Tahukah Anda » Faktor-faktor Penting Dalam Kegiatan Pemanenan Padi Menggunakan Alsintan

1. Derajat kekuatan, panjang dan ketahanan dari jerami. Ciri-ciri ini sangat mempengaruhi terhadap proses pemotongan dan pengiriman dengan alat konveyor. Jerami yang kaku dan keras dapat mengakibatkan kemacetan, dalam pemotogan dan pengaliran keperontok, jika panenan ini dilakukan oleh mesin. Begitu juga besar pengaruhnya bagi perontokan oleh silinder perontok. Jerami yang panjang dapat memudahkan perontokan secara manual, akan tetapi dalam mesin perontok dalam mesin panen akan menyebabkan kemacetan dan kebutuhan tenaga yang lebih besar untuk memprosesnya.

2. Varietas padi. Varietas padi yang mudah rontok merupakan masalah dalam hal panenan dengan mesin. Hal ini karena getaran dan ketumpulan dari pisau pemotong, serta perlakuan lainnya dari mesin dapat menyebabkan rontoknya gabah dari malainya.

3. Ukuran, kadar air dan ketahanan biji-bijian (contoh: gabah). Faktor ukuran biji-bijian menentukan ukuran lubang-lubang dari concave dari perontok, sedangakan kadar air besar pengaruhnya terhadap rendemen beras utuh. Gabah yang kandungan airnya tinggi (banyak kandugnan airnya) dapat menyebabkan tingginya persentase gabah yang pecah atau rusak karena pukulan dalam unit perontok. Ketahanan biji-bijian terhadap perlakuan yang diberikan oleh bagian-bagian dari mesin dapat mempengaruhi mutu dari biji-bijian.

4. Iklim. Musim hujan dan musim kering sangat mempengaruhi kadar air dari gabah dan jerami. Kadar air gabah menentukan waktu panen yang tepat. Sedangkan kadar air jerami besar pengaruhnya dalam proses perontokan dan pemotongan oleh pisau.

5. Keadaan Lapang (sawah). Terutama dalam pemakaian mesin panen, kandungan air dari tanah perlu dipertimbangkan. Tanah yang kering akan menahan efisiensi kerja dari mesin panen, sedangkan tanah yang berlumpur sering menyebabkan kemacetan operasi sehingga kapasitas kerjanya rendah.

6. Tingkat kemajuan wilayah dan sosial, yang berkaitan dengan penerapan alat dan mesin pertanian (mekanisasi pertanian) dan kemungkinan-kemungkinan pengenalan teknologi baru.

Sumber: Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian