» Info Teknologi » Kunjungan Kerja Sekjen Deptan ke Lokasi P4MI di Donggala
19 Apr 2007

Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian (Sekjen Deptan) Dr. Hasanuddin Ibrahim telah melakukan kunjungan kerja ke beberapa lokasi kegiatan  (Program Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Inovasi (P4MI) di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah pada awal April 2007 lalu. Lokasi kunjungan kerja dipusatkan di hamparan demplot usahatani padi varietas Mekongga di Desa Tolonganu, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, dimana Sekjen bersama Bupati Donggala, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Donggala serta Sekretaris Badan Litbang Pertanian melakukan panen raya. Hadir pula di lokasi panen raya ialah Kepala Dinas/Badan Lingkup Pemda Donggala, dan petani disekitar lokasi. Lokasi ini direncanakan akan dikembangkan sebagai lokasi penangkaran benih padi bekerja sama dengan Balai Benih.

Kegiatan demplot merupakan kegiatan terpadu antara BPTP Sulawesi Tengah yang menyediakan dan memberikan pengawalan teknologi, dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Donggala, Komisi Investasi Desa (KID) dan petani Desa Tolonganu. Luas hamparan demplot seluruhnya sekitar 320 Ha. Hasil ubinan demplot padi sawah varietas Mekongga ini mencapai 8 ton/ha GKP. Hasil ini lebih tinggi dibandingkan dengan hasil yang biasa dilakukan oleh petani, yaitu berkisar antara 4–5 ton/ha.

Pada kesempatan tersebut, Sekjen menyampaikan bahwa upaya-upaya peningkatan pendapatan petani harus dibantu oleh pemerintah. Dalam hal ini Deptan telah menetapkan program PANCA YASA dalam upaya peningkatan pendapatam petani miskin. Program P4MI sendiri telah mencakup 4 dari 5 program PANCA YASA. Oleh karena itu penyediaan pembiayaan melalui Skema SP3 oleh Sekjen diarahkan untuk bisa dimanfaatkan pada program P4MI. Perlu diketahui bahwa PANCA YASA merupakan landasan yang perlu diperhatikan dalam pembangunan pertanian suatu wilayah, yang meliputi 1) Perbaikan/ pembangunan infrastruktur pertanian, (2) penguatan kelembagaan petani, (3) penyuluhan, (4) tersedianya pembiayaan pertanian dan (5) pemasaran hasil pertanian.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Donggala menguraikan keberhasilan dan manfaat yang telah dirasakan dengan adanya program P4MI. Tak luput diuraikan pula berbagai kekurangan dalam proses pemberdayaan petani yang memerlukan waktu lama, dan perlunya mengisi kegiatan-kegiatan hasil investasi desa dengan inovasi teknologi pertanian. Berdasarkan hasil dan manfaat yang dirasakan, Bupati Donggala mengajukan usulan agar program P4MI ini bisa diperpanjang. Keinginan tersebut secara langsung tanggapi positif oleh Sekjen bahwa Deptan akan menyetujui perpanjangan Program P4MI.

Selama tahun anggaran 2003/2004 hingga 2006, kegiatan investasi desa di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah telah dilakukan pada 130 desa sasaran P4MI. Sementara 109 desa pada tahun 2007 masih dalah tahap persiapan. Jenis investasi desa yang telah dilaksanakan meliputi jalan usaha tani dan jembatan di 108 desa, irigasi sederhana di 27 desa, lantai jemur 1 desa, pasar 1 desa, pelatihan petani 94 desa, kajian teknologi diseminasi dan demplot 115 desa, serta konservasi tanah dan air di 7 desa.

Dalam sesi tanya jawab, petani menyatakan hambatan yang dihadapi adalah permodalan, disamping masalah teknologi produksi, terutama varietas unggul padi dan entres kakao. Beberapa anggota kelompok tani kakao sudah mahir dalam teknik sambung samping dan sambung pucuk. Bahkan beberapa orang dari mereka sudah menjual jasa sambung samping/pucuk dengan imbalan jasa Rp.5.000,- per pohon.

Selain mengunjungi Desa Tolonganu, Sekjen juga meninjau kegiatan P4MI di Desa Guntarano, serta kegiatan pusat pembibitan ternak dan hortikultura milik Dinas Pertanian dan Peternakan di Desa Tandau, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Donggala. 

 

Sumber : Program Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Inovasi  (P4MI)