan pada ayam betina, kecuali warna bulu, agar sifat-sifat ketahanan tubuh ayam SenSi 1 Agrinak tidak banyak berubah dari ketahanan tubuh rumpunnya.

Selain kriteria seleksi yang diperlakukan pada rumpun ini, lingkungan optimum (tidak maksimum), terutama kualitas pakan ditetapkan pada kualitas 17% protein kasar dengan 2800 kkal ME/kg selama masa pertumbuhan sampai dengan umur 20 minggu. Pertimbangan ini diambil dalam rangka mengantisipasi kondisi pemeliharaan di peternak. Pemberian pakan dengan kualitas lebih baik diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan dan nilai ekonomis lebih baik.

Balitbangtan, guna mengembangkan ayam ini, bermitra dengan stakeholder lain untuk perbanyakan bibit ayam pedaging SenSi 1 Agrinak. Salah satunya dengan PT Sumber Unggas Indonesia yang pada September 2016 lalu menandatangani kerjasama ‘pra-lisensi’.

Ayam SenSi 1 Agrinak diharapkan dapat mengisi kekurangan bibit ayam lokal pedaging dalam industri ayam lokal di Indonesia.

Informasi lebih lanjut : Balai Penelitian Tanaman Ternak