» Info Teknologi » Global Agriculture Research: Cara Jitu Pengembangbiakan Babi
19 Nov 2006

Bagi masyarakat Papua dan Papua Nugini, babi mempunyai peranan sangat penting untuk menunjang acara adat dan merupakan komoditas yang sangat berharga serta sebagai sumber protein. Tetapi masalah utama yang dihadapi dalam peningkatan produksi babi adalah rendahnya tingkat kesuburan yang mengakibatkan lambatnya laju pertambahan jumlah babi. Hal itu disebabkan karena gangguan liver yang diderita pada babi sebagai akibat dari kandungan zat kimia pyrrolizidine alkaloid. Lebih lanjut, Dr. Colin Cargil (1989) dari South Australian Research and Development Institute (SARDI) menyatakan bahwa ternak babi setelah memakan tanaman yang mengandung alkaloid akan mati setelah fase melahirkan. Di samping itu terdapatnya kuman penyakit yang menyerang usus bahkan dapat bermigrasi pada otot maupun organ-organ tubuh, serta adanya parasit yang menggangu pertumbuhan babi, mengakibatkan pertumbuhan babi terhambat.

Saat ini hal yang paling penting adalah bagaimana menghindarkan babi dari masalah-masalah tersebut. Biasanya ternak babi tidak akan terserang penyakit apabila kebersihan dari tempat mereka tinggal terjaga. Untuk menjaga kebersihan, babi yang biasanya pada pagi hari membuang kotoran, sebaiknya digiring untuk “buang hajat” di tempat berbatu, sehingga menghindarkan babi dari infeksi ketika cacing tanah ikut termakan. Cacing tanah merupakan endemik bagi parasit.

Melalui program pengaturan pola makan babi dengan perawatan intensif untuk menghilangkan parasit, babi dapat berkembang 130 – 230 kg/hari. Demikian majalah elektronik PARTNERS In Research for Development, edisi Winter 2006 terbitan  The Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR), yang memuat beberapa artikel atau tulisan hasil penelitian yang disponsori oleh ACIAR, memberitakan. Secara sederhana, program ini menggunakan teknik "penggiringan".

Setelah babi digiring untuk membuang kotoran, barulah babi-babi tersebut ditempatkan pada kandang di daerah rerumputan yang berpagar tanaman berprotein tinggi. Umumnya setelah 50% tanaman habis termakan oleh babi. Langkah selanjutnya dipindahkan ke tempat lain sambil memberi kesempatan tanaman itu untuk tumbuh kembali. Babi yang tidak dipelihara dengan baik, hanya tumbuh 30 kg/hari. Sedangkan babi yang dihilangkan parasitnya dapat tumbuh 60 kg/hari.

 

 

Sumber :
Majalah PARTNERS In Research for Development, edisi Winter 2006, terbitan ACIAR