» Info Teknologi » Manajemen Penetasan Telur untuk Tingkatkan Produksi DOC
14 Nov 2022

Permintaan bibit DOC (day old chick) dari hari ke hari terus meningkat. Untuk atasi hal tersebut, Balai Penelitian Ternak (Balitnak) meningkatkan produksi DOC dengan menggunakan mesin tetas chick master yang berkapasitas  21.000 butir telur untuk mesin setter, yang didukung mesin hatcher dengan kapasitas DOC  sebanyak 7.000 butir telur.

Penetasan dengan mesin tetas adalah salah satu cara untuk melakukan perbanyakan populasi unggas secara cepat dengan syarat telur harus telah dibuahi oleh sel jantan atau disebut juga sebagai  telur fertile.

Pengumpulan telor tetas dilakukan selama seminggu yang disimpan di cooling room.  Lalu dari cooling room telur di setting di mesin setter hingga hari 18 telur.  Suhu yang dipasang pada mesin setter antara 37°- 38°C. Hari ke 1 sampai ke 18 kelembaban yang diperlukan 55 % - 60 % untuk pengontrolan kelembaban udara digunakan hygrometer.

Ventilasi dalam mesin tetas merupakan aspek penting karena didalam telur ada embrio yang bernafas dalam perkembangannya dan memerlukan oksigen serta membuang CO2. Lalu pemutaran telur dilakukan untuk meratakan panas di permukaan telur, mencegah pelekatan embrio pada kulit telur mencegah melekatnya yolk (kuning telur) dan allantois (tali pusar) pada akhir penetasan.

Pada hari ke 7 telur, dilakukan candling pertama untuk menentukan fertilitas telur tersebut. Candling ke dua dilakukan pada hari ke 18 untuk memastikan keadaan embrio telah berkembang atau tidak. Kemudian pada hari ke 19 telur dipindahkan ke mesin hatcher sampai pullchick di 21 hari. Suhu pada mesin diturunkan menjadi  0,55°- 1,11°C.

Selama 18 hari pertama di mesin setter telur diputar dengan menggerakkan nampan setter  secara otomatis. membentuk sudut sebesar 40°- 45°C setiap 3 jam sekali. Kemudian telur dipindahkan ke mesin bertelur pada hari ke 19 dan anak ayam atau DOC mulai menetas pada hari ke 20 dan 21 apabila  keadaan mesin penetasan bekerja normal dan sesuai dengan SOP yang telah diterapkan . (Balitnak/REP)

Informasi lebih lanjut: Balai Penelitian Ternak