» Info Teknologi » Saat Musim Hujan Tanam Varietas Padi Tahan Rendaman
22 Jan 2020

Memasuki tahun 2020 curah hujan hampir merata di seluruh wilayah Indonesia, dengan intensitas ada tinggi dan ada juga yang sedang. Di beberapa wilayah diuntungkan dengan turunnya hujan karena letak geografisnya di dataran tinggi sehingga lahannya dapat digunakan secara intensif untuk bercocok tanam sesuai komoditasnya.

Di dataran rendah dengan curah hujan yang tinggi, lahan akan kelebihan cadangan air sehingga menyebabkan tergenangnya tanaman yang ada di lahan tersebut. Hal itu dapat berpengaruh pada perkembangan tanaman, seperti padi.

Untuk mengatasi permasalahan yang menyebabkan terendamnya tanaman khususnya padi di lahan sawah dataran rendah, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan)melalui Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) telah menghasilkan varietas padi yang tahan terhadap rendaman akibat kelebihan cadangan air atau banjir. Varietas tersebut adalah Inpari 30 Ciherang Sub 1 yang dilepas pada tahun 2012 yang lalu.

Priatna Sasmita, Kepala BB Padi menyampaikan bahwa varietas padi tersebut memiliki daya tahan yang lebih kuat terhadap rendaman air berlebih.

“Inpari 30 Ciherang Sub 1 adalah varietas padi varietas unggul baru yang tahan terhadap rendaman air,” ujar Priatna.

Senada dengan Priatna, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) Haris Syahbuddin di tempat terpisah menyampaikan bahwa varietas Inpari 30 Ciherang Sub 1 adalah varietas yang sudah disiapkan untuk mengatasi rendaman air akibat banjir. Varietas Inpari 30 Ciherang Sub 1 mampu me-recover dirinya saat terendam, hal ini yang menjadi kelebihannya dan tidak dimiliki oleh varietas padi lainnya.

"Varietas Inpari 30 Ciherang Sub 1 tahan terhadap rendaman air sampai 15 hari. Kalau banjir dan terendam tanaman padi ini mampu menyimpan cadangan energi selama terendam kemudian tumbuh kembali setelah air surut dan tidak mati, kalau padi yang lain pasti akan mati itu,” ucap Haris.

Sesuai deskripsinya Inpari 30 Ciherang Sub 1 cocok untuk ditanam di sawah irigasi dataran rendah sampai ketinggian 400 m dpl pada daerah luapan sungai. Dapat juga ditanam di cekungan dan rawan banjir lainnya dengan rendaman keseluruhan fase vegetatif selama 15 hari.

Umur tanaman Inpari 30 Ciherang Sub 1 hanya 111 hari setelah semai dengan potensi hasil 9,6 ton/ha. Tekstur nasi pulen yang disukai sebagian besar masyarakat umumnya. (Uje)

Informasi lebih lanjut : Balai Besar Penelitian Tanaman Padi