ICARE (Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment)

Home | Profil | Komponen | Lokasi dan Program Komoditas 
Kerangka Pengelolaan Lingkungan dan Sosial | Kontak | Lapor

Informasi Program ICARE

Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) di tahun 2022 s/d 2027 akan melaksanakan kerja sama dengan World Bank dalam merealisasikan Program ICARE (Integrated Corporation of Agricultural Research, Development and Empowerment) atau Program Korporasi, Penelitian, Pengembangan dan Pemberdayaan Pertanian Terpadu (KP4T).

Program ICARE Kementerian Pertanian akan dikelola oleh Balitbangtan untuk 9 provinsi terpilih yaitu Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Utara.

Program ICARE mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian, Kementerian Pertanian telah menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian No.18/PERMENTAN/RC.040/4/2018 tentang Pengembangan Kawasan Pertanian Berbasis Korporasi. Pada pengembangan kawasan pertanian tersebut kegiatan pembangunan dilakukan mulai dari aspek hulu hingga hilir yang dikelola dalam satu manajemen kawasan berbasis korporasi dan inovasi pertanian dengan melibatkan masyarakat petani, industri/swasta, pemerintah, dan akademisi.

Pengembangan Korporasi Petani sebagai Penggerak Ekonomi Kawasan Pertanian untuk Kesejahteraan Petani merupakan penjabaran konsep pengembangan korporasi petani di kawasan pertanian yang belum pernah ada sebelumnya. Pengembangan korporasi petani bersifat sinergis, koordinatif, dan saling melengkapi dalam satu pola sikap dan pola tindak dalam menggerakkan ekonomi kawasan untuk kesejahteraan pelaku usaha, terutama petani.

Penempatan kedudukan korporasi petani sebagai penggerak ekonomi kawasan merupakan kunci utama keberhasilan dalam mewujudkan pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan modern. Transformasi pertanian dari semula berazas ekonomi konvensional menjadi berbasis ekonomi modern berperan penting dalam mendesain korporasi petani. Transformasi tersebut dapat ditempuh melalui tiga jalan secara bersamaan, yaitu: (1) transformasi pengembangan bisnis/usaha sehingga potensi berusaha para petani ditumbuhkembangkan dan kemudian diimplementasikan menjadi sumber pendapatan yang optimal; (2) transformasi pengembangan kelembagaan ekonomi petani sehingga peluang berusaha dapat didistribusikan, modal ekonomi dan modal sosial disinergikan, dan potensi manfaat/keuntungan berusaha dapat dibagikan secara berkeadilan; dan (3) transformasi teknologi melalui adopsi inovasi modern.