» Info Teknologi » Potensi Kacang Tunggak Sebagai Bahan Baku Tempe dan Nugget Cukup Menjanjikan
04 Des 2006

Kacang Tunggak (Vigna unguiculata, L) termasuk dalam keluarga Leguminosa. Bijinya mempunyai kandungan protein cukup besar yaitu sekitar 25%. Tanaman ini diperkirakan berasal dari Afrika Barat. Di samping toleran terhadap kekeringan kacang tunggak juga mampu mengikat nitrogen dari udara. Daun dan polongnya yang masih muda cukup nikmat bila dikonsumsi sebagai sayuran.

Hal itu terungkap ketika digelar pameran dalam rangka Rapat Koordinasi Nasional Riset dan Teknologi pada tanggal 22-23 Nopember 2006 di Komplek Institut Teknologi Bandung (ITB). Menteri Negera Ristek didampingi Kepala Badan Litbang Pertanian berkesempatan mengunjungi Stand Badan Litbang Pertanian. Pada saat menyaksikan panel-panel yang ditampilkan, terlihat hasil olahan yang dipotong kecil-kecil dan sempat mencicipi tempe dan nugget yang terbuat dari kacang tunggak. Dengan disaksikan para wartawan cetak maupun elektronik Menristek beserta Kepala Badan Litbang menikmati tempe dan nugget tersebut. “Enak juga ya tempenya” komentarnya.

Lebih lanjut Kepala Badan mengharapkan agar bahan pameran tersebut juga ditampilkan dalam acara Hari Pangan Sedunia di Makasar tanggal 26 Nopember 2006. Pada kesempatan itu Badan Litbang Pertanian juga menampilkan hasil penelitian tentang pengolahan hasil pertanian lainnya seperti, mie yang terbuat dari bahan sagu dan beras beryodium. Disamping itu juga ditampilkan padi hibrida dan beras merah. Di bidang perkebunan, ditampilkan hasil penelitian tentang pembibitan jarak pagar unggul untuk lahan kering dan lahan basah. Tak ketinggalan ditampilkan pula jenis biji jarak pagar sekaligus hasil pengolahan biji jarak pagar dalam bentuk minyak. Hasil penelitian lain di bidang ternak, sayuran, mekanisasi pertanian dan teknologi antisipasi bajir dari Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian juga mendapat perhatian cukup besar.

Pameran yang diselenggarakan atas kerjasama antara Menteri Negara Ristek dan Pemerintah Propinsi Jawa Barat tersebut menampilkan hasil-hasil riset serta teknologi dari lembaga riset pemerintah maupun swasta, khususnya yang terkait dengan teknologi di bidang pertanian/pangan, energi baru dan terbarukan, transportasi, pertahanan dan keamanan, teknologi informasi dan komunikasi, serta kesehatan dan obat-obatan. Pameran dibuka oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi sekaligus membuka acara Rapat Koordinasi Nasional Riset dan Teknologi.