» Info Teknologi » Faktor Kebijakan Tentukan Perkembangan Usaha Peternakan
04 Jan 2007

Diperkirakan pendapatan domestik bruto (PDB) di bidang peternakan pada tahun 2007 bisa mencapai Rp 61,9 triliun. Sumbangan paling besar untuk peternakan itu sendiri masih berasal dari ayam ras. Namun masih ada situasi yang harus diwaspadai di tahun ini dalam dunia peternakan di Indonesia.

"Wabah AI (Avian Influenza, red.), sapi gila, serta penyakit mulut dan kuku tetap harus jadi perhatian agar tidak merugikan dunia usaha peternakan" kata Yusmichad Yusdja, peneliti dari Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan kebijakan Pertanian (PSE-KP), kepada Majalah Agrotek pada seminar nasional bertajuk “Kinerja Pembangunan Pertanian 2006 dan Prospek 2007” beberapa waktu lalu di Jakarta. Menurut Yusdja apabila Indonesia berhasil mengendalikan AI maka membawa dampak yang luas di mata dunia internasional. Selain itu akan terjadi peningkatan kembali dalam bidang investasi.


Yusmichad Yusdja, peneliti PSE-KP

 Yusmichad Yusdja, peneliti PSE-KP

Yusdja mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan peternakan tahun 2007 akan ditentukan oleh beberapa faktor seperti, kebijakan yang tepat dalam pengaturan impor (termasuk impor ilegal) ternak hidup, daging, pajak PPN serta otonomisasi daerah. Pemerintah memang menunjukkan dukungan yang baik pada percepatan pembangan industri peternakan. Selain itu, pemerintah juga mentargetkan pada tahun 2010 Indonesia memiliki  16 juta ekor sapi. "Peningkatan anggaran pembangunan peternakan tidak akan banyak berguna jika tidak disertai dengan kemampuan menentukan arah pembangunan peternakan, kebijakan yang diperlukan dan merumuskan program yang efektif," ujar Yusdja.

Yusdja juga menyarankan agar  program usaha peternakan rakyat yang sudah dilakukan selama ini diarahkan kepada program pengelolaan yang bersifat komersial. Dengan demikian para peternak akan merasakan keuntungan dalam usaha yang dijalaninya. "Di sinilah peranan pemerintah daerah agar membuat kebijakan pembangunan perternakan komersial di wilayahnya masing-masing. Pemerintah  juga harus menciptakan lingkungan yang nyaman agar investasi bisa masuk ke daerah mereka" kata Yusdja.

 

 

 

Sumber berita : Elfa Hermawan (Majalah Agrotek)