» Info Teknologi » Inpago 13 Fortiz Beras Kaya Nutrisi Zink dan Protein
23 Nov 2020

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) terus melakukan penelitian perakitan varietas dengan kandungan Zn tinggi. Setelah melepas varietas padi sawah kaya zink Inpari IR Nutri Zinc pada tahun 2019, menutup akhir tahun 2020 ini, BB Padi melepas varietas kaya zink dan protein Inpago 13 Fortiz.

Padi yang dirilis dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian nomor 990/11 November 2020 ini, merupakan varietas padi gogo dengan kandungan zink sebesar 34 ppm pada beras pecah kulit, serta kandungan protein cukup tinggi sebesar 9.83%.

Inpago 13 Fortiz memiliki hasil GKG 6.53 t/ha dengan potensi hasil 8.11 t/ha. Keunggulan lain dari varietas ini adalah tahan-agak tahan terhadap delapan ras utama penyaki tblas di lahan gogo, agak toleran keracunan alumunium 40 ppm, dan agak toleran kekeringan.

Indonesia termasuk negara yang memiiliki angka prevalensi kekurangan gizi cukup tinggi. Salah satu akibat dari kekurangan gizi Zn adalah kekerdilan (stunting) pada anak-anak. Nilai prevalensi stunting di Indonesia adalah sekitar 36,2%. Upaya untuk memenuhi kandungan gizi pada beras dapat dilakukan dengan fortifikasi atau biofortifikasi (perakitan varietas kaya Zn).

Selain zink, protein merupakan salah satu nutrisi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah besar. Protein diperlukan oleh tubuh sebagai sumber energi¸ membentuk berbagai enzim dan hormon, hingga mendukung sistem kekebalan tubuh. Kadar protein pada beras dipengaruhi oleh lingkungan, terutama teknik budidaya.

Penambahan pupuk urea dan cara aplikasinya mempengaruhi kadar protein beras yang akan dihasilkan. Kandungan nitrogen dari pupuk urea yang dapat diserap oleh tanaman mempengaruhi kadar protein beras yang akan dihasilkan.

Salah satu upaya yang murah bagi budidaya pertanian untuk memperoleh manfaat kandungan Zn dan protein yang tinggi dari beras adalah dengan menggunakan varietas yang secara genetik mampu menghasilkan kadungan zink dan protein tinggi sesuai dengan tingkat yang dibutuhkan oleh masyarakat. Pendekatan pemuliaan ini diyakini merupakan pendekatan yang paling feasible, sustainable, dan ekonomis untuk mengatasi kekurangan gizi di dunia.

Diharapkan selain dapat meningkatkan produktivitas di lahan gogo, Inpago 13 Fortiz juga dapat berperan serta memenuhi kebutuhan gizi masyarakat Indonesia. (Shr)

Informasi lebih lanjut: Balai Besar Penelitian Tanaman Padi