Tahukah Anda » Cara Pengoperasian Power Thresher

Persiapan Operasi

1. Periksa Silinder Perontok

Periksa jarak antara gigi rotor dan gigi stator, pastikan tidak terjadi pergeseran/tumbukan, dengan cara melepas V-belt dari mesin penggerak kemudian drum perontok diputar dengan tangan untuk melihat celah antara gigi rotor dan gigi stator, Periksa kekencangan baut-baut dan mur pada gigi rotor dan stator.

2. Periksa Motor Penggerak

Periksa jumlah bahan bakar dan minyak pelumas dari motor penggerak. Periksa kekencangan baut-baut dan mur dari motor penggerak, Coba hidupkan motor penggerak atau dijalankan tanpa beban

 

Untuk Pemipilan Jagung

Gantilah saringan dengan saringan khusus untuk jagung (jarak lubang lebih besar), dengan cara membuka tutup atas kemudian melepaskan baut-baut pengikat sarangan dan menariknya keluar. Pasanglah saringan khusus untuk jagung pada tempat saringan semula.

Pasang juga corong masuk khusus untuk jagung pada bagian lubang pengumpanan, dan kencangkan dengan baut-baut.

 

Memulai Operasi

Motor penggerak dihidupkan dengan putaran lambat kira-kira 3 menit, kemudian putaran silinder perontok dinaikkan perlahan dengan mempercepat putaran mesin. Putaran motor penggerak diatur hingga mencapai 600-650 RPM

Padi/kedelai/jagung dimasukkan ke dalam corong pengumpanan secara normal dan teratur, jika tidak, akan mengakibatkan putaran rotor tidak stabil dan akan timbul suara yang tidak normal, selanjutnya dapat terjadi macet/berhenti.

 

Saat Beroperasi

Padi/kedelai/jagung akan ditarik oleh gigi-gigi perontok yang berputar di sekeliling gigi-gigi stator. Jerami akan terpotong karena putaran rotor terhadap stator, tongkol jagung dan polong kedelai akan hancur

Jerami yang terpotong/tongkol atau polong kedelai yang hancur akan terlempar keluar melalui saluran pengeluaran kotoran. Padi/kedele/jagung yang telah dirontokkan akan jatuh melewati separasi.

Butir-butir isi dipisahkan dari butir-butir hampa, potongan jerami dan kotoran ringan lainnya dengan bantuan hembusan blower dan selanjutnya dilempar keluar melalui saluran buang.

 

Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan

Panjang batang/jerami maksimum 45 cm untuk gabah dan 55 cm untuk kedelai, jika terlalu panjang beban mesin terlalu berat dan hasilnya akan kurang bersih

Ketegangan V-belt harus cukup, untuk itu periksalah ketegangan V-belt sebelum mesin dihidupkan

Apabila gabah/kedele/jagung masih bercampur dengan potongan jerami atau kotoran lainnya, mungkin gabah/kedele/jagung belum cukup kering. Hentikan proses perontokkan, tunggulah jerami/tangkai agak kering, supaya hasil perontokkan lebih bersih.

Apabila banyak terdapat gabah terlempar keluar lewat saluran pengeluaran, berarti sarangan tertutup dengan jerami basah. Matikan mesin penggeraknya, buka tutup rotornya dan berihkan sarangannya.

Apabila terjadi kemacetan yang disebabkan terlalu banyak pemasukan batang padi/kedele/jagung. Matikan mesinnya, buka tutup rotornya bersihkan drum perontok dari batang padi/kedele/tongkol jagung.

Apabila terdengar suara-suara yang tidak normal di dalam mesin perontok, matikan mesin penggeraknya, cari penyebabnya dan segera perbaiki. 

 

 

Sumber: Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian