» Info Teknologi » Solossa dan Pattipi, Varietas Unggul Ubi Jalar Terbaru Inovasi Badan Litbang
21 Nov 2006

Peneliti Badan Litbang Pertanian yang bertugas di Balitkabi, Malang, berhasil merakit dua varietas unggul ubi jalar baru. Kedua varietas unggul yang diperoleh melalui penelitian intensif tersebut diberi nama "Solossa" dan "Pattipi", sebagai penghargaan kepada tokoh masyarakat Papua. Kedua varietas tersebut tahan hama boleng dan penyakit kudis.

Sebelum dilepas dan diintroduksi ke masyarakat, varietas unggul tersebut diuji di berbagai lokasi di Indonesia, termasuk di Papua. Dalam uji coba lapang, varietas Solossa mampu memberi hasil rata-rata 24 ton/ha pada umur panen 6 bulan. Daging umbinya berwarna kuning tua, dengan kadar beta karoten cukup tinggi, serta mengandung protein 2,1%. Sedangkan varietas Pattipi mampu memberi hasil rata-rata 25,3 ton/ha pada umur panen 6 bulan. Varietas yang satu ini memiliki daging berwarna kuning pucat, mengandung protein 2,3%, namun kadar beta karotennya sedikit di bawah varietas Solossa.

Tanaman palawija tersebut merupakan pengganti pangan setelah padi, jagung dan ubi kayu karena mengandung nutrisi yang diperlukan manusia. Tetapi di pedalaman Papua, sebagian besar masyarakatnya mengkonsumsi ubi jalar sebagai bahan pangan utama. Namun, secara umum di Indonesia penggunaan ubi jalar belum berkembang luas. Di Jepang penggunaan ubi jalar sudah sangat luas, bahkan ubi jalar dapat diolah, antara lain ,menjadi permen, es krim, mie, dan alkohol.

Balitkabi Malang terus berupaya merakit varietas unggul ubi jalar bukan hanya diarahkan pada hasil yang tinggi, tetapi juga mengedepankan kualitas gizi umbi, seperti kandungan protein dan beta karotennya untuk mendukung pengembangan ubi jalar.

 

 

Sumber : Warta Penelitian dan Pengembangan Peratanian, Vol. 28 No. 5.