» Info Teknologi » Balitbangtan Bangun Kelembagaan Perbenihan Jagung Hibrida di NTB
10 Nov 2021

Pemerintah melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional atau RPJMN 2020 – 2024 menempatkan jagung sebagai salah satu komoditas yang masuk pada program prioritas nasional. Dasar dari RPJMN tersebut adalah Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2020 yang menargetkan produksi jagung pada tahun 2024 sebesar 35,3 juta ton.

Agar program tersebut berjalan lancar dan berhasil dengan baik, perlu perhatian yang lebih pada pengembangan perbenihannya. Pasalnya saat ini, benih yang bermutu dan bersertifikat masih sulit didapatkan oleh petani.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) pada tahun 2021 melaksanakan kegiatan desentralisasi produksi benih jagung hibrida berbasis korporasi petani di sentra-sentra wilayah produksi jagung nasional. Salah satunya di sentra produksi jagung di Provinsi Nusa Tenggara Barat tepatnya di Kabupaten Lombok Tengah yang dilaksanakan oleh Balai Penelitian Tanaman Serealia.

Pengembangan perbenihan tersebut melibatkan beberapa pihak yaitu Balitsereal, BPTP NTB dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat serta salah satu of taker dari mitra lisensi. Kegiatan pengembangan perbenihan ini diharapkan mampu menggali aspek teknis seperti performance tanaman dan komponen hasil serta aspek sosial ekonomi diantaranya tanggapan petani terhadap VUB Balitbangtan, kendala non teknis serta prosfek pengembangan ke depan penangkar benih jagung hibrida secara in situ.

Selanjutnya, pada kegiatan pengembangan ini juga akan dipelajari kelemahan dan kekuatan perbenihan berbasis koperasi petani dalam membangun inkubasi bisnis. Diharapkan ke depannya, petani mampu membangun kelembagaan dalam kegiatan produksi benih sesuai dengan standar operasional produksi benih yang bermutu dan bersertifikat.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan produksi, produktivitas dan mutu benih yang sesuai dengan kebutuhan pengguna benih, sehingga sasaran pembangunan tanaman pangan dapat dicapai. (Uje/HRY)

Informasi lebih lanjut: Balai Penelitian Tanaman Serealia