» Info Teknologi » RPIK untuk Dongkrak Produktivitas Padi Lahan Rawa
14 Jun 2021

Salah satu kegiatannya yaitu RPIK Padi Lahan Rawa. Program ini akan dilaksanakan di Center of Excellent atau pusat unggulan Balitbangtan di kawasan Food Estate Provinsi Kalimantan Tengah. Tujuannya sebagai validasi model budidaya padi rawa RAISA yang dapat menghasilkan produk berdaya saing agar produktivitas tinggi dan mutu produk baik.

Pada teknologi ini ada tujuh tahap yang harus dilaksanakan untuk mencapai hasil di atas 5-6 t/ha. Tahapan tersebut adalah pemilihan varietas, pengelolaan air, penyiapan lahan, ameliorasi dan remediasi, pemupukan, pengendalian OPT dan pascapanen. Varietas yang cocok untuk lahan rawa antara lain Inpari 42, Inoari 32, Inpara 2, Inpara 3, Inpara 9.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) Dr. Ir. Priatna Sasmita, M.Si, sebagai Penanggung Jawab pada kegiatan ini menyampaikan bahwa program yang dilaksanakan ini merupakan program unggulan riset Balitbangtan yang tingkat kesiapterapannya tinggi. Dengan demikian, input atau perlakuannya bukan lagi berupa riset dasar tetapi berupa inovasi dan teknologi yang sudah dikembangkan.

“Program ini adalah program unggulan riset di Balitbangtan, jadi harus menghasilkan sesuatu yang lain dari pada yang lain, sehingga hasilnya diharapkan menjadi teknologi yang luar biasa dari apa yang diharapkan oleh Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian” ujarnya.

Lebih lanjut Priatna juga menyampaikan bahwa di era RPIK ini riset tidak lagi dilakukan secara sendiri-sendiri atau individu, tetapi harus melibatkan UK/UPT lingkup maupun luar Balitbangtan. Bahkan Priatna juga mengijinkan para mahasiswa yang tertarik dengan kegiatan untuk bergabung.

“Tugas yang dilaksanakan secara kolaboratif ini sangat penting menyamakan perspektif baik program dan strateginya sehingga diharapkan dapat menghasilkan output unggulan dalam riset ini. Selanjutnya bagi mahasiswa yang sedang melakukan penelitian untuk karya ilmiahnya, kami persilahkan untuk ikut bergabung, hal ini sebagai langkah pembinaan kader calon peneliti,” tutupnya. (Uje/Hry)

Informasi lebih lanjut: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan