» Info Teknologi » Dua Varietas Kacang Hijau Biji Kecil untuk Industri Kecambah
15 Okt 2021

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) hingga kini sudah melepas lebih dari 20 varietas unggul kacang hijau. Kacang hijau yang dilepas oleh Balitbangtan rata-rata hasilnya antara 0,90-1,98 t/ha dengan umur panen 51 hingga lebih dari 70 hari. Selain itu, mayoritas kacang hijau yang telah dilepas oleh Balitbangtan juga memiliki ukuran biji kecil hingga besar dengan berat antara 2,5-7,8 g per 100 biji.

Besar kecilnya ukuran biji kacang hijau sudah memiliki masing-masing pangsa pasarnya tersendiri. Kacang hijau dengan ukuran biji besar banyak digunakan oleh industri makanan dan minuman karena sangat memudahkan dalam pengupasan kulitnya. Sedangkan kacang hijau dengan ukuran biji kecil banyak digunakan oleh industri kecambah, hal tersebut dikarenakan dengan ukuran biji kecil dapat menghasilkan kecambah lebih banyak.

Selanjutnya, untuk memenuhi kebutuhan industri kecambah tersebut, Balitbangtan memiliki 2 varietas unggulan yang dilepas tahun 2019 yaitu varietas Vimil 1 dan Vimil 2. Kedua varietas tersebut memiliki keunggulan masing-masing, seperti varietas Vimil 1 dapat dikembangkan di lahan sawah sedangkan varietas Vimil 2 dapat dikembangkan di lahan-lahan sub optimal.

Berdasarkan karakteristiknya varietas Vimil 1 memiliki potensi hasil 2,06 t/ha dengan hasil rata-rata 1,79 t/ha, bobot 100 biji 3,63 g, dan  umur masak bijinya 57 hari setelah tanam. Sedangkan varietas Vimil 2 memiliki potensi hasil 2,20 t/ha dengan hasil rata-rata 1,73 t/ha, bobot 100 biji 3,73 g, dan umur masak bijinya sama dengan Vimil 1 yaitu 57 hari setelah tanam.

Selain itu, kacang hijau varietas Vimil 1 dan Vimil 2 memiliki warna biji yang berbeda. Varietas Vimil 1 memiliki warna biji hijau kusam sedangkan varietas Vimil 2 bijinya berwarna hijau mengkilap. Sedangkan untuk ketahanan hama dan penyakit vareitas Vimil 1 dan Vimil 2 tidak ada perbedaan sama-sama agak tahan terhadap hama penggerek polong Maruca testulalis dan agak tahan terhadap penyakit bercak daun serta embun tepung.

Pembentukan varietas kacang hijau biji kecil ini telah dilakukan oleh Balitbangtan melalui Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) sejak tahun 2013 dengan memperbaiki varietas yang sudah ada, yakni varietas Sampeong dan Nuri. Perbaikan diarahkan pada umur tanaman, keserempakan panen, dan hasil.

Tipe ideal kacang hijau diantaranya adalah umur genjah, masak serempak, dan letak polong di bagian atas. Hasil pembentukan varietas tersebut dilepaslah varietas Vimil 1 dan Vimil 2 pada tahun 2019 dengan pengujian daya hasil dan uji adaptasi dilakukan di beberapa lokasi.

Hingga saat ini, kacang hijau banyak dibudidayakan oleh petani di sepanjang pantai utara dan selatan Jawa dengan luas panen di Jawa adalah 147.672 ha atau 77% dari total luas panen nasional. Sisanya sebesar 23% banyak ditanam di luar Jawa.

Sebaran sentra produksinya menurut BPS 2019 adalah Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Lampung dengan total kontribusi 96,65%. (Uje/HRY)

Informasi lebih lanjut: Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi