» Info Teknologi » Balitbangtan Ciptakan Alat Pendeteksi Cepat Mutu Beras Berbasis Android
19 Nov 2021

Beras merupakan pangan pokok bagi sebagian masyarakat di belahan dunia, khususnya masyarakat Indonesia. Konsumsi beras di Indonesia setiap tahun selalu meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan jumlah produksi padi di tahun 2021 menurut data BPS sebanyak 55,27 juta ton GKG dibanding tahun 2020 sebanyak 54,65 juta ton GKG.

Perkembangan yang semakin maju ini menjadikan beras dibudidayakan dengan varietas dan jenis yang bervariasi, dan akibatnya mutu beras dari setiap varietas dapat berbeda-beda terlebih lagi adanya proses penanaman, panen, pengangkutan maupun pengelolaan yang membawa dampak bagi tingkat kemurnian, kualitas dan nilai produk beras tersebut.

Kepala Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian (BB Pascapanen) Dr. Prayudi Syamsuri mengatakan bahwa untuk mengidentifikasi mutu beras biasanya masyarakat hanya mengandalkan indra penglihatan saja sehingga dapat menyebabkan penilaian yang subjektif.

“Karena hal tersebut, perlu adanya pengembangan teknologi agar dapat mengetahui kualitas beras secara lebih obyektif, misalnya dengan menggunakan analisis gambar dengan teknik warna," ujar Prayudi.

"Mutu beras dikategorikan dalam empat kelompok yakni, mutu fisik, mutu tanak atau argonolrpyik, mutu gizi dan standar spesifik untuk penampakan dan kemurnian biji. Kategori mutu pada beras ini dinilai sangat luas karena itu membutuhkan deteksi secara lebih komprensif lagi, tidak hanya berdasarkan pada indra penglihatan saja melainkan dengan teknologi yang lebih maju sehingga mendapatkan perhitungan yang lebih tepat dan lebih efisien,” lanjut Prayudi.

Seiring majunya perkembangan zaman dan perkembangan teknologi, penilaian terhadap kualitas beras kini dapat diketahui hanya dengan melalui satu aplikasi saja. Aplikasi tersebut merupakan aplikasi deteksi cepat mutu beras berbasis android. Pemanfaatan aplikasi android ini bertujuan agar pengujian terhadap mutu organoleptic beras dapat dilakukan secara cepat dan akurat.

Alat deteksi ini dibuat berdasarkan hubungan antara kandungan amolisa beras dan karakteristik citra beras, serta persamaan matematika perubahan kandungan amilosa beras selama masa penyimpanan. Keunggulan dari aplikasi ini tentunya dapat menguji mutu organoleptic dan umur simpan beras secara lebih cepat, disamping itu biaya untuk analisa mutu organolepitik beras juga menjadi lebih murah.

Peneliti BB Pascapanen Mulyana Hadipernata memaparkan, dalam pengujian mutu organoleptik, beras yang digunakan ialah beras varietas Ciherang dan Tarabas. Metode yang digunakan ialah dengan menggunakan realtime image processing berbasis Android dan Java.

“Aplikasi ini dapat diuji validitasnya dengan memperhatikan perubahan karakateristik citra, perubahan amilosa, dan mutu organoleptiknya. Aplikasi ini berhasil dikembangkan dan dapat digunakan sebagai alat uji mutu organoleptik beras,” sambungnya.

Aplikasi deteksi mutu cepat organoleptik beras, memiliki sistem kerja yang berdasarkan pemanfaatan persamaan matematika pada hubungan antara amilosa dan karakteristik nilai B, serta persamaan matematika pada perubahan kandungan amilosa beras selama penyimpanan. Pada aplikasi ini, disediakan halaman untuk memilih varietas beras apa yang ingin diuji, kemudian juga terdapat tempat untuk melakukan  deteksi  cepat  mutu  organoletik dari beras tersebut. (EGA)

Informasi lebih lanjut: Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian