Tahukah Anda

No 191-195 dari 217

Garut Menambah Nafsu Makan

Anak yang enggan makan atau kurang nafsu makan, seringkali diberikan ramuan dari berbagai rimpang. Ada satu jenis rimpang yang sering dijadikan ramuan penambah nafsu makan, yaitu garut (Maranta arundinacea L). Untuk menambah nafsu makan (dicampur asam jawa atau kiam boi dan sun boi). Sedangkan, untuk disentri, umbi garut yang dicampur dengan patikan kebo (Euphorbia hirta L) direbus dan airnya diminum.

Sumber: Republika Online, Selasa 30 Desember 2003

Jahe obat antimuntah dan Antiradang

Jahe (Zingiber officinale Rosc) termasuk terna berimpang dalam tanah. Tumbuhan ini berasal dari Asia Tenggara yang dikenal sebagai rimpang berbau harum dan terasa pedas. Dari jenis dan ukurannya, jahe dibedakan menjadi jahe besar (jahe gajah), jahe kecil (jahe emprit), dan jahe merah (jahe sunti). Dari ketiga jenis jahe itu, yang sering kali digunakan sebagai obat adalah jahe merah. Alasannya, kandungan minyak atsiri pada jahe merah lebih banyak. Menurut data dari Bagian Riset dan Pengembangan PT Sido Muncul, jahe mengandung satu sampai empat persen minyak atsiri dan oleoresin. Komposisi minyak yang terkandung bervariasi tergantung dari geografi tanaman berasal. Kandungan utamanya yaitu zingiberene, arcurcumene, sesquiphellandrene, dan bisabolene. Berdasarkan sifat dan efek farmakologisnya, jahe berkhasiat mencegah antimuntah dan antiradang. Mengunyah jahe dapat merangsang pengeluaran air liur dan cairan pencernaan, juga mengurangi mual dan muntah.

Sumber: Republika Online, Selasa 06 Juli 2004

Jahe Penghilang Mual dan Kembung

Jahe dalam bahasa Inggris dikenal dengan sebutan ginger, secara tradisional jahe digunakan sebagai pencegah mual dan kembung. Jahe atau ginger baik untuk menghilangkan perut mual dan perut kembung karena perjalanan jauh (mabuk darat, mabuk udara, atau mabuk laut) bahkan pada beberapa buku teks pengobatan menganjurkan wanita hamil agar mengonsumsi jahe untuk menghilangkan rasa mual dan muntah selama kehamilan. Pembuktian ilmiah telah dilakukan di Inggris yang menunjukkan jahe efektif mengurangi mual bahkan mual yang timbul setelah operasi.

Sumber: Republika Online, Selasa 18 Februari 2003

Jali Cegah Tumor Pencernaan

Saat ini berbagai makanan berlemak dan pola hidup tak sehat menjadi biang keladi dari munculnya tumor dan keganasan pada tumor (kanker). Salah satu tumor dan kanker yang banyak terjadi adalah pada bagian pencernaan. Menurut para pakar kesehatan, selain dari makanan yang mengandung zat karsinogenik (pemicu kanker), tumor dan kanker pada pencernaan juga disebabkan karena kurang olahraga dan faktor riwayat keturunan. Salah satu tanaman obat yang dinilai mampu mencegah perkembangan tumor pencernaan adalah jali (Coix lachryma-jobi L atau Coix agrestis Lour). Tanaman ini kerap tumbuh liar di samping selokan atau sungai. Perbanyakannya menggunakan biji. Secara farmakologis biji jali juga mengganggu pertumbuhan sel kanker pada tingkat metafase. a kali sehari sebanyak satu gelas. Untuk mencegah dan mengatasi tumor saluran pencernaan, kanker paru, dan kanker mulut rahim (cervix), digunakan bijinya. Yakni, biji kering sebanyak 15-60 gram direbus dalam enam gelas air sehingga tersisa dua gelas air rebusan. Air tersebut diminum dua kali sehari sebanyak satu gelas.

Sumber: Republika Online, Selasa 22 Juni 2004

Jengger Ayam Mengatasi Diare

Menurut pakar tanaman obat Prof Hembing Wijayakusuma dalam bukunya Ensiklopedia Tumbuhan Berkhasiat Obat I, kandungan kimia yang ada di tumbuhan jengger ayam adalah minyak lemak, kaempferitrin, amaranthin, dan pinitol. Bagian yang bisa dimanfaatkan sebagai obat adalah bunganya. Khasiat jengger ayam di antaranya mengatasi diare. Jika terkena diare, ambil 15 gram bunga jengger ayam kering dan 30 gram daun jambu biji direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc. Setelah dingin, air rebusan disaring dan diminum.

Sumber: Republika Online, Selasa 21 Januari 2003