Tahukah Anda

No 11-15 dari 221

Faktor-faktor Penting Dalam Kegiatan Pemanenan Padi Menggunakan Alsintan

1. Derajat kekuatan, panjang dan ketahanan dari jerami. Ciri-ciri ini sangat mempengaruhi terhadap proses pemotongan dan pengiriman dengan alat konveyor. Jerami yang kaku dan keras dapat mengakibatkan kemacetan, dalam pemotogan dan pengaliran keperontok, jika panenan ini dilakukan oleh mesin. Begitu juga besar pengaruhnya bagi perontokan oleh silinder perontok. Jerami yang panjang dapat memudahkan perontokan secara manual, akan tetapi dalam mesin perontok dalam mesin panen akan menyebabkan kemacetan dan kebutuhan tenaga yang lebih besar untuk memprosesnya.

2. Varietas padi. Varietas padi yang mudah rontok merupakan masalah dalam hal panenan dengan mesin. Hal ini karena getaran dan ketumpulan dari pisau pemotong, serta perlakuan lainnya dari mesin dapat menyebabkan rontoknya gabah dari malainya.

3. Ukuran, kadar air dan ketahanan biji-bijian (contoh: gabah). Faktor ukuran biji-bijian menentukan ukuran lubang-lubang dari concave dari perontok, sedangakan kadar air besar pengaruhnya terhadap rendemen beras utuh. Gabah yang kandungan airnya tinggi (banyak kandugnan airnya) dapat menyebabkan tingginya persentase gabah yang pecah atau rusak karena pukulan dalam unit perontok. Ketahanan biji-bijian terhadap perlakuan yang diberikan oleh bagian-bagian dari mesin dapat mempengaruhi mutu dari biji-bijian.

4. Iklim. Musim hujan dan musim kering sangat mempengaruhi kadar air dari gabah dan jerami. Kadar air gabah menentukan waktu panen yang tepat. Sedangkan kadar air jerami besar pengaruhnya dalam proses perontokan dan pemotongan oleh pisau.

5. Keadaan Lapang (sawah). Terutama dalam pemakaian mesin panen, kandungan air dari tanah perlu dipertimbangkan. Tanah yang kering akan menahan efisiensi kerja dari mesin panen, sedangkan tanah yang berlumpur sering menyebabkan kemacetan operasi sehingga kapasitas kerjanya rendah.

6. Tingkat kemajuan wilayah dan sosial, yang berkaitan dengan penerapan alat dan mesin pertanian (mekanisasi pertanian) dan kemungkinan-kemungkinan pengenalan teknologi baru.

Sumber: Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian

Berbagai Jenis Domba

Ada banyak jenis domba di Indonesia, beberapa di antaranya yakni:

1.     Domba Ekor Tipis

Domba ini tubuhnya  relatif kecil. Warna dan tanda-tandanya tidak seragam (bermacam-macam). Penutup tubuh campuran wool kasar. Ekornya pipih.

2.     Domba Ekor Gemuk (DEG)

Domba ini banyak terdapat di Madura, Sulawesi , Jawa timur dan Lombok. Ciri-ciri domba ekor gemuk adalah bentuk badan lebih besar dari domba ekor tipis. Jantan bertanduk kecil dan betina tidak bertanduk. Ekor panjang dan lebar karena menampung banyak lemak. Ujung ekor kecil umumnya berwarna putih. Penutup tubuh berupa rambut.

3.     Domba Merino

Berasal dari Spanyol dengan ciri-ciri:badan sedang warna tubuh putih. Penutup tubuh berupa wool tebal. Jantan bertanduk besar dan berbelit betina tidak bertanduk.

4.     Domba Suffolk

Berasal dari Inggris, dengan ciri-ciri  bobot badan dewasa di negara asalnya pada jantan dewasa 135 - 200 kg dan betina dewasa 100 - 150 kg. Kandungan daging berkisar antara 50 - 65% dari bobot badan. Tidak bertanduk, kepala berwarna hitam.

5.     Domba Barbados Blackbelly

Berasal dari pulau Barbados (Laut Karibia), dengan ciri-ciri kemampuan beranak (prolifikasi) sedang warna coklat dengan hitam di daerah perut.

6.     Domba St Croix

Berasal dari P. Virgin di US, dengan ciri-ciri: warna bervariasi dari putih sampai coklat penutup tubuh berupa rambut.

7.     Domba Priangan (Domba Garut)

Merupakan hasil persilangan antara domba asli Indonesia, domba Merino dengan domba ekor gemuk dari Afrika Selatan. Ciri-cirinya domba jantan bertanduk besar, melengkung kebelakang, berbentuk spiral. Bentuk telinga ada yang panjang, sedang dan pendek. Ekor pendek dan pangkalnya agak besar. Penutup tubuh campuran wool kasar dan rambut. Pola warna tubuh beraneka warna. Bobot badan dewasa jantan 60 – 80 kg dan betina 30-40 kg.

8.     Domba Compass Agrinak

Merupakan domba unggul hasil persilangan antara tiga bangsa yaitu Barbados Blackbelly 25%, lokal Sumatera 50% dan St. Croix 25%. Ciri-ciri domba compass Agrinak mampu beradaptasi pada lingkungan tropis dan lembab. Siklus reproduksi sepanjang tahun. Memempunyai laju pertumbuhan yang baik (101 gram/hari/ekor). Mempunyai jumlah anak sekelahiran sama dengan domba lokal. Mempunyai pola warna beragam, putih, coklat, belang dan ada pula yang berpola warna Barbados Blackbelly.

9.     Domba Komposit Garut

Merupakan domba unggul hasil persilangan antara tiga bangsa yaitu Garut 50%, St Croix 25% dan Moulton Charolais 25%. Ciri-ciri domba komposit Garut: mampu beradaptasi dengan lingkungan tropis. Dapat beranak sepanjang tahun. Laju pertumbuhan tinggi. Jumlah anak sekelahiran tidak berbeda dengan domba lokal (2.1 ekor/induk). Pertumbuhan pasca sapih 169.1 gram/hari/ekor.  Pola warna tubuh beraneka ragam. (REP)

Sumber: Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan

Macam-Macam Traktor Pertanian

Traktor pertanian didefinisikan sebagai suatu kendaraan yang mempunyai daya penggerak sendiri, minimum mempunyai sebuah poros roda yang dirancang untuk menarik serta menggerakan alat/mesin pertanian. Atas dasar bentuk dan ukuran traktor, maka traktor pertanian dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu traktor besar, traktor mini dan traktor tangan. 

1.     Traktor besar

Traktor besar dicirikan sebagai traktor yang mempunyai dua buah poros roda (beroda empat atau lebih), panjangnya berkisar 2650 - 3910 mm, lebar berkisar 1740 - 2010 mm dan dayanya berkisar 20 - 120 HP. Jenis traktor ini harganya sangat mahal sehingga petani masih belum mampu untuk memiliki secara perorangan. Disamping itu penggunaannyapun kurang efisien mengingat bentuk petakan sawah yang relatif kecil. Traktor ini banyak dijumpai pada perusahaan-perusahaan perkebunan yanng mempunyai areal yang luas dan modal yang cukup besar.

 

2.     Traktor mini

Traktor ini merupakan traktor yang mempunyai dua buah poros roda (beroda empat), sesuai dengan namanya maka ukuran traktor ini relatif lebih kecil, yaitu mempunyai panjang berkisar 1790 - 2070 mm, lebar berkisar 995 - 1020 mm, berat 385 - 535 kg, dan daya berkisar 12,5 - 20 HP.

Pada elemennya traktor jenis ini digerakkan oleh motor diesel dua silinder atau lebih, mempunyai 6 kecepatan (versneling) maju, dan 2 kecepatan mundur, yang dibedakan menjadi 4 macam kecepatan rendah (termasuk kecepatan mundur) dan 4 macam kecepatan tinggi (termasuk kecepatan mundur). Kecepatan kerja berkisar antara 0,94 - 4,79 km/jam dan kecepatan transport antara 7,54 - 13,31 km/jam.

Traktor jenis ini sudah dilengkapi dengan PTO (power take off), three point hitch (tiga titik penggandengan/sistem mounted). Pada umumnya konstruksi traktor mini tidak banyak berbeda dengan traktor besar, perbedaannya hanya terdapat pada dayanya saja. Traktor jenis ini banyak dimiliki oleh petani. 

 

3.     Traktor tangan

Traktor tangan merupakan traktor pertanian yang hanya mempunyai sebuuah poros roda (beroda dua). Traktor ini berukuran panjang berkisar 1740 - 2290 mm, lebar berkisar 710 - 880 mm dan dayanya berkisar 6 - 10 HP. Sebagai daya penggerak utamanya menggunakan motor diesel silinder tunggal.

 

Sumber: Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian

Mengenal Bagian Utama Traktor

Pengunci diferensial (differential lock): mengatur agar putaran roda kanan dan kiri selalu sama, digunakan pada saat traktor mengalami slip.

Final drive: terletak setelah gigi-gigi diferensial, berfungsi untuk mereduksi lebih lanjut putaran dari motor, sebelum keroda belakang.

Tempat pengambilan daya (power take off atau p.t.o): dari bagian p.t.o ini daya traktor dapat diambil untuk menggerakkan peralatan lain. Umumnya dihubungkan langsung dengan poros setelah kopling sebelum versneling. 

Sistem pengangkatan hidrolis: dipergunakan untuk menaikkan dan menurunkan alat/mesin, khususnya pada saat untuk pengangkutan dan pada alat/mesin yang dirangkai dengan traktor dengan sistem mounted melalui perangkaian tiga titik tangkap (three point hitch).

Batang penarik (draw bar): diletakkan pada bagian terendah dari badan traktor bagian belakang, dipergunakan untuk penarikan beban dengan sistem rangkaian satu titik penggandengan (trailing).

Double gas (throttle): gas tangan dan pedal gas (gas yang diinjakdengan kaki)

Double pedal brake: rem roda kanan dan rem untuk roda kiri. 

 

Fungsi Dan Tugas Pokok Traktor

Tugas pokok dan fungsi traktor bila dirangkaikan dengan suatu peralatan tambahan berupa implement/bajak dapat berperan sebagai alat untuk pengolah tanah sebelum melakukan penanaman. Disamping itu pula traktor memiliki fungsi lain, yaitu sebagai tenaga penggerak peralatan mesin-mesin pertanian lainnya melalui power take off (PTO) yang disalurkan ke mesin-mesin yang akan digerakkan. Seiring dengan perkembangan teknologi, traktor roda empat sudah banyak memiliki kemajuan baik dari segi desain, fitur teknologi tinggi serta perluasan pemanfaatan dan fungsinya di lapangan sesuai dengan kebutuhan manusia.

 

Komponen Utama Traktor Roda Empat

a. Pedal rem

b. Tumpuan kaki

c. Pedal pengunci differensial

d. Panel instrument

e. Radiator

f. Motor penggerak

g. Saringan udara

h. Tangki bahan bakar

i. Tuas pengatur gas

j. Stir kemudi

k. Tuas perseneling utama

l. Tuas perseneling PTO

m. Tuas pengatur hidrolik

n. Tempat duduk operator

o. Poros PTO

p. Roda belakang dan depan

q. Batang rem

r. Tuas perseneling

s. Pedal kopling

t. Bak gigi kemudi

u. Motor starter

v. Aki

 

 

Sumber: Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian

Suka Makan Alpukat? Jangan Buang Bijinya

Siapa yang tidak mengenal buah alpukat. Buah berwarna hijau berbentuk lonjong dan sedikit mengerucut di bagian atas ini mempunyai rasa manis dan tekstur yang begitu lembut. Buah ini sangat lezat untuk dikonsumsi sehari-hari. Baik dimakan secara langsung, diolah menjadi minuman menyegarkan, ditambahkan ke dalam salad maupun berbagai jenis makanan lainnya.

Selain rasanya yang lezat, buah alpukat juga mengandung banyak khasiat bagi tubuh. Mulai dari melancarkan sistem pencernaan, meningkatkan kinerja otak, membantu perkembangan otak janin dalam kandungan, meredakan gejala peradangan sendi, menurunkan kolesterol hingga menyehatkan kulit. Tidak heran, jika alpukat menjadi buah yang banyak digemari masyarakat.

Namun tahukan Anda, selain buahnya ternyata biji alpukat juga mempunyai banyak manfaat bagi tubuh. Bahkan dikatakan, biji alpukat mempunyai kandungan antioksidan tinggi yaitu sebanyak 70 persen. Kandungan serat, ditambah minyak alami, vitamin dan mineral yang ada di dalamnya sangat berguna untuk memperbaiki pencernaan, mengurangi peradangan, hingga mampu mencegah perkembangan sel kanker.

Biasanya biji alpukat ini digiling hingga menjadi bubuk, lalu dapat ditaburkan ke dalam makanan atau resep lainnya. (LQ)

 

Sumber: Merdeka.com