» Info Teknologi » Sorgum, Alternatif Pangan Selain Beras
29 Mar 2021

Sudah satu tahun pandemi Covid 19 melanda hampir semua negara di dunia, Indonesia termasuk salah satunya.  Tanda-tanda berakhirnya pandemi ini pun belum terlihat. Kemudian dampak dari pandemi sudah mulai terasa dihampir semua lini kehidupan, salah satunya yang paling terasa adalah pangan . Krisis panganpun dapat terjadi apabila pemerintah tidak mengantisipasi dengan mempersiapkan alternative pangan bagi masyarakat.

Salah satu pangan alternatif yang dapat dipersiapkan oleh pemerintah adalah sorgum. Sorgum adalah tanaman dari keluarga rumput-rumputan, masih satu keluarga dengan padi, jagung dan gandum. Biji sorgum memiliki kandungan karborhidrat tinggi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai makanan pokok dan memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitserealia) telah menghasilkan varietas unggulan sorgum, salah satunya sorgum varietas Super 1. Varietas ini merupakan hasil perbaikan populasi Watar Hamu Putih hasil koleksi plasma nutfah Balitsereal.

Sifat tanaman tidak beranak tetapi dapat diratun, umur panen 105-110 hari, tinggi tanaman rata-rata 204,8 cm, tahan rebah, bentuk malai lonjong, panjang malai 26,7 cm, warna sekam coklat muda, warna biji putih, ukuran biji panjang 4,37 mm, lebar 4,03 mm, diameter 2,60 mm, bobot 1.000 biji 28,0 g.

Sorgum varietas ini memiliki beberapa keunggulan diantaranya adalah potensi hasil varietas ini 5,7 t/ha dengan rata-rata hasil 2,6 t/ha pada kadar air 10%, potensi etanol 4.3801 l/ha, potensi biomas 38,7 t/ha biomas batang, kadar protein 12,9%, kadar lemak 2,2%, kadar karbohidrat 71,3%, kadar gula 13,5% brix, dan kadar tannin 0,11%.

Keunggulan lainnya adalah tahan hama aphis, tahan penyakit antraknose, karat daun dan hawar daun. Cocok ditanam pada lahan kering beriklim kering dan adaptasi pada lingkungan luas. Varietas ini potensial dikembangkan secara luas untuk produksi bioethanol. (Muh)

Informasi lebih lanjut: Balai Penelitian Tanaman Serealia