Tahukah Anda

No 186-190 dari 221

Daun Beluntas Dapat Meredakan TBC Kelenjar Leher

Mereka yang menderita tuberkulosis (TBC) kelenjar leher, ekstrak batang dan daun beluntas bisa dimanfaatkan untuk meredakannya. Caranya, dua bahan tadi dicampur dengan ekstrak gelatin kulit sapi, dan rumput laut lalu ditim sampai lunak dan dimakan. Khasiat yang terdapat pada beluntas ini didapatkan dari kandungan alkaloid dan minyak atsiri di dalamnya. Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan seluruh tanaman segar atau dikeringkan, dan dari daunnya. Daun mudanya bisa dijadikan lalapan dan disayur. Mengonsumsi daunnya dapat menambah nafsu makan dan membantu pencernaan. Bahkan, dengan melalap daun beluntas muda, bau badan bisa dihilangkan. Daun beluntas juga dimanfaatkan untuk anak-anak yang terganggu pencernaannya.

Sumber: Republika Online, Selasa 04 Mei 2004

Daun Cincau Dapat Mengatasi Panas Dalam

Pohon cincau (Cyclea barbata) adalah tanaman merambat dari famili Menispermaceae. Di beberapa daerah, tanaman ini dikenal dengan nama Camcauh, Juju, Tarawalu, Tahulu, Kepleng, dan lain-lain. Meski cincau lebih dikenal sebagai salah satu bahan dalam minuman dingin atau es campur, ternyata agar yang berasal dari daun cincau itu mengandung manfaat yang cukup banyak bagi kesehatan tubuh. Banyak orang menyatakan bahwa cincau sangat baik dalam mengatasi panas dalam dan sariawan yang diakibatkannya.

Sumber: Republika Online, Selasa 24 Juni 2003

Daun Iler Mengobati Cacing Gelang

Daun Iler tepian daunnya bergerigi dan permukaannya berbulu halus. Bunganya berwarna putih keunguan. Bila dirasakan, tumbuhan ini agak pahit tapi baunya harum. Dari beberapa penelitian diketahui, tumbuhan ini kaya oleh berbagai kandungan kimia, seperti minyak atsiri, tanin, lemak, phyosterol, calcium oxalate, dan pectic substances. Kandungan kimia itu terdapat pada bagian batang dan daunnya. Dari kandungan kimia tersebut, daun iler memiliki efek farmakologis seperti obat cacing. Untuk mengatasi cacing gelang, daun iler diambil sebanyak tujuh lembar, lalu dicuci, dan digiling halus. Tambahkan air setengah cangkir dan sesendok makan madu.

Sumber: Republika Online, Selasa 29 Juni 2004

Daun Salam Mengatasi Asam Urat

Menurut Prof Hembing Wijayakusuma, pohon salam bisa dimanfaatkan untuk mengatasi asam urat yang tinggi, Caranya ambil 10 lembar daun salam direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat. Daun salam biasa dimanfaatkan juga oleh masyarakat Indonesia sebagai pelengkap bumbu dapur. Pohon salam (Syzygium polyanthum) yang biasa tumbuh liar di hutan dan di pegunungan bisa mencapai ketinggian 25 meter dan lebar pohon 1,3 meter.

Sumber: Republika Online, 05 Nopember 2002

Daun Singkong Mengatasi Rematik

Menurut pakar tanaman obat, Prof Hembing Wijayakusuma, Efek farmakologis dari singkong adalah sebagai antioksidan, antikanker, antitumor, dan menambah napsu makan. Bagian yang umum dipakai pada tanaman ini adalah daun dan umbi. Selain sebagai makanan, tanaman singkong memiliki berbagai khasiat sebagai obat. Di antaranya obat rematik. Mengatasi rematik bisa dilakukan dengan pemakaian dalam dan pemakaian luar. Pada pemakaian luar, sebanyak 5 lembar daun singkong, 15 gram jahe merah, dan kapur sirih secukupnya, dihaluskan dan ditambahkan air secukupnya. Setelah diaduk, ramuan dioleskan pada bagian tubuh yang sakit. Pada pemakaian dalam, 100 gram batang singkong, 1 batang sereh, dan 15 gram jahe direbus dengan 1.000 cc air hingga tersisa 400 cc. Lalu, disaring dan diminum airnya sebanyak 200 cc. Lakukan dua kali sehari.

Sumber: Republika Online, Selasa 08 Oktober 2002