Tahukah Anda » Urban Farming – Budidaya Sayuran Daun dengan Sistem NFT

Kegiatan pertanian perkotaan (urban farming) semakin meningkat di masa pandemi covid-19. Salah satu bentuk kegiatan pertanian perkotaan adalah budidaya sayuran engan sistem hidroponik.

Terdapat empat alasan utama dipilihnya kegiatan hidroponik sayuran banyak diminati masyarakat yaitu tidak membutuhkan lahan yang luas, umur panen relatif singkat, mudah perawatannya, tanaman lebih bersih dan menarik.

Hidroponik adalah sistem budidaya pertanian dengan menggunakan media tanam selain tanah. Fokus dari teknik budidaya hidroponik adalah mengoptimalkan penyerapan unsur hara dan oksigen oleh tanaman.

Terdapat enam teknik hidroponik yang saat ini banyak digunakan yaitu sistem wick (sumbu), ebb & flow (flood and drain), NFT (Nutrient Film Technique), Water culture (rakit apung), drip (nutrisi diberikan secara tetes ke akar tanaman), aeroponic (nutrisi diubah dalam bentuk kabut).

Sistem NFT dapat dikembangkan di lahan terbatas maupun untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan, kendala pada sistem ini adalah pada penyediaan listrik dan biaya pembuatannya yang relatif mahal.

Pada sistem NFT aliran nutrisi dan oksigen bersirkulasi terus menerus selama 24 jam, dengan kontrol sistem dan pemberian nutrisi yang tepat, teknik ini memungkinkan tanaman cepat panen dengan hasil optimal.

Informasi selengkapnya dapat dilihat di sini.

Sumber: Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi