» Info Teknologi » Inpari 32 HDB dan Inpari 42 Agritan GSR Idola Petani
15 Sep 2022

“Banyak varietas unggul padi yang produksinya tinggi telah dihasilkan oleh Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Kementerian Pertanian, dua diantaranya adalah varietas Inpari 32 HDB dan Inpari 42 Agritan GSR yang produksinya bisa mencapai 12 t/ha. Kedua varietas tersebut kini banyak ditanam oleh petani dan apabila menghasilkan rata-rata produksinya bisa menghasilkan 7-8 t/ha, maka hal ini menjadi sebuah lompatan bagi stok ketersedian pangan utamanya beras,” ujar Presiden RI Joko Widodo saat mengunjungi Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (12/07) di Sukamandi, Subang, Jawa Barat.

Pernyataan Presiden Joko Widodo tersebut menunjukkan rasa optimismenya dan mengajak para petani untuk menggunakan varietas unggul yang dirakit dan dilepas oleh Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi).

Inpari 32 HDB dilepas pada tahun 2013 dan Inpari 42 Agritan GSR tahun 2016. Kini, kedua varietas tersebut telah banyak ditanam oleh petani di lahan sawah terutama sentra-sentra produksi padi di Indonesia.

Disampaikan oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) Dr. Ir. Priatna Sasmita, MSi. berdasarkan data distribusi benih sumber pada UPBS BB Padi dalam kurun waktu tahun kedua varietas tersebut tertinggi dalam distribusinya.

“Dalam kurun waktu tahun 2019 sampai dengan 2021, ada 10 varietas benih padi terbanyak dipesan oleh petani atau penangkar, diantaranya Inpari 32 HDB sebanyak 78,6 ton, Inpari 42 Agritan GSR 49,2 ton dan terendah yang dipesan oleh petani atau penangkar adalah varietas Ciherang yang hanya 10,4 ton,” ucap Priatna menjelaskan.

Lebih lanjut, Priatna menjelaskan bahwa banyaknya petani yang beralih ke varietas unggul Inpari 32 HDB dan Inpari 42 Agritan GSR karena varietas Ciherang sudah rentan terhadap serangan beberapa hama penyakit.

“Varietas Ciherang sangat disukai oleh sebagian besar petani padi, namun ketahanan terhadap beberapa jenis hama penyakit saat ini mulai patah seiring dengan adanya perubahan lingkungan. Untuk menggantikan varietas yang sangat diminati oleh petani tersebut, maka dilepaslah varietas Inpari 32 HDB dan Inpari 42 Agritan GSR yang merupakan perbaikan dari varietas Ciherang,” pungkasnya.

Ditambahkan, berdasarkan deskripsinya varietas padi Inpari 32 HDB merupakan hasil persilangan  antara  Ciherang dan IRBB64 dan umur tanamannya 120 hari setelah sebar. Untuk potensi hasilnya Inpari 32 HDB bisa mencapai 8,42 t/ha GKG dan rata-rata 6,30 t/ha GKG. Selain itu, Inpari 32 HDB juga memiliki keunggulan tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri biotipe 3, tahan terhadap virus tungro ras langrang dan juga tahan terhadap penyakit blas 033 serta 073.

Selanjutnya untuk varietas padi Inpari 42 Agritan GSR  umur tanaman ± 112 hari dan rata-rata hasil 7,11 ton/ha GKG bahkan potensi hasilnya bisa mencapai 10,58 ton/ha. Selain itu, Inpari 42 Agritan GSR tekstur nasinya pulen. (Uje/HRY)

Informasi lebih lanjut: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan