» Info Teknologi » Kunjungan Kerja Kepala Badan Litbang Pertanian ke Sumatera Selatan
24 Apr 2007

Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Achmad Suryana melakukan kunjungan kerja ke Balai Penelitian Karet  Sembawa (Balit Sembawa) dan BPTP Sumatera Selatan, 12 April 2007 yang lalu. Kegiatan ini dalam rangka mendampingi kunjungan anggota Komisi IV-DPR RI Sarjan Tahier, SE. MM. ke Balit Sembawa, meninjau persiapan PENAS, dan melakukan pembinaan kinerja BPTP Sumatera Selatan. Pada kesempatan tersebut, Kepala Badan didampingi oleh Direktur Eksekutif Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (LRPI) Dr. Didiek H. Goenadi,  dan Kepala Bagian Umum Sekretariat Badan Litbang Pertanian Drs. Djoko Purnomo, MPS.

Kunjungan ke Balit Sembawa
Kunjungan anggota Komisi IV-DPR RI Sarjan Tahier, SE. MM. ke Balit Sembawa selain didampingi oleh Kepala Badan, dihadiri pula oleh Kepala Dinas Perkebunan Propinsi Sumsel, Kepala Dinas Pertanian Propinsi Sumsel, dan Masyarakat Agribisnis Indonesia. Dalam kunjungan tersebut, Kepala Badan menjelaskan kelembagaan LRPI, Puslitbang Perkebunan, dan peran Puslit Karet serta Balit Sembawa, dalam upaya percepatan penyediaan bibit karet berkualitas.

Pada kesempatan ini, secara berturut-turut Direktur Eksekutif LRPI, Direktur Puslit Karet, dan Staf Balit Sembawa menyampaikan presentasi tentang ”Trend dan Prospek Bisnis Usaha Perkebunan, Penyediaan Bibit Karet untuk Mendukung Program Revitalisasi Perkebunan”, dan ”Kontribusi Puslit Karet (Balit Sembawa) dalam Mendukung Revitalisasi Perkebunan 2006-2010”. Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan menyampaikan informasi tentang masalah utama perkaretan di Sumsel, yaitu bibit, teknologi maupun infrastruktur.

Sarjan Tahier menyatakan revitalisasi perkebunan harus didukung secara luas dan hasil-hasil penelitian perlu dimanfaatkan secara optimal sehingga tidak mubadzir. Anggota DPR RI asal daerah pemilihan Sumsel yang juga aktif dalam Masyarakat Agribisnis Indonesia ini menekankan, hasil penelitian dari lembaga penelitian perlu ditindaklanjuti dengan aplikasi lapangan berupa spot-spot yang tersebar di beberapa lokasi.

Sarjan menawarkan kerja sama penangkaran bibit karet pada lahan yang terletak di daerah Indralaya milik salah satu BUMN. Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan menyambut baik tawaran kerja sama dimaksud. Puslit Karet dan Balit Sembawa siap membantu pembangunan kebun entres, tidak hanya dalam hal teknologi tetapi juga model pengembangannya.

Kepala Badan pun menyampaikan informasi tentang Prima Tani sebagai pola pembangunan yang berawal dari desa dan terintegrasi. Pada tahun 2008, program ini oleh  Departemen Pertanian direncanakan akan diterapkan pada 10.000 desa di seluruh Tanah Air.

Persiapan PENAS
Selepas mengunjungi Balit Sembawa, Kepala Badan melakukan peninjauan ke lokasi farming system dan gelar varietas pangan, sayuran, biofarmaka, dan bioenergi. Lokasi tersebut dibangun dalam rangka kegiatan gelar agribisnis, temu teknologi, dan gelar teknologi mendukung pelaksanaan PENAS XII 2007 di Banyuasin.Persiapan yang telah dilakukan di lokasi tersebut antara lain pembuatan petak-petak tanam serta penanaman komoditas padi gogo dan jarak pagar. Pada kesempatan tersebut, Kepala PUSTAKA Dr. Mei Rochjat, Kepala Puslitbangtan Dr. Suyamto Hardjosuwiryo, dan Kepala Puslitbangbun Dr. Bambang Prastowo menyampaikan persiapan teknis yang telah dilakukan.

Terkait dengan persiapan PENAS, Kepala Badan meminta agar lokasi farming system tersebut dikelola secara baik dengan menunjuk petugas pemelihara dan penjaga tanaman di lokasi sejak saat penanaman hingga saat pelaksanaan PENAS. Selain itu, pada saat pelaksanaan PENAS perlu ditunjuk petugas yang mampu memberikan informasi yang komprehensif kepada petani, pejabat, dan pengunjung lainnya.

Apresiasi Prima Tani
Dalam kunjungan kerja Kepala Badan di Sumsel tersebut juga dilakukan pembekalan kepada 28 peserta Apresiasi Prima Tani bagi Petugas Lapang di Sumatera Selatan, yang dilangsungkan selama dua hari mulai 12 April 2007. Ke-28 peserta tersebut berasal dari tujuh kabupaten yaitu: Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Timur, OKU Selatan, Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Musi Rawas, dan Banyuasin. Apresiasi diikuti pula oleh 17 Petugas Pendamping yang berasal dari Dinas, Badan, dan Unit Pelaksana Teknis Daerah lingkup pertanian Propinsi Sumsel.

Kepada peserta apresiasi, Kepala Badan menyampaikan filosofi Prima Tani, dimana proses adopsi teknologi akan sangat lama bila mengikuti pola normal. Karenanya,  pola Prima Tani merupakan upaya rintisan dan akselerasi inovasi teknologi pertanian yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian untuk diadopsi dan dimanfaatkan lebih cepat oleh pengguna.

Kepala Badan juga mengingatkan, Prima Tani bukan milik Deptan, tetapi milik seluruh masyarakat. Pada saatnya kelak, Deptan akan mengakhiri pembinaan terhadap Prima Tani untuk kemudian dilaksanakan secara mandiri oleh Dinas-Dinas dan berbagai komponen di daerah. 

 

 

Sumber : Bagian Umum Sekretariat Badan