» Info Teknologi » Balitbangtan Rancang Bengkel Alsintan Berjalan
21 Apr 2021

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) merancang bengkel alat mesin pertanian (alsintan) berjalan (mobile). Bengkel hasil rekayasa para Perekayasa di Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) ini berkonstruksi roda dan body kecil sehingga dapat bekerja langsung di tempat alsintan yang rusak.

"Dengan konstruksi roda kecil dan body yang kecil, bengkel berjalan ini mudah masuk ke jalan usaha tani. Sehingga mampu bekerja langsung (on the spot). Jadi petani tidak perlu lagi angkat-angkat alsintannya ke bengkel," jelas Ana Nurhasanah, Perekayasa Balitbangtan, Selasa (6/04/2021) lalu di BBP Mektan Serpong.

Lebih lanjut Ana memaparkan bahwa dalam bengkel tersebut sudah dilengkapi dengan suku cadang untuk semua jenis alsintan. Mulai dari traktor roda 2, traktor roda 4 dan peralatan lain seperti alat las, alat potong, v belt motor, hingga gigi.

"Namun jika kerusakannya memerlukan suku cadang pabrikan yang besar, bengkel berjalan ini akan menghubungi pihak pabrikan dan dilakukan perbaikan dengan teknisi," lanjutnya.

Ana menambahkan, bengkel alsintan ini telah terintegrasi dengan Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) Smart Mobile, sebuah aplikasi penyedia jasa alsintan yang telah diluncurkan sejak 2018 yang lalu. "Kita lengkapi bengkel berjalan ini dengan GPS dan terintegrasi dengan UPJA Smart Mobile , sehingga petani yang berada di daerah tersebut bisa dengan mudahnya order bengkel berjalan terdekat," ujarnya.

Sementara, Kepala BBP Mektan Dr. Agung Prabowo menjelaskan pembuatan bengkel alsintan tersebut lebih hemat dibandingkan harus membuat bengkel stasioner. "Alsin-alsin yang trouble di lapangan seperti patah as, rusak mesin akan sulit untuk diangkut petani ke bengkel. Lebih baik bengkelnya yang datang langsung ke petani, lebih efisien," jelasnya.

Menurut Agung, bengkel alsintan mobile tersebut bisa juga menjadi salah satu bagian dari bengkel stationer untuk armada pelayanan mobile yang langsung menjemput bola ke lahan-lahan. Agung juga mengatakan bahwa saat ini telah banyak permintaan dari pemerintah daerah untuk dapat menggunakan bengkel alsintan tersebut.

“Saat ini, perbanyakan bengkel alsintan mobile telah masuk dalam pabrikasi, tinggal menunggu saja,” pungkasnya.

Dalam mengembangkan alsintan, dijelaskan Agung, BBP Mektan didukung berbagai fasilitas canggih seperti laboratorium disain, laboratorium kerekayasaan (manual & CNC), laboratorium pengujian (TR4, TR2, Pompa air irigasi, sprayer dan pascapanen pertanian), serta laboratorium lapang/ kebun percobaan. Laboratorium Penguji BBP Mektan juga sudah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) di bawah Badan Standardisasi Nasional (BSN) dengan sertifikat akreditasi nomor LP-1185-IDN untuk 17 ruang lingkup.

Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Djufry menambahkan bengkel berjalan ini dapat menjadi solusi terhadap permasalahan yang sering dihadapi oleh petani. Hal ini juga sesuai dengan tugas dan fungsi dari BBP Mektan.

“Perekayasaan alsintan dan pendukungnya menjadi tugas dan fungsi dari BBP Mektan, termasuk pendampingan mulai dari pengoperasian, perawatan hingga kerusakan (trouble shooting)," urainya.

Fadjry juga memberikan apresiasi kepada BBP Mektan yang telah menghasilkan berbagai prototipe dan sudah banyak dilisensi, baik alsintan dari pra tanam hingga pascapanen, termasuk sarana pendukungnya seperti bengkel alsintan mobile.

Informasi lebih lanjut: Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian