Tahukah Anda » Persyaratan Lahan dan Bibit untuk Pengoperasian Transplanter Jajar Legowo

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyiapkan lahan dan bibit untuk pengoperasian transplanter jajar legowo:

1. Kondisi Lahan 

Syarat agar alsin transplanter dapat berfungsi dengan baik adalah lahan dalam keadaan melumpur sempurna. Penyiapan lahan agar melumpur sempurna dilakukan dengan 2 kali pembajakan dan diikuti dengan 1 kali penggaruan kemudian didiamkan sekitar 3 hari. Genangi lahan yang sudah melumpur sempurna setinggi + 2 cm dan diamkan minimal selama 3 hari. Ukur hardpan tanah yang terbentuk dengan cone index penetrometer atau secara mudah injak tanah yang sudah siap tanam dan ukur kedalaman kaki yang tenggelam. Kedalaman ukuran kaki yang tenggelam < 25 cm.

2. Kondisi Persemaian dan Bibit

Penyemaian bibit dilakukan dengan kotak persemaian/dapog. Dapog adalah tempat tumbuhnya bibit padi yang ditanam secara acak dengan cara ditabur pada media tumbuh untuk disemaikan. Ukuran dapog untuk alsin Jarwo Transplanter mempunyai lebar 18,3 cm dan panjang sekitar 58 cm. Cara penyemaian dapog dapat dilakukan langsung di lahan basah (sawah) ataupun di pekarangan rumah. Kebutuhan benih per dapog persemaian adalah 90-100 gram. Tebal/tanah media tumbuh yang dibutuhkan untuk persemaian yaitu 2–3 cm. Umur bibit yang dapat ditanam berkisar 15 – 20 hari setelah semai (hss). Tinggi bibit yang disarankan mencapai 150 – 200 mm.

Sumber: Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian