» Info Teknologi » Smart Irigasi Berbasis Internet Of Things (IoT)
21 Apr 2020

Perkembangan teknologi industri 4.0 sedang bergerak secara massive di berbagai bidang di antaranya di bidang industri dan ekonomi, tidak terkecuali juga di bidang pertanian. Teknologi 4.0 yang mengusung penggunaan system informasi berbasis internet dipercaya akan membawa industry dan eknomi ke arah yang lebih efisien serta kompetitif.

Meskipun teknologi 4.0 mempunyai dampak yang dapat mengurangi penggunaan tenaga kerja buruh tidak terlatih, pertanian Indonesia sendiri saat ini telah dihadapkan pada masalah kurangnya tenaga kerja di bidang pertanian. Di antaranya akibat upah buruh tani yang rendah, kurangnya minat generasi muda untuk bertani secara konvensional dan beberapa hal dalam pergeseran budaya dan sistem sosial ekonomi yang terjadi pada era milenial ini.

Pengembangan teknologi pertanian modern 4.0 perlu segera diperkenalkan untuk mengupayakan keberlanjutan Indonesia sebagai negara agraris sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangan penduduknya serta dapat menacapai cita-cita sebagai lumbung pangan dunia. Misalnya, teknologi sensor dan otomatisasi dalam bidang irigasi dan fertigasi yang telah dikenal di Indonesia terutama pada system rumah kaca terkendali.

Pada skala lapang, irigasi dan fertigasi juga telah dilakukan dengan menggunakan system kontrol otomatis berbasis mikrokontroler. Namun digabungkannya sistem tersebut dengan kontrol berbasis internet dan atau android baru mulai dilakukan, baik pada skala research ataupun prototype.  

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) pada tahun 2019 telah megembangkan teknologi irigasi cerdas (smart irrigation) berbasis Internet of Things (IOT). Pada teknologi ini dikembangkan sistem sensor pembacaan kondisi lahan berupa kondisi kadar air tanah dan lingkungan sekitar, serta system control untuk menyalakan/mematikan katup irigasi dengan menggunakan mikrokontroler yang dapat terhubung dengan web server.

Pemantauan data dan pengendalian dilakukan melalui internet oleh sebuah web server yang beralamat di www.smartfarming.litbang.pertanian.go.id. Sensor kelembaban tanah beserta data stasiun cuaca mini terbaca melalui perangkat keras mikrokontroler. Data ini direkam melalui jaringan internet ke alamat web server.

Pada server telah terprogram dua tindakan yang dapat dilakukan sebagai umpan balik. Pertama tindakan penyiraman otomatis apabila data komunikasi dengan server menunjukkan perlunya tindakan penyiraman sebagaimana telah diatur oleh pengguna berdasarkan nilai ambang batas pembacaan sensor kadar lengas tanah. Kedua, selain terprogram secara otomatis, web server juga menyediakan fitur penyiraman jarak jauh yang secara spontan dapat langsung di click oleh pengguna dari lokasi yang berbeda.

Sistem kontrol berbasis internet dengan menggunakan web server ini memungkinan adanya pengembangan ke depan, ke arah fitur pengontrolan yang tidak hanya untuk penyiraman. Selain itu, untuk pemberian unsur hara dan pendeteksi kesuburan tanah serta terhubung secara spesifik dengan unsur pertumbuhan tanaman lainnya. Pada saat ini secara keseluruhan system ini lebih dikenal dengan istilah pertanian cerdas (smart farming system). (ER/Wira)

Informasi lebih lanjut: Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian